Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home
Article
Tahura Djuanda, Paru-Paru Kota Bandung PDF Print E-mail
Monday, 03 September 2007

dsc_1508Dahulu kota Bandung, dikenal sebagai kota yang asri dan berudara sejuk. Bahkan Bandung dijuluki sebagai “kota Kembang” dan “Paris Van Java”. Kini kondisinya telah berubah. Bandung sekarang merupakan kota yang terlihat semrawut dan udaranya tidak sesejuk dulu. Meskipun demikian Bandung masih mempynuai “area hijau” yang dapat dibanggakan yaitu Taman Hutan Raya (Tahura) Ir, Djuanda yang dikenal sebagai Taman Djuanda. Di tempat ini kita dapat menikmati segarnya udara sekaligus tempat melepas penat sambil bersantai. Di sini kita juga dapat menggelar tikar sambil menyantap makanan yang dibawa dari rumah di bawah pohon yang rindang.

Read more...
 
Terbuai Keheningan Alam Pulau Weh PDF Print E-mail
Monday, 03 September 2007

bluegreen2 Deburan ombak laut jernih, semilir  angin sejuk  dan  kesegarannya warna hijau pepohonan tampak selalu menghiasi Pulau Weh. Lingkungannya yang masih sepi menghadirkan suasana keheningan alam yang menjadikan tempat ini paling tepat untuk mencari ketenangan serta menyegarkan kembali pikiran dan tubuh kita.  

Pulau Weh yang terletak di ujung barat Pulau Sumatera ini berhadapan langsung dengan Laut Andaman dan dikelilingi oleh 4 pulau kecil lainnya yaitu Rondo, Seulako, Rubiah dan Klah. Di pulau yang luasnya 154 km2 ini hanya sedikit dijumpai dataran; sebagian besar adalah lahan berbukit-bukit dengan puncak tertinggi 617 meter dari permukaan laut. Nama Weh yang berarti pindah, berasal dari peristiwa terpisahnya pulau tersebut dari daratan Sumatera akibat letusan gunung api yang terjadi puluhan ribu tahun lalu. Kini jejak-jejak keberadaan gunung api itu masih dapat kita lihat dari adanya batu-batu besar yang berserakan di seluruh pulau dan aktivitas vulkanik seperti semburan sulfur atau kolam lumpur panas di beberapa tempat tertentu.
Read more...
 
Padu Padan Indah Tanaman Pot PDF Print E-mail
Monday, 03 September 2007

dsc07092 Banyak cara dapat dilakukan untuk menghasilkan tanaman hias pot yang cantik. Dengan memahami karakter tanaman dan kreatif dalam memadupadankan tanaman tersebut dengan tanaman lainnya merupakan modal utama untuk membuat tanaman pot.

Terdapat beberapa jenis tanaman yang lebih cocok dipelihara dengan cara menanam tanaman tersebut dalam pot. Cara penanaman di tanah yang tidak jauh berbeda dengan tanaman lanskap sering menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal. Tanaman koleksi khusus yang sedang trend saat ini juga acapkali ditanam dalam pot untuk mengisi tempat-tempat yang khusus pula. San San kolektor tanaman hias dan pemilik nursery ternama di Jakarta memiliki beberapa ide untuk ‘mengolah’ tanaman hias pot ini agar tampil lebih cantik. Hasil karyanya dapat disaksikan di nurserinya di Sentul, Jawa Barat.
Read more...
 
Restoran Sunda Masa Kini PDF Print E-mail
Monday, 03 September 2007

img_2353Warga kota Jakarta yang senang masakan Sunda, atau warga Sunda yang tinggal di Jakarta dan merindukan suasana tradisionalnya kini boleh bergembira, dengan hadirnya Sambara, sebuah restoran Sunda modern yang berlokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Menyusul pendahulunya di Kota Bandung, Sambara Jakarta tampil dengan konsep yang simpel dan modern, tetapi tetap kental dengan nuansa dan budaya Sunda baik pada detail interior bangunannya maupun hidangannya.

Bangunan restoran ini merupakan hasil renovasi dari sebuah rumah tinggal lama yang didesain ulang dengan mengacu pada budaya Sunda dan ciri khas Sambara sendiri, yaitu batang bambu sebagai material dan aksen utamanya. Meskipun penataannya sudah modern, kompak, dan clean-look, kesan tradisionalnya masih sangat terasa. Hal ini tidak hanya dari material alami seperti bambu, kayu, dan rotan lokal yang digunakan pada hampir seluruh furnitur dan interior bangunan, tetapi juga pada material lama yang masih dipakai seperti lantai teraso dan tekstur kamprot pada dinding asli.

Read more...
 
Spirit Sebuah Rumah PDF Print E-mail
Monday, 13 August 2007
0_mg_0069-30Arsitek Frank Gehry berkata, “I approach each building as a sculptural object, a spatial container, a space with light and air, a response to context and appropriateness of feeling and spirit. To this container, this sculpture, the user brings his baggage, his program, and interacts with it to accommodate his needs.”

Gehry dengan demikian memperlakukan struktur bangunan sebagai sebuah objek seni yang kemudian diisi aktivitas manusia. Itulah faktor penting yang membuat sebuah rumah terasa homy, nyaman dan bahkan terlihat mentereng.
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 28 - 36 of 155