|
|
Kesinambungan Antar Ruang |
|
|
|
|
Thursday, 21 February 2008 |
|
Menikmati keindahan sebuah rumah tinggal berarti
mengapresiasi kreativitas arsitek yang telah mengakomodasi kebutuhan dan gaya
hidup penghuninya. Hal inilah yang terjadi pada karya arsitek Cosmas D.Gozali
di kawasan Jakarta Utara.
Arsitek muda Cosmas D. Gozali dari konsultan Arya Cipta
Graha ini memiliki ciri khas dalam merancang yaitu mengolah secara cerdas hubungan
antarruang. Konsep desain ini terwujud berupa penempatan courtyard atau void
menerus terbuka dari lantai dasar sampai ke atap rumah. Desain “rongga” yang
sering disalahtafsirkan orang sebagai buang-buang saja lahan padahal desain ini
efisien untuk kelancaran pengudaraan dan pencahayaan alami. Konsep ini cocok
dengan keinginan pemilik yang berencana membangun rumah baru pada lahan
berukuran 10m x 25m dan dikelilingi oleh rumah tetangga yang tinggi.
|
|
Read more...
|
|
|
Konferensi Perubahan Iklim |
|
|
|
|
Thursday, 21 February 2008 |
|
”It is my hope that we will rise as one to face this
challenge, and leave a better world for future generations”
Itulah kalimat yang pernah diucapkan Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam
upaya memerangi perubahan iklim. Harapan itu pula yang mungkin ingin dicapai dalam
Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim dari tanggal 3-14 Desember 2007 di Nusa
Dua, Bali. Konferensi ini sangat penting karena
di dalamnya dibahas mengenai masa depan kelangsungan hidup umat manusia.
|
|
Read more...
|
|
|
Menjelajahi Pedalaman Flores |
|
|
|
|
Thursday, 21 February 2008 |
|
Tampak deretan pegunungan terjal, tidak beraturan, dan sulit
untuk dilalui. Itulah kesan pertama saat memandang daratan pulau Flores. Sekalipun demikian kenyataannya gunung-gunung ini
menyimpan banyak hal mengagumkan, baik itu kawah-kawah gunung apinya maupun
desa-desa tradisional dengan beragam kerajinan tenun ikatnya .
Pulau Flores sudah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit
pada abad ke-14. Posisinya cukup strategis karena menjadi jalur lintasan
perdagangan kayu cendana dari pulau Timor ke Cina dan ke India. Hal ini membuat
kerajaan Gowa, kerajaan Ternate, Bangsa Portugis dan Belanda berebut untuk menguasai
pulau yang panjangnya 375 km ini. Para pendatang ini berusaha menanamkan pengaruhnya di wilayah
pesisir, tetapi hanya sedikit yang dapat menyentuh daerah pedalaman karena
terhalang oleh deretan pegunungan terjal tidak beraturan. Kini bagian dalam
Flores sudah lebih mudah dicapai dengan adanya jalan yang naik-turun membelah gunung
dan berkelok-kelok. Salah satu hal yang unik di daerah pedalaman ini adalah
kepercayaan tradisional yang tetap berakar kuat pada masyarakat penghuninya.
|
|
Read more...
|
|
|
Thursday, 21 February 2008 |
|
Bangunan berarsitektur klasik tanpa pagar tersebut terlihat
asri dalam lingkungan taman bernuansa hijau monokromatik. Permainan tekstur
hijau aneka tanaman mengisi halaman sempit rumah real estat tersebut.
Sebagian besar tanaman yang mengisi halaman rumah ini sudah
tumbuh besar sehingga menyerupai hutan
yang menutupi sebagian besar tampak muka bangunan dua lantai tersebut. Pada
jajaran depan ditanam Callistemon prolific, kembang sepatu (Hibiscus
rosasinensis) dan Philodendron selloum berfungsi sebagai pagar di bagian depan rumah.
Adapun Podocarpus dan Callistemon menyelimuti fasada bangunan dan dinding yang
berbatasan dengan kaveling sebelah. Dengan demikian terbentuk komposisi tanaman
berbentuk tapal kuda yang mengelilingi taman depan, dengan sedikit area terbuka
berupa rumput di bagian tengah serta terdapat akses menuju ke area entrance.
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 155 |