|
Satu lagi tempat makan dengan konsep tradisional telah berdiri
di kawasan Bulungan Jakarta Selatan. Restoran yang diberi nama Mbah Jingkrak
yang bangunannya banyak mengambil gaya Jawa ini
merupakan cabang dari restoran Semarang.
Menurut Ajeng, pemilik restoran, restoran ini didirikan karena ia ingin melestarikan
masakan-masakan khas Jawa. Dengan dukungan dari oleh teman-temannya dan juga
rasa percaya diri yang besar ia membuka restoran Mbah Jingkrak baik yang di Semarang maupun yang di Jakarta.
Menu di restoran ini rasanya memang berbeda dengan masakan
Jawa pada umumnya, karena hampir semuanya terasa pedes yang membuat orang “berjingkrak” sesuai
dengan nama restorannya. Karena rasa pedas inilah nama-nama dari makanannya pun
aneh-aneh seperti sambel iblis, ayam mabuk, sapi bingung, dan oseng-oseng buto
ijo. Nama-nama iini memang sengaja dibuat menyeramkan agar para pengunjung penasaran
untuk mencobanya.
Restoran yang berdiri pada awal Desember 2006 tersebut
didesain oleh Mimet. Menurut si arsiteknya, restoran dengan luas sekitar 500 m2
ini memiliki bangunannya yang khas yang berbeda dengan bangunan di sekitarnya. Bangunan restoran ini merupakan perpaduan
antara joglo dari Bojonegoro, papan dari Weleri, gebyok dari Jatim, dan
pintu-pintu dari Magelang.
Restoran ini menyajikan juga makanan siap saji dan sistem prasmanan.
Bahkan saat Anda menikmati makanan, Anda akan disuguhkan dengan musik Jawa. Selain
itu, di dalam restoran ini terdapat banyak benda-benda etnik dan benda antik
dipajang dalam sebuah galeri. Jadi, sambil menunggu pesanan makanan datang, pengunjung
dapat menikmati benda-benda tersebut. Restoran dengan kapasitas 100 orang ini
juga dapat digunakan untuk tempat arisan, ulang tahun, dan rapat. (d)
|