Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow News arrow Restoran Berkonsep Tradisional
Restoran Berkonsep Tradisional PDF Print E-mail
Wednesday, 21 February 2007

_mg_8896 Satu lagi tempat makan dengan konsep tradisional telah berdiri di kawasan Bulungan Jakarta Selatan. Restoran yang diberi nama Mbah Jingkrak yang bangunannya banyak mengambil gaya Jawa ini merupakan cabang dari restoran Semarang.

Menurut Ajeng, pemilik restoran, restoran ini  didirikan karena ia ingin melestarikan masakan-masakan khas Jawa. Dengan dukungan dari oleh teman-temannya dan juga rasa percaya diri yang besar ia membuka restoran Mbah Jingkrak baik yang di Semarang maupun yang di Jakarta.

Menu di restoran ini rasanya memang berbeda dengan masakan Jawa pada umumnya, karena hampir semuanya terasa  pedes yang membuat orang “berjingkrak” sesuai dengan nama restorannya. Karena rasa pedas inilah nama-nama dari makanannya pun aneh-aneh seperti sambel iblis, ayam mabuk, sapi bingung, dan oseng-oseng buto ijo. Nama-nama iini memang sengaja dibuat  menyeramkan agar para pengunjung penasaran untuk mencobanya.

Restoran yang berdiri pada awal Desember 2006 tersebut didesain oleh Mimet. Menurut si arsiteknya, restoran dengan luas sekitar 500 m2 ini memiliki bangunannya yang khas yang berbeda dengan bangunan di sekitarnya.         Bangunan restoran ini merupakan perpaduan antara joglo dari Bojonegoro, papan dari Weleri, gebyok dari Jatim, dan pintu-pintu dari Magelang. 

Restoran ini menyajikan juga makanan siap saji dan sistem prasmanan. Bahkan saat Anda menikmati makanan, Anda akan disuguhkan dengan musik Jawa. Selain itu, di dalam restoran ini terdapat banyak benda-benda etnik dan benda antik dipajang dalam sebuah galeri. Jadi, sambil menunggu pesanan makanan datang, pengunjung dapat menikmati benda-benda tersebut. Restoran dengan kapasitas 100 orang ini juga dapat digunakan untuk tempat arisan, ulang tahun, dan rapat. (d)

 

 
< Prev   Next >