|
Monday, 06 August 2007 |
Iriantine Karnaya (57), menggelar pameran
tunggalnya yang kelima bertajuk “Menu Hari Ini” di Museum Nasional, Jakarta
beberapa waktu yang lalu. Pameran ini memperagakan ratusan patung dengan objek
jamur berwarna putih dalam berbagai ukuran. Patung-patung tersebut ada yang
terbuat dari plastik yang dirangkai memanjang sebanyak 25 balon jamur dan jamur-jamur
kecil yang terbuat dari gips. Selain itu
ada juga tiga jamur besar setinggi orang dewasa yang terbuat dari bahan kain.
Dalam pameran ini Tine ingin mengungkapkan ekspresinya dan
berbagi pengalaman dengan pengunjung. Pengalaman hidupnya tersebut direpresentasikan
dengan tanaman jamur yang disesuaikan dengan konteks situasi negeri ini. “Jamur
itu tumbuh secara masal cepat dan masal yang menyimbolkan bahwa di negeri ini hal
apapun selalu menjamur, tumbuh dan timbul secara cepat. Saat ini bangsa kita
tengah diserang berbagai “jamur”. Di tengah arus informasi yang melimpah,
menjamurnya pula praktik korupsi, kekerasan, kriminalitas, kemiskinan, pengangguran, kerusakan
alam, praktik hedonisme dan bencana alam.
Jamur bagi Tine, merupakan simbol keprihatinan tehhadap negerinya. Bangsa ini sulit
mengendalikan benturan budaya yang melanda dengan dahsyatnya. Saat banyak orang
yang menikmati kemakmuran saat itu banyak juga yang menjadi korban”, kata Tine
lebih lanjut.
Pameran Iriantine Karnaya ini menampilkan tujuh unit karya. Ketujuh unit
tersebut merupakan rangkaian dari sejumlah objek yang disusun sebagai patung mandiri atau
instalasi. Selain memamerkan patung jamur, Tine juga memamerkan karya-karya lain
seperti Mencari Peluang, dan Vision, di samping Menu Hari Ini yang menampilkan tiga wajan
besar yang berisi berbagai masakan seperti jamur, telor ceplok dan daging. (d)
ft.d
|