|
Bagaimana rasanya menjadi orang yang sangat sibuk dalam
melaksanakan berbagai pekerjaan? Capek atau jenuh? Kalau hal ini ditanyakan
kepada Nadya Hutagalung, seorang model, presenter, artis, wiraswasta dan
penggiat sosial, maka dia akan menjawab bahwa semua pekerjaan itu sangat
dinikmatinya. Jadi dia enjoy saja. Keseriusannya dalam menjalankan tugasnya
memang dapat diacungi jempol. Baginya semua pekerjaan dijalaninya dengan tekun.
Termasuk pekerjaan yang diembannya sekarang yaitu sebagai duta atau brand ambasador
dari mal Senayan City yang dijabatnya mulai tahun 2006
sampai tahun 2008.
Dunia hiburan (entertainment) telah digeluti Nadya sejak
umur 12 tahun, yaitu sebagai Video Jockey (VJ) MTV tahun 1995. Kemudian sebagai
VJ MTV AS (1998-1999) dan selanjutnya sebagai presenter. Total lama
pengalamannya di dunia hiburan tidak kurang dari 20 tahun/
Perempuan yang lahir di Sydney 28 Juli 1974 dan sudah
mempunyai dua orang anak ini ternyata juga mempunyai hobi melukis. Bahkan ia
juga pernah beberapa kali mengikuti pameran lukisan baik di Singapura maupun di
Indonesia.
Bagi Nadya melukis sangat penting artinya karena dengan
melukis ia dapat mengekspresikan segala sesuatu yang dirasakan. Namun, dalam
kasus tertentu proses melukisnya dapat mandek. Nadya hanya terdiam di depan
kanvasnya sampai akhirnya ia mendapat inspirasi untuk melukis yang bergaya
abstrak. Sebaliknya ketika ada mood untuk melukis, Nadya bahkan tak kenal
waktu. Dia tekun dan asyik di depan kanvas.
Menurut Nadya bakat melukis diturunkan dari orang tuanya
yang pencinta seni. Dalam hal ini ia merasa beruntung karena dibesarkan dari
sebuah keluarga pencinta seni. Dunia seni telah direguknya mulai dari
kanak-kanak dengan bergabung pada sebuah kelompok teater anak-anak. Ternyata
dunia teater ini membentuk dirinya jadi “berani” tampil di depan orang banyak
dan jadilah ia sebagai model yang terkenal.
Nadya disamping pekerjaannya yang “seabrek” itu masih
meluangkan waktu sebagai pekerja sosial. Bahkan sebagai pekerja sosial ia aktif
dalam organisasi yang mengurus anak-anak dan perempuan di kawasan Asia yaitu organisasi United Nations Development Fund for
Women (UNIFEM). Dalam hal ini Nadya lebih senang disebut sebagai aktivitas
sosial daripada disebut sebagai artis atau model.
|