|
Friday, 07 July 2006 |
|
Biennale Jakarta 2006, bertemakan Beyond – The Limits and Its Challenges
telah
berlangsung dari tanggal 22 Mei 2006 s.d. 25 Juni 2006. Pameran yang
diprakarsai oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dibuka secara resmi oleh
Wakil
Gubernur DKI Jakarta Fauzy Bowo di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail
Marzuki.
Pameran Tonggak, diperuntukkan bagi mereka yang sudah mempunyai akar
kesenian dan kesenimanan
(seni rupa Indonesia). Pameran yang melibatkan 179 perupa ini diadakan
di Galeri Nasional Indonesia dan di Museum Seni Rupa dan Keramik.
Pameran Lintas,
khusus menampilkan karya-karya seni rupa dengan media baru oleh 24
perupa muda dilangsungkan di TIM. Pameran Others, khusus bagi perupa
asing seperti dari
Jepang, AS, Filipina, Jerman, Malaysia, Korea, Finlandia dan Italia
yang selama ini, tinggal dan berkarya di Jakarta, Bali dan Yogyakarta.
Pameran ini
berlangsung di Galeri Cemara 6 dan Galeri Lontar.
Menurut salah satu panitia pelaksana, Chandra Johan, Biennale kali
ini berupaya melakukan eksperimen yang menarik, yakni memamerkan
karya-karya seni rupa dengan pendekatan sejarah dan media baru. Dengan
demikian pameran ini dapat mengantarkan kita untuk melacak kembali
jejak-jejak panjang,
dalam sejarah, baik seputar pencarian identitas Indonesia maupun
pengenalan karya-karya perupa masa kini yang mendunia. foto : Didan
|