Tanaman dikarunai Tuhan dengan beragam karakter yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Ada tanaman yang memiliki tekstur kasar, dan ada pula yang memiliki tekstur halus. Beragam jenis tanaman sering menampilkan keindahan yang menakjubkan dengan cara mengombinasi beragam karakter agar setiap tanaman tampil menonjol dan saling melengkapi.
Manfaat menutupi permukaan dinding vertikal dengan tanaman, selain untuk estetika juga efektif untuk mereduksi temperatur di dalam ruangan. Upaya praktis semacam ini merupakan salah satu bentuk penyikapan terhadap pengurangan efek pemanasan global yang terutama dirasakan oleh mereka yang tinggal di perkotaan.
“Tanaman adalah ‘sahabat’ paling setia manusia, karena tanaman dan manusia saling melindungi disamping memberikan manfaat kepada manusia”. Ungkapan ini keluar dari seorang Titi Soeharto, seorang ibu yang sangat mencintai tanaman semenjak ia kecil.
Warna
merupakan salah satu elemen desain yang dapat menggugah rasa bagi siapa saja
yang melihatnya. Setiap warna akan mewakili satu perasaan bagi seseorang yang
akan menggugah daya pikir pada saat tertentu. Hal ini juga berlaku pada taman
yang penuh tanaman bunga aneka warna.
Keberadaan taman belakang sering menjadi fokus orientasi ruang-ruang dalam sebuah rumah urban. Hijaunya taman seakan-akan menjadi bagian dari konsep ruang-ruang dalamnya.
Konsep seperti ini telah diterapkan pada sebuah taman rumah tinggal yang terletak di wilayah urban di Jakarta Selatan. Posisi rumah berada pada satu jalur jalan yang tidak terlalu lebar yang sesuai dengan peraturan. Di sini terbentuk garis sepadan bangunan yang maju ke depan dan menghasilkan taman depan yang juga tidak terlalu lebar. Setelah diambil dengan pengerasan untuk area drop off, maka efektif hanya tersisa area di seputar bangunan dan teras saja yang dapat dikreasikan untuk taman, selebihnya taman lebih difokuskan pada halaman belakang karena masih memiliki luasan ruang yang memadai.