|
|
Seni Populer Metropolitan |
|
|
|
|
Friday, 18 January 2008 |
|
Salah satu cirri kota metropolitan yang ada di dunia adalah
adanya beragam budaya, berpenduduk padat dan dihuni oleh berbagai bangsa dan
beragam etnis. Adanya sistem komunikasi
yang modern menyebabkan budaya asing menyebar dengan sangat cepat. Perpaduan
budaya yang beragam tersebut menjadikan gaya hidup orang-orang di kota
metropolitan menjadi unik.
Kelas sosial yang berbeda, jenis pekerjaan yang sangat
bervariasi, bercampur baur dengan tata kehidupan beragam dari kemajemukan
budaya tadi mengakibatkan gaya berpakaian, gaya berbicara, gaya menikmati hidup
dari beberapa golongan masyarakat metropolitan menjadi menarik dan khas. Biasanya
yang paling menarik dan khas bahkan aneh adalah gaya hidup kaum mudanya. Gaya
hidup kaum muda metropolitan yang khas inilah yang direkam oleh seorang seniman
Eko Priharseno, melalui seni populer metropolitan.
|
|
Read more...
|
|
|
Kebebasan Berekspresi dalam Goresan |
|
|
|
|
Sunday, 11 November 2007 |
|
Peta
pelukis Indonesia,
dewasa ini diperkaya dengan beberapa figur baru yang ikut memberikan sumbangsih
dalam dunia seni rupa nasional. Dalam melukis mereka cenderung tidak terikat
pada pakem tertentu. Mereka secara total bebas berekspresi tanpa meninggalkan
kerangka konsep yang erat kaitannya dengan prinsip seni rupa modern. Hal ini
berlaku pula pada pelukis muda kelahiran Banyuwangi, Fathur Rochman
Nama Fathur
memang jarang kita dengar, pria berambut panjang ini menyukai melukis sejak
usia lima
tahun. Rupanya tidak dunia lukis saja yang ditekuninya, tetapi juga dunia dalang.
Urusan mendalang bagi bapak dua anak ini sudah menjadi suatu kebutuhan rohani yang
sampai saat ini tetap ditekuninya. Dia menuangkan idenya di atas kanvas melalui
cat acrylic dengan “berani” dan menghasilkan karya-karya abstrak yang
ekspresionis.
|
|
Read more...
|
|
|
Monday, 13 August 2007 |
|
Ketika memasuki ruang pamer Galeri Nasional di Jakarta
tanggal 30 Juni 2007 yang lalu tercium semerbak wangi bunga narcis yang
berwarna putih. Di ruang pamer itu ditampilkan 39 patung diantara bak-bak bunga
di dalam ruangan. Patung-patung pria yang dipergakan ada yang bentuk badannya
berotot layaknya pria, ada yang bentuk tubuhnya seperti wanita tetapi dia pria.
Mereka adalah narcissus yang diekspresikan secara artistik oleh pematung Widayanto.
|
|
Read more...
|
|
|
Warna Kontras pada Lukisan Sam Bimbo |
|
|
|
|
Wednesday, 04 July 2007 |
Ada
warna oranye di dekat warna hijau, ada warna biru dipadu warna merah dan
kuning, ada juga warna jambon dikombinasikan dengan warna hijau. Semua warna
tersebut berada dalam posisi yang berseberangan atau menurut istilah awam
disebut warna bertabrakan. Di tangan Sam Bimbo warna-warna bertabrakan tersebut
menjadi harmonis karena kepekaannya dalam memilih setiap gradasi warna yang
dipadukan.
Kita mengenal Sam Bimbo sebagai seorang penggubah lagu, penyanyi
dan pemimpin kelompok musik Bimbo, yang terdiri dari Sam, Acil, Jaka dan Iin
Parlina. Kelompok yang berdiri akhir tahun 60-an ini telah merilis berbagai gaya lagu dan tema “gado-gado” yang enak di
dengar. Ternyata Sam Bimbo yang nama lengkapnya Raden Lukmansyah Kameswara Muhamad
Samsudin Dayat Harjakusumah juga piawai dalam melukis.
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 24 |