Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Wisata arrow Museum Sebagai Tujuan Wisata
Museum Sebagai Tujuan Wisata PDF Print E-mail
Tuesday, 30 January 2007
Banyak orang yang merasa bingung mengisi hari libur mereka yang hanya berlangsung sehari atau dua hari seperti libur pada Sabtu dan Minggu. Agar Anda tidak merasa bingung, tidak ada salahnya mencoba berwisata ke museum yang banyak ragamnya itu. Dengan mengunjungi tempat-tempat yang “menyimpan” sejarah seperti museum ini memperkaya pengetahuan dan menambah wawasan akan sejarah. Wisata mengunjungi museum ini memang tidak populer di kalangan masyarakat tetapi sebenarnya dengan mengunjungi museum berarti kita telah menambah pengetahuan dan memperluas wawasan yang sangat berguna terutama untuk generasi muda. Kali ini kami mengajak pembaca mengunjungi berbagai museum yang berlokasi di kota Jakarta.

Di Jakarta banyak terdapat museum dengan koleksi yang berbeda. Museum yang dikunjungi ialah Museum Nasional, Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bank Mandiri, Museum Tekstil, Museum Wayang dan Museum Bahari. Griya Asri mengunjungi semua museum yang tersebut di atas dan mengulasnya secara ringkas.

Museum pertama yang dikunjungi adalah Museum Nasional atau Museum Gajah yang berlokasi di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.  Di dalam museum ini terdapat banyak koleksi benda budaya bernilai tinggi. Salah satu koleksinya adalah benda-benda peninggalan zaman prasejarah seperti prasasti dan senjata di zaman purbakala.  Selain itu terdapat juga berbagai koleksi benda-benda keramik mulai dari abad ke-5 sampai dengan abad ke-15 baik yang berasal dari daratan Asia maupun Eropa. Ada pula berbagai benda warisan sejarah yang berasal dari abad ke-16 hingga abad ke-19 yang tersimpan dengan rapi,disamping koleksi perabotan peninggalan Belanda. Koleksi perhiasan emas, berlian serta batu mulia, pusaka dan singgasana para raja serta berbagai perabot yang terbuat dari emas milik bangsawan masa lalu merupakan koleksi berharga museum ini.

Museum Sejarah Jakarta, Museum Fatahillah terletak di jalan Taman Fatahillah, Jakarta Barat dahulu gedung ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan VOC yang mengatur semua administrasi pemerintahan kota Batavia. Berbagai obyek dapat kita saksikan di museum yang diresmikan 4 April 1974 ini antara lain benda-benda bersejarah kota Jakarta dan hasil penggalian arkeologi di Jakarta. Koleksi benda bersejarah yang terdapat di museum ini antara lain uang logam zaman VOC, aneka timbangan kuno, perabot rumah tangga antik mulai dari abad ke-17 sampai abad ke-19, benda-benda arkeologi baik dari masa kerajaan Hindu maupun kerajaan Budha sampai pada masa kerajaan Islam. Selain itu, terdapat juga lukisan-lukisan karya Raden Saleh dan pera-peta tua, serta koleksi benda budaya masyarakat Betawi.

Di halaman museum terdapat meriam Si Jagur yang diyakini mempunyai kekuatan magis. Si Jagur dipercaya masyarakat sebagai lambang kesuburan. Benda seberat 3,5 ton dengan panjang 3,85 meter ini merupakan meriam warisan Portugis. Meriam ini dibuat di Macau dan dibawa dari Malaka ke Batavia pada tahun 1941. Di Museum Sejarah Jakarta ini juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu merupakan tempat menyiksa para tawanan Belanda.

Museum Seni Rupa dan Keramik berlokasi di jalan Pos Kota, Jakarta Barat. Dulu gedung ini merupakan kantor pengadilan zaman Belanda. Adapun koleksi yang ada didalamnya adalah berbagai keramik dari berbagai Negara termasuk keramik di era Majapahit.  Museum yang diresmikan tahun 1976 ini juga memiliki koleksi lukisan pelukis terkenal Indonesia seperti Basuki Abdullah, Affandi, Raden Saleh dan S.Sudjojono.

Museum Tekstil, didirikan pada tahun 1975 berlokasi di Jln.KS.Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Museum ini menyimpan kurang lebih 1.000 koleksi batik dan tenun dari seluruh pelosok nusantara. Koleksi batik dan tenun Indonesia ini juga dilengkapi dengan mesin peralatannya yang sudah berumur lebih dari 200 tahun. Di museum ini diselenggarakan berbagai kursus dan pelatihan agar budaya pembuatan tekstil tradisional Indonesia dapat dilestarikan. Di sini juga terdapat taman seluas 2000 m2 yang terletak di belakang gedung utama yang ditumbuhi pohon-pohon yang dapat digunakan sebagai bahan baku pewarna alam.

Museum Wayang berada persis di sebelah kiri Museum Fatahillah tepatnya di jalan Pintu Besar Utara, Jakarta Barat. Dulunya gedung ini digunakan VOC sebagai gereja para penduduk sipil Eropa termasuk tentara Belanda. Museum ini diresmikan pada tanggal 13 Agustus 1975. Sesuai dengan namanya, Museum Wayang menyimpan koleksi wayang yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia dan juga luar negeri. Koleksi yang dimiliki museum ini berjumlah lebih kurang 5000 wayang. Koleksi dari berbagai daerah di Indonesia yang disimpan antara lain dari Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Koleksi tersebut terdiri dari berbagai jenis wayang golek dan wayang kulit.  Selain itu dipamerkan pula berbagai topeng seperti topeng Cirebon, topeng Bali dan topeng Jawa Tengah.  Koleksi yang berasal dari luar negeri antara lain dari Amerika, Cina, Inggris, India, Kamboja, Malaysia, Prancis, Suriname dan Thailand. Adapula wayang reproduksi yang menceritakan rangkaian sejarah sejak zaman penjajahan Belanda sampai kemerdekaan Indonesia. Museum ini juga menyimpan sejumlah koleksi wayang-wayang yang sudah berumur ratusan tahun.

Museum terakhir yang dikunjungi Griya Asri adalah Museum Bahari yang terletak di jalan Pasar Ikan, Jakarta Utara yang diresmikan pada tahun 1977.  Museum ini menyimpan berbagai koleksi perahu nelayan yang berasal dari seluruh nusantara termasuk peralatan bantu pelayaran seperti jangkar, teropong dan alat-alat navigasi.  Koleksi di museum ini berkaitan dengan kehidupan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.  Adapun koleksi perahu yang tersimpan antara lain perahu compreng, perahu Sopedari Lagoa, perahu biduk bebadung dan perahu alut pasa dari suku Dayak. Museum ini pada zaman Belanda dipakai untuk gudang rempah-rempah.

Semoga cerita singkat hasil kunjungan Griya Asri ke berbagai museum di Jakarta beberapa waktu yang lalu itu dapat memicu generasi muda untuk mengunjungi musem. Ada keasyikan tersendiri ketika mengunjungi museum ini disamping dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang sejarah. Sekali-sekali luanglah waktu Anda mengunjungi museum. Pasti mengasyikkan dan bermanfaat.  (d)

Foto  : Didan

 
< Prev   Next >