|
Banyak orang yang merasa bingung mengisi hari
libur mereka yang hanya berlangsung sehari atau dua hari seperti libur pada
Sabtu dan Minggu. Agar Anda tidak merasa bingung, tidak ada salahnya mencoba
berwisata ke museum yang banyak ragamnya itu. Dengan mengunjungi tempat-tempat
yang “menyimpan” sejarah seperti museum ini memperkaya pengetahuan dan menambah
wawasan akan sejarah. Wisata mengunjungi museum ini memang tidak populer di
kalangan masyarakat tetapi sebenarnya dengan mengunjungi museum berarti kita
telah menambah pengetahuan dan memperluas wawasan yang sangat berguna terutama
untuk generasi muda. Kali ini kami mengajak pembaca mengunjungi berbagai museum
yang berlokasi di kota Jakarta.
Di Jakarta banyak terdapat museum dengan koleksi yang
berbeda. Museum yang dikunjungi ialah Museum Nasional, Museum Sejarah Jakarta
(Museum Fatahillah), Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bank Mandiri, Museum
Tekstil, Museum Wayang dan Museum Bahari. Griya Asri mengunjungi semua museum
yang tersebut di atas dan mengulasnya secara ringkas.
Museum pertama yang dikunjungi adalah Museum Nasional atau
Museum Gajah yang berlokasi di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Di dalam museum ini terdapat banyak koleksi
benda budaya bernilai tinggi. Salah satu koleksinya adalah benda-benda
peninggalan zaman prasejarah seperti prasasti dan senjata di zaman purbakala. Selain itu terdapat juga berbagai koleksi
benda-benda keramik mulai dari abad ke-5 sampai dengan abad ke-15 baik yang
berasal dari daratan Asia maupun Eropa. Ada pula berbagai benda
warisan sejarah yang berasal dari abad ke-16 hingga abad ke-19 yang tersimpan
dengan rapi,disamping koleksi perabotan peninggalan Belanda. Koleksi perhiasan
emas, berlian serta batu mulia, pusaka dan singgasana para raja serta berbagai
perabot yang terbuat dari emas milik bangsawan masa lalu merupakan koleksi
berharga museum ini.
Museum Sejarah Jakarta, Museum Fatahillah terletak di jalan
Taman Fatahillah, Jakarta Barat dahulu gedung ini berfungsi sebagai pusat
pemerintahan VOC yang mengatur semua administrasi pemerintahan kota Batavia.
Berbagai obyek dapat kita saksikan di museum yang diresmikan 4 April 1974 ini
antara lain benda-benda bersejarah kota Jakarta dan hasil
penggalian arkeologi di Jakarta. Koleksi benda bersejarah yang terdapat di
museum ini antara lain uang logam zaman VOC, aneka timbangan kuno, perabot
rumah tangga antik mulai dari abad ke-17 sampai abad ke-19, benda-benda
arkeologi baik dari masa kerajaan Hindu maupun kerajaan Budha sampai pada masa
kerajaan Islam. Selain itu, terdapat juga lukisan-lukisan karya Raden Saleh dan
pera-peta tua, serta koleksi benda budaya masyarakat Betawi.
Di halaman museum terdapat meriam Si Jagur yang diyakini
mempunyai kekuatan magis. Si Jagur dipercaya masyarakat sebagai lambang
kesuburan. Benda seberat 3,5 ton dengan panjang 3,85 meter ini merupakan meriam
warisan Portugis. Meriam ini dibuat di Macau dan dibawa dari Malaka ke Batavia pada tahun 1941.
Di Museum Sejarah Jakarta ini juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu
merupakan tempat menyiksa para tawanan Belanda.
Museum Seni Rupa dan Keramik berlokasi di jalan Pos Kota,
Jakarta Barat. Dulu gedung ini merupakan kantor pengadilan zaman Belanda.
Adapun koleksi yang ada didalamnya adalah berbagai keramik dari berbagai Negara
termasuk keramik di era Majapahit.
Museum yang diresmikan tahun 1976 ini juga memiliki koleksi lukisan
pelukis terkenal Indonesia
seperti Basuki Abdullah, Affandi, Raden Saleh dan S.Sudjojono.
Museum Tekstil, didirikan pada tahun 1975 berlokasi di
Jln.KS.Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Museum ini menyimpan kurang lebih
1.000 koleksi batik dan tenun dari seluruh pelosok nusantara. Koleksi batik dan
tenun Indonesia
ini juga dilengkapi dengan mesin peralatannya yang sudah berumur lebih dari 200
tahun. Di museum ini diselenggarakan berbagai kursus dan pelatihan agar budaya
pembuatan tekstil tradisional Indonesia
dapat dilestarikan. Di sini juga terdapat taman seluas 2000 m2 yang terletak di
belakang gedung utama yang ditumbuhi pohon-pohon yang dapat digunakan sebagai
bahan baku
pewarna alam.
Museum Wayang berada persis di sebelah kiri Museum
Fatahillah tepatnya di jalan Pintu Besar Utara, Jakarta Barat. Dulunya gedung
ini digunakan VOC sebagai gereja para penduduk sipil Eropa termasuk tentara
Belanda. Museum ini diresmikan pada tanggal 13 Agustus 1975. Sesuai dengan
namanya, Museum Wayang menyimpan koleksi wayang yang berasal dari daerah-daerah
di Indonesia dan juga luar negeri. Koleksi yang dimiliki museum ini berjumlah
lebih kurang 5000 wayang. Koleksi dari berbagai daerah di Indonesia yang disimpan antara lain dari
Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Koleksi
tersebut terdiri dari berbagai jenis wayang golek dan wayang kulit. Selain itu dipamerkan pula berbagai topeng
seperti topeng Cirebon, topeng Bali
dan topeng Jawa Tengah. Koleksi yang
berasal dari luar negeri antara lain dari Amerika, Cina, Inggris,
India, Kamboja,
Malaysia, Prancis,
Suriname dan Thailand.
Adapula wayang reproduksi yang menceritakan rangkaian sejarah sejak zaman
penjajahan Belanda sampai kemerdekaan Indonesia. Museum ini juga
menyimpan sejumlah koleksi wayang-wayang yang sudah berumur ratusan tahun.
Museum terakhir yang dikunjungi Griya Asri adalah Museum
Bahari yang terletak di jalan Pasar Ikan, Jakarta Utara yang diresmikan pada
tahun 1977. Museum ini menyimpan berbagai koleksi perahu nelayan yang berasal dari seluruh
nusantara termasuk peralatan bantu pelayaran seperti jangkar, teropong dan
alat-alat navigasi. Koleksi di museum
ini berkaitan dengan kehidupan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari
Sabang sampai Merauke. Adapun koleksi
perahu yang tersimpan antara lain perahu compreng, perahu Sopedari Lagoa,
perahu biduk bebadung dan perahu alut pasa dari suku Dayak. Museum ini pada
zaman Belanda dipakai untuk gudang rempah-rempah.
Semoga cerita singkat hasil kunjungan Griya Asri ke berbagai
museum di Jakarta
beberapa waktu yang lalu itu dapat memicu generasi muda untuk mengunjungi musem.
Ada keasyikan
tersendiri ketika mengunjungi museum ini disamping dapat menambah wawasan dan
pengetahuan kita tentang sejarah. Sekali-sekali luanglah waktu Anda mengunjungi
museum. Pasti mengasyikkan dan bermanfaat.
(d)
Foto : Didan
|