|
Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Propinsi Nusa Tenggara
Barat banyak terdapat obyek wisata yang menarik. Bahkan di antaranya ada yang
sudah “mendunia” dan terkenal di manca negara. Di bawah ini dituturkan beberapa
objek wisata yang pernah dikunjungi Griya Asri.
Di kepulauan Flores terdapat satwa langka yang
dilindungi yakni binatang komodo (Varanus
komodoensis) yaitu sejenis reptil (kadal) raksasa. Reptil ini hidup di Pulau
Komodo dan Pulau Rinca, yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Flores
Barat. Kedua tempat tersebut termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo
(TNK).
Flores yang diberi julukan Nusa Bunga atau Cabo da Flora oleh
enjelajah Portugis mempunyai taman laut
yang indah. Menurut seorang penyelam
pulau ini merupakan sebuah tempat
penyelaman yang sangat indah. Lautnya yang dalam dan jernih dengan batu-batu
karang yang terjal merupakan pemandangan yang spektakuler. Ikannya beraneka
ragam dan berwarna-warni, diantara terumbu karang yang unik. Di dalam laut
Flores ini kita bisa melihat ikan-ikan bermain, dan menari diantara
karang-karang serta meliukkan badannya seperti daun tertiup angin.
Perairan di kawasan
TNK memiliki kekayaan kandungan biota yang
tergolong kaya di dunia. Terumbu karang dalam kawasan TNK merupakan yang terindah
di dunia karena bentuk dan warnanya beraneka. Di perairan ini terdapat jenis ikan bernilai ekonomis tinggi, seperti
kerapu dan ikan napoleon (Chelinus undulatus). Perairan ini juga merupakan
tempat berlindung dan tempat bertelur berbagai jenis ikan karang, penyu hijau
dan penyu sisik. Perairan yang sama merupakan jalur lintasan sekitar 10 jenis
paus dan enam jenis lumba-lumba. Taman ini dinobatkan sebagai warisan dunia (World
Heritage) yang ditetapkan pada tahun 1991 oleh Unesco. Di kawasan Loh Liang, Pulau
Komodo, dan di P. Rinca, wisatawan kalau beruntung dapat menyaksikan kadal-kadal
raksasa yang oleh penduduk setempat disebut ora atau rugu. Lokasi yang tepat untuk menyaksikan komodo ada di Banu Nggulung yang merupakan
sebuah sungai kering yang berjarak sekitar setengah jam berjalan kaki dari Loh
Liang. Di Banu Nggulung ini kita bisa
lebih puas menikmati dan mengamati perilaku komodo dan memotretnya dari jarak
dekat. Di lokasi ini terdapat pos pengamatan berbentuk rumah panggung yang
dipagari balok dan kawat untuk mengamankan pengunjung dari kemungkinan serangan
komodo.
Jika ingin melihat binatang komodo di Pulau Komodo dan Pulau
Rinca, haruslah dikawal oleh polisi hutan alias ranger, wisatawan tidak boleh jalan
sendiri-sendiri karena akan membahayakan mereka. Ranger mengenal betul titik lemah komodo. Ranger mempersenjatai diri dengan
sebatang ranting yang ujungnya bercabang dua untuk menahan leher komodo agar
mulutnya tidak bisa menganga bila menyerang. Ranting juga dapat digunakan untuk
memukul hidung komodo yang merupakan titik terlemahnya.
Tidak jauh dari Pulau Komodo terdapat Labuan Bajo, tempat
yang ideal bagi penyelam melakukan snorkeling. Di sini wisatawan dapat
menyaksikan indahnya warna-warni terumbu karang dengan beragam ikannya.
Kegiatan rekreasi lain yang dapat dilakukan di perairan Labuan Bajo ialah ski
air, selancar angin dan memancing.
Banyak hal-hal yang menarik terdapat di kabupaten Bima, Nusa
Tenggara Barat. Kabupaten Bima mempunyai berbagai keanekaragaman seni dan
budaya tradisional serta keindahan alam yang menjadi andalan objek wisata.
Salah satu tradisi khas Bima adalah atraksi yang cukup menarik yaitu pacuan
kuda tradisional. Pertunjukan balapan kuda ini
dilaksanakan di stadion balapan
kuda di desa Panda. Pacuan kuda tradisional ini sering diselenggarakan pada
hari-hari besar seperti Hari Kemerdekaan Indonesia (Agustus), hari ulang tahun
Bima (Juli), dan hari ulang tahun NTB (Desember). Joki penunggang kuda pacu
balapan ini adalah anak-anak yang umurnya di bawah usia 10 tahun, yang memiliki
keahlian menunggang kuda dengan baik. Di arena pacuan kuda, joki cilik ini menjadi
aktor pertunjukan. Semua harapan baik dari
pemilik kuda maupun penonton bergantung
pada kepiawaian mereka mengendalikan
tali kekang kuda. Mereka hanya diberikan sebuah pecut sebagai pengendali kuda saat
duduk di punggung kuda, tanpa dialasi pelana. Meski para joki tersebut bertubuh
mungil, mereka tak gentar saat menunggangi punggung kuda yang posturnya tinggi
dan bersifat liar itu.
Di Nusa Tenggara Barat terdapat pulau nan cantik bernama pulau Moyo. Pemandangan
yang indah dengan puncak-puncak bukit yang membentang panjang membingkai
punggung pulau, aneka pohon menghijau subur sepanjang tahun. Almarhumah Putri
Diana dari Inggris pernah berkunjung ke sini dan amat terkesan dengan
pemandangannya. Pulau ini terkenal dengan sebagai cagar alam dan tempat wisata
yang terkenal indah. Pulau Moyo terletak 1,5 km sebelah utara pantai Pulau
Sumbawa tidak jauh dari kota Sumbawa Besar.
Di Pulau Moyo terdapat air terjun Mata Jitu yang
bertingkat tujuh yang merupakan salah satu daya pikat tersendiri. Disamping
pesona darat Moyo juga menawarkan pesona laut. Hampir dua pertiga dari pulau
ini merupakan suaka margasatwa panorama alamnya yang indah dan flora faunanya
yang khas merupakan “magnet” kaum wisatawan.
|