Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Wisata arrow Ketika Kapal Selam Jadi Tontonan
Ketika Kapal Selam Jadi Tontonan PDF Print E-mail
Tuesday, 10 October 2006
w1Berwisata menikmati pemandangan alam memang sangat mengasyikkan. Namun, mengunjungi tempat-tempat wisata khusus seperti museum atau monumenpun tidak kalah mengasyikkan. Salah satu tempat wisata khusus yang dapat kita kunjungi saat ini adalah sebuah monumen yang sarat akan sejarah perjuangan. Monumen ini berada di Surabaya, Jawa Timur berupa sebuah kapal selam dan biasa di sebut dengan Monumen Kapal Selam (Monkasel).

Seperti kita ketahui kapal selam merupakan salah satu andalan angkatan laut negara maritim yang perannya dalam peperangan di laut sangat besar. Kapal selam ini mampu menenggelamkan kapal-kapal musuh yang sedang berlayar di permukaan laut dengan torpedonya. Oleh karena itu, kehadiran kapal selam dalam peperangan modern di laut sangat ditakuti musuh.

w2 Monumen yang berada di kawasan Jln. Pemuda Surabaya  ini  merupakan wujud asli dari KRI Pasopati 410 yaitu salah satu kapal selam TNI-AL dari Satuan Kapal Selam Armada RI kawasan timur yang telah “mengabdi” selama 28 tahun. Menurut buku panduan Monkasel, KRI Pasopati 410 ini mempunyai panjang 76.6 m dan lebar 6.3 m, berat kosong 1.050 ton dengan kecepatan 10.3 knots di permukaan air dan jarak jelajah 8.500 mil. Selain itu, KRI Pasopati 410 juga dilengkapi dengan persenjataan terpedo gas 12 buah dan peluncur terpedo 6 buah dengan kapasitas 63 orang awak kapal termasuk perwira.

Kapal selam ini pernah bertugas ketika menyerbu Irian Barat tahun 1962. Kapal selam buatan Rusia ini dipotong-potong menjadi 16 bagian yang kemudian dirangkai menjadi sebuah monumen. Pembangunan monumen ini memakan waktu dua tahun dan tercatat sebagai salah satu monumen kapal selam asli di dunia. Negara lain yang memiliki museum sejenis adalah Jerman.

w3 Monumen yang banyak dikunjungi oleh wisatawan ini dibangun  atas prakarsa Gubernur Jawa Timur dan diresmikan pada bulan Juni 1998. Monumen ini dibangun dengan tujuan untuk menambah obyek wisata bernuansa bahari di Jawa Timur khususnya Surabaya. Tujuan pembangunan monumen ini selain sebagai sarana pelestarian nilai-nilai luhur perjuangan bangsa Indonesia dalam merintis, menegakkan dan mengisi kemerdekaan juga membangkitkan semangat perjuangan generasi muda dan sebagai penghormatan kepada para pejuang kita yang telah bertempur di kawasan laut.

KRI Pasopati bernomor lambung 410, termasuk jenis SS type Whiskey Class yang dibuat di Vladi Wostok-Rusia pada tahun 1952. Sejak Januari 1962 KRI Pasopati masuk jajaran TNI-AL (Satselarmatim) dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh (anti shipping), dengan melakukan pengintaian dan penyerbuan secara diam-diam.

w4 KRI Pasopati ini mempunyai andil dalam menegakkan kedaulatan negara dan kedaulatan hukum di laut yurisdiksi nasional. Misalnya dalam operasi Trikora KRI Pasopati terlibat langsung di garis depan untuk memberi tekanan-tekanan psikologis terhadap lawan, sehingga mempercepat Irian Barat dapat kembali ke dalam wilayah RI. Selain itu masih banyak operasi penting lainnya yang telah dilaksanakan oleh KRI Pasopati. Sejak Januari 1990 kapal ini dinon aktifkan dari jajaran TNI-AL yang ditandai dengan penurunan “bendera” perang dalam suatu upacara militer di pangkalan Surabaya.

Pembangunan Monkasel dimulai Juli 1995 yang ditandai dengan peletakan batu pertama pondasi Monkasel oleh Gubernur Jawa Timur, Basofi Soedirman. Pada waktu itu KRI Pasopati menjadi 16 bagian di PT PAL Indonesia. Kemudian ke-16 bagian itu dibawa ke lokasi monumen dan kemudian dirakit ulang sehingga KRI Pasopati kembali menjadi wujud semula di atas fondasi yang telah disiapkan. Monumen ini diresmikan pada bulan Juni 1998 dan dibuka untuk umum bulan Juli 1998.

w5 Di dalam Monkasel ini, terdapat ruangan yang terbagi atas 7 ruangan. Pada ruangan pertama terdapat ruangan terpedo, yang dilengkapi dengan empat peluncur terpedo, tempat penyimpanan terpedo cadangan dan tempat istirahat ABK serta dome sonar di bagian bawah geladak.

Pada ruangan kedua terdapat Lounge Room Perwira, sekaligus ruang makan dan tempat bekerja perwira. Dibawah geladaknya terdapat ruang penyimpanan batere grup 1. Ruang Pusat Informasi Tempur (PIT), Di ruangan ketiga terdapat geladak digunakan sebagai gudang penyimpanan makanan. Pada ruangan ke empat terdapat Lounge Room Bintara/Tamtama dan dapur, sedangkan di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan batere grup II dan ruang tempat motor diesel.

Kemudian pada ruangan enam dan ruangan ketujuh terdapat tempat motor listrik penggerek kapal, motor-motor bantu dan pengendaliannya serta ruang terpedo buritan, yang dilengkapi dengan dua peluncur terpedo yang berfungsi untuk menyerang atau menghindari musuh.

Keberadaan Monkasel ini merupakan salah satu objek wisata yang banyak menyedot kaum turis di Surabaya. Monkasel dilengkapi dengan gedung multimedia yang menyajikan hiburan video rama untuk lebih mengenal TNI Angkatan Laut. Video ini berdurasi 20 menit yang menceritakan sejarah kapal selam. Suasana sekitar Monkasel membuat para pengunjung betah berlama-lama. Di sana terdapat Taman Swarga Puspitaloka yang asri dengan aneka ragam tumbuhan yang tertata rapi, dipadukan dengan jogging track, koridor, tempat duduk dan lampu-lampu hias. Selain itu kita dapat juga menikmati wisata air Kalimas. (Didan)

 
< Prev   Next >