Issues
-
April, 2008
-
March, 2008
-
February, 2008
-
January, 2008
-
December, 2007
-
November, 2007
-
October, 2007
-
September, 2007
-
August, 2007
-
July, 2007
|
|
Ketika Kapal Selam Jadi Tontonan |
|
|
|
|
Tuesday, 10 October 2006 |
Berwisata menikmati pemandangan alam memang
sangat mengasyikkan. Namun, mengunjungi tempat-tempat wisata khusus seperti
museum atau monumenpun tidak kalah mengasyikkan. Salah satu tempat wisata
khusus yang dapat kita kunjungi saat ini adalah sebuah monumen yang sarat akan
sejarah perjuangan. Monumen ini berada di Surabaya, Jawa Timur berupa sebuah
kapal selam dan biasa di sebut dengan Monumen Kapal Selam (Monkasel).
Seperti kita ketahui kapal selam merupakan salah satu andalan
angkatan laut negara maritim yang perannya dalam peperangan di laut sangat
besar. Kapal selam ini mampu menenggelamkan kapal-kapal musuh yang sedang
berlayar di permukaan laut dengan torpedonya. Oleh karena itu, kehadiran kapal
selam dalam peperangan modern di laut sangat ditakuti musuh.
Monumen yang berada di kawasan Jln. Pemuda Surabaya ini
merupakan wujud asli dari KRI Pasopati 410 yaitu salah satu kapal selam
TNI-AL dari Satuan Kapal Selam Armada RI kawasan timur yang telah “mengabdi”
selama 28 tahun. Menurut buku panduan Monkasel, KRI Pasopati 410 ini mempunyai
panjang 76.6 m dan lebar 6.3 m, berat kosong 1.050 ton dengan kecepatan 10.3
knots di permukaan air dan jarak jelajah 8.500 mil. Selain itu, KRI Pasopati
410 juga dilengkapi dengan persenjataan terpedo gas 12 buah dan peluncur
terpedo 6 buah dengan kapasitas 63 orang awak kapal termasuk perwira.
Kapal selam ini pernah bertugas ketika menyerbu Irian Barat
tahun 1962. Kapal selam buatan Rusia ini dipotong-potong menjadi 16 bagian yang
kemudian dirangkai menjadi sebuah monumen. Pembangunan monumen ini memakan
waktu dua tahun dan tercatat sebagai salah satu monumen kapal selam asli di
dunia. Negara lain yang memiliki museum sejenis adalah Jerman.
Monumen yang banyak dikunjungi oleh wisatawan ini
dibangun atas prakarsa Gubernur Jawa
Timur dan diresmikan pada bulan Juni 1998. Monumen ini dibangun dengan tujuan untuk
menambah obyek wisata bernuansa bahari di Jawa Timur khususnya Surabaya. Tujuan
pembangunan monumen ini selain sebagai sarana pelestarian nilai-nilai luhur
perjuangan bangsa Indonesia dalam merintis, menegakkan dan mengisi kemerdekaan juga
membangkitkan semangat perjuangan generasi muda dan sebagai penghormatan kepada
para pejuang kita yang telah bertempur di kawasan laut.
KRI Pasopati bernomor lambung 410, termasuk jenis SS type
Whiskey Class yang dibuat di Vladi Wostok-Rusia pada tahun 1952. Sejak Januari
1962 KRI Pasopati masuk jajaran TNI-AL (Satselarmatim) dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh (anti shipping), dengan
melakukan pengintaian dan penyerbuan secara diam-diam.
KRI Pasopati ini mempunyai andil dalam menegakkan kedaulatan
negara dan kedaulatan hukum di laut yurisdiksi nasional. Misalnya dalam operasi
Trikora KRI Pasopati terlibat langsung di garis depan untuk memberi
tekanan-tekanan psikologis terhadap lawan, sehingga mempercepat Irian Barat
dapat kembali ke dalam wilayah RI. Selain itu masih banyak operasi penting
lainnya yang telah dilaksanakan oleh KRI Pasopati. Sejak Januari 1990 kapal ini
dinon aktifkan dari jajaran TNI-AL yang ditandai dengan penurunan “bendera” perang
dalam suatu upacara militer di pangkalan Surabaya.
Pembangunan Monkasel dimulai Juli 1995 yang ditandai dengan
peletakan batu pertama pondasi Monkasel oleh Gubernur Jawa Timur, Basofi Soedirman.
Pada waktu itu KRI Pasopati menjadi 16 bagian di PT PAL Indonesia. Kemudian ke-16
bagian itu dibawa ke lokasi monumen dan kemudian dirakit ulang sehingga KRI
Pasopati kembali menjadi wujud semula di atas fondasi yang telah disiapkan.
Monumen ini diresmikan pada bulan Juni 1998 dan dibuka untuk umum bulan Juli
1998.
Di dalam Monkasel ini, terdapat ruangan yang terbagi atas 7
ruangan. Pada ruangan pertama terdapat ruangan terpedo, yang dilengkapi dengan
empat peluncur terpedo, tempat penyimpanan terpedo cadangan dan tempat
istirahat ABK serta dome sonar di bagian bawah geladak.
Pada ruangan kedua terdapat Lounge Room Perwira, sekaligus
ruang makan dan tempat bekerja perwira. Dibawah geladaknya terdapat ruang
penyimpanan batere grup 1. Ruang Pusat Informasi Tempur (PIT), Di ruangan
ketiga terdapat geladak digunakan sebagai gudang penyimpanan makanan. Pada ruangan
ke empat terdapat Lounge Room Bintara/Tamtama dan dapur, sedangkan di bawah
geladak terdapat ruang penyimpanan batere grup II dan ruang tempat motor
diesel.
Kemudian pada ruangan enam dan ruangan ketujuh terdapat
tempat motor listrik penggerek kapal, motor-motor bantu dan pengendaliannya serta
ruang terpedo buritan, yang dilengkapi dengan dua peluncur terpedo yang
berfungsi untuk menyerang atau menghindari musuh.
Keberadaan Monkasel ini merupakan salah satu objek wisata
yang banyak menyedot kaum turis di Surabaya. Monkasel dilengkapi dengan gedung
multimedia yang menyajikan hiburan video rama untuk lebih mengenal TNI Angkatan
Laut. Video ini berdurasi 20 menit yang menceritakan sejarah kapal selam. Suasana
sekitar Monkasel membuat para pengunjung betah berlama-lama. Di sana terdapat Taman
Swarga Puspitaloka yang asri dengan aneka ragam tumbuhan yang tertata rapi,
dipadukan dengan jogging track, koridor, tempat duduk dan lampu-lampu hias. Selain itu kita dapat
juga menikmati wisata air Kalimas. (Didan)
|

|