| Kepulauan Raja Ampat |
|
|
|
| Thursday, 01 June 2006 | |
|
Tidak terbayangkan sebelumnya akan
ada lokasi seindah Kepulauan Raja Ampat. Lautnya memiliki kekayaan kehidupan
terumbu karang, ikan dan biota laut yang
luar biasa, menciptakan keindahan bawah laut begitu mempesona. Di atas
air, pulau-pulaunya diselimuti oleh hutan penuh dengan flora-fauna unik,
menyajikan bentang alam spektakuler. Mungkin di sinilah tempat terindah dan terunik di Indonesia
bahkan di dunia.
Kepulauan ini terletak di daerah kepala burung pulau Papua, dengan luas wilayah mencapai 4,6 juta hektar. Sekitar 85% dari luas tersebut merupakan lautan, sisanya merupakan 610 pulau yang kebanyakan tidak berpenghuni. Hanya pada 35 pulau saja keberadaan penduduk asli dari 10 suku dapat dijumpai. Nama Raja Ampat sendiri berasal dari kehadiran 4 pulau besar, yaitu Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo. Raja Ampat baru mulai dikenal pada tahun 2001 dan 2002 setelah dilakukan survai ilmiah oleh dua lembaga konservasi dunia yaitu Conservation International dan The Nature Conservation. Hasil temuannya membuat John Vernon, seorang pakar terumbu karang dunia yang terlibat dalam penelitian ini, terpukau. “ Belum pernah ada sebelumnya di dunia para peneliti menemukan 400 jenis terumbu karang dalam sekali penyelaman seperti di Raja Ampat”, komentarnya. Rekannya Dr. Gerry Allen, ahli ikan, mencatat penemuan yang tidak kalah mengesankan. Dengan satu kali menyelam di Kri, salah satu pulau di Raja Ampat, dia mampu menjumpai 283 jenis ikan. Suatu pengalaman yang sulit dijumpai di tempat lain. Istilah dari penduduk asli, kalau mau makan tanak nasi dulu kalau sudah selesai baru cari lauknya, mencerminkan betapa melimpahnya sumber daya alam daerah ini. Karena waktu yang dibutuhkan untuk mencari lauk di laut jauh lebih singkat dibandingkan dengan lamanya membuat nasi. Total tercatat 537 jenis karang keras, 1074 ikan karang dan 699 kerang-kerangan, cukup untuk membuat Raja Ampat dinobatkan sebagai daerah keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia. Mengunjungi kepulauan ini tidaklah terlalu sulit walau memang memakan waktu dan biaya cukup besar. Kita dapat menggunakan maskapai penerbangan dari Jakarta ke Sorong via Menado selama 6 jam penerbangan. Dari Sorong –kota yang cukup besar dan fasilitas lumayan lengkap- untuk menjelajahi Raja Ampat pilihannya ada dua, ikut tur dengan perahu pinisi atau tinggal di resor Papua Diving. Sekalipun kebanyakan wisatawan yang datang ke Raja Ampat saat ini adalah para penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik juga bagi turis non penyelam karena juga memiliki pantai-pantai berpasir putih yang sangat indah, gugusan pulau-pulau karst nan mempesona dan flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis anggrek. Banyak sekali tempat menarik di Raja Ampat sehingga sekali kunjungan saja tidak cukup. Lokasi-lokasi menyelam melimpah, kita dapat menemukan taman terumbu karang berwarna warni di sekitar Pulau Fam, menjumpai beranekaragam jenis ikan dalam jumlah banyak di Pulau Kri, mencari kuda laut kerdil di Pulau Gam atau melihat surga nudibranch di Teluk Kaboei. Di samping itu Pulau Wai merupakan tempat menakjubkan untuk mengamati ikan Manta dan bangkai pesawat tempur sisa perang dunia II serta penyelaman di malam hari. Beberapa terusan sempit dapat dijumpai di sini seperti antara Pulau Waigeo dan Gam selebar 20 meter dengan hutan di tepiannya dan terumbu karang di bawah air menciptakan suasana yang sangat berbeda dan unik. Sisi utara dekat garis ekuator di Pulau Wayag, pulau-pulau karts terjal berbentuk seperti cendawan bermunculan dari dalam laut menciptakan pemandangan bak di negeri dongeng. Pada sisi ini pula, di pulau Asia dapat dijumpai terumbu karang berbentuk atol besar. Pulau Misool yang berada di bagian selatan Raja Ampat juga tidak kalah mempesona, selain keindahan bawah airnya, tempat ini memiliki banyak pulau-pulau karang dengan gua-guanya. Selama perjalanan di laut terkadang ikan lumba-lumba menemani berenang di sisi kapal, kalau beruntung bisa berpapasan dengan ikan paus seperti paus pembunuh (orca) atau false killer whale Mengingat sangat luasnya wilayah Raja Ampat, masih tersedia ruang untuk menemukan lokasi-lokasi baru menarik selain yang sudah ada. Sekalipun masih ada beberapa kegiatan merusak seperti pengeboman ikan, tetapi masih banyak tempat memiliki kondisi alam yang sangat baik, laut maupun daratannya. Tidak mengherankan Raja Ampat, saat ini sedang diusulkan untuk menjadi World Heritage Site. -Rifki Sungkar- |
| < Prev |
|---|


















