|
Kabupaten Garut yang terletak di Propinsi Jawa Barat, memliki
lahan pertanian yang subur dan beragam obyek wisata yang menarik. Di sini
wisatawan dapat menikmati berbagai objek wisata mulai dari panorama gunung,
laut, pantai sampai dengan budaya. Kota garut yang terletak sekitar 63 km di tenggara Bandung,
merupakan dataran tinggi yang
dikelilingi sejumlah gunung yang masih aktif. Pada era tahun 20-an, kota ini dijuluki Swiss van Java
karena pesona alamnya yang menakjubkan dengan kontur alam yang eksotis dan
udaranya yang sejuk bagaikan negara Swiss.
Selama ini orang hanya mengenal Kabupaten Garut sebagai
penghasil dodol, tempat wisata air panas Cipanas, situ Bagendit, danau
Cangkuang dan Telagabodas. Ternyata di kabupaten Garut banyak terdapat objek
wisata lain seperti curug Orok, kawah
Kamojang dan kawah Papandayan. Di kawasan Pamempeuk (Garut Selatan) misalnya
juga terdapat beberapa wisata pantai di antaranya pantai Santolo dan pantai
Sayang Heulang.
Kalau dihitung-hitung di kawasan ini terdapat sekitar 30
tempat wisata, baik yang sudah dikelola dengan baik maupun yang belum dikelola.
Wisata pantai di Garut, yang sering dikunjungi para turis di
antaranya pantai Santolo dan pantai Sayang Heulang. Kedua pantai ini berpasir
yang putih dan masing-masing mempunyai keunikan tersendiri. Pantai Santolo
dikenal sebagai pelabuhan nelayan tradisional yang dermaganya merupakan
peninggalan Belanda pada abad ke-18. Di kawasan ini terdapat Cilaut Euren,
yaitu teluk yang memisahkan tempat pelabuhan nelayan tradisional dengan tempat wisata pantai Santolo. Jadi
jika pengunjung hendak menikmati keindahan pantai Santolo mereka harus naik
perahu terlebih dahulu dari pelabuhan
tradisional. Di perairan Cilaut Euren ini kita dapat menaiki perahu menuju
curug (air terjun). Perjalanan menuju curug ini dapat ditempuh dalam jangka
waktu 15 menit dari tempat pelelangan ikan. Curug ini seolah-olah memisahkan
lautan luas dan selat Cilaut Euren.
Di tempat ini kita dapat menyaksikan para nelayan yang melaut
di pagi hari. Di Santolo ini kita dapat menikmati hidangan ikan-ikan bakar yang
tersedia di setiap restoran yang banyak terdapat di sekitar tepi pantai. Di
tempat ini juga banyak tempat-tempat penginapan, yang disewakan untuk para
turis.
Selain pantai Santolo ada pula pantai Sayang Heulang yang pemandangannya
tidak kalah indahnya dibandingkan dengan pantai lain. Di daerah ini terdapat
pulau kecil berbatu karang berwarna hitam yang cukup menarik untuk dikunjungi.
Objek wisata lain yang terdapat di kabupaten Garut adalah
Curug Orok. Di kawasan curug Orok ini
terdapat beberapa curug yang saling berdampingan dan tampak unik. Selain
curug utama yang tingginya sekitar 20 meter ada juga beberapa curug kecil yang
seolah-olah mendampingi curug utama. Curug-curug yang lebih kecil tersebut airnya keluar langsung dari tebing
sekelilingnya. Untuk menuju ke curug yang berada di desa Cikandang, kecamatan
Cikajang ini kita harus melintasi kebun teh.
Objek wisata lain yang banyak dikunjungi turis ialah Situ
Bagendit. Di danau yang luasnya 128 ha ini
kita bisa berlayar ke tengah dengan rakit bambu tradisional. Sesampainya di tengah
kita bisa beristirahat sejenak di rakit-rakit yang sudah berada terlebih dahulu
tertambat mulai dari pagi sampai sore. Rakit-rakit tersebut sengaja dihadirkan
sebagai tempat untuk menjajakan makanan ringan kepada para pelancong.
Perjalanan berkeliling danau ini sungguh
sangat mengasyikkan. Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan di atas rakit
tersebut seperti membaca, lesehan di bambu rakit atau kalau membawa bekal
makanan, kita bisa menyantapnya di atas rakit tersebut. Danau (situ) ini berada
di kecamatan Banyuresmi, sekitar 13 km dari kota Garut. Dari danau ini para
wisatawan dapat melihat keindahan panorama alam termasuk panorama enam pulau
mini yang mengelilingi situ tersebut.
Danau lain yang berlokasi di kawasan ini ialah danau
Cangkuang. Di sini kita bisa mengunjungi sebuah situs purbakala berupa candi setinggi
8,5 m bernama candi Cangkuang. Candi ini merupakan peninggalan kebudayaan Hindu
pada abad VIII Masehi. Candi yang terletak
di atas bukit kecil ini berada di tengah danau Cangkuang yang tenang dan indah. Untuk menuju
tempat ini kita harus menggunakan angkutan tradisional berupa rakit dari bambu yang bercat aneka warna.
Rakit yang berkapasitas 30 orang ini baru beroperasi kalau penumpangnya sudah
penuh. Rakit tersebut bisa juga di carter. Menurut cerita candi ini merupakan bekas
peninggalan kerajaan Galuh yang ada di Garut dan ditemukan bulan Desember 1966.
Disamping candi Cangkuang terdapat makam Embah Dalem Arif
Muhammad, seorang penyebar agama Islam di daerah ini. Di kawasan candi
Cangkuang ini terdapat Kampung Pulo yang terdiri dari enam rumah yang berjejer
dan berhadap-hadapan, masing-masing tiga di sebelah kiri dan tiga disebelah
kanan, ditambah dengan satu musala. Rumah-rumah tersebut bercat kuning muda dan
jumlahnya tidak boleh lebih dari enam buah, artinya hanya diperuntukan untuk
enam keluarga. Jika ada perkawinan, maka keluarga baru tersebut harus keluar
dari kampung tersebut. Orang dapat berwisata ke sini sambil menikmati candi dan
danau. Pengunjung datang ke sini untuk berwisata ziarah serta wisata budaya yaitu melihat kampung Pulo.
Kabupaten Garut juga memiliki beberapa kawah yang juga
merupakan objek wisata diantaranya kawah Papandayan dan kawah Kamojang. Menelusuri
kawah-kawah ini merupakan pengalaman yang mengasyikkan.
Setelah
berkeliling-keliling, di berbagai kawasan objek wisata di kabupaten Garut
tentulah tidak lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh. Selain dodol Garut, juga
ada oleh-oleh khas Garut yaitu barang kerajinan
dari kulit yang terdapat di kawasan Sukaregang. Harganya pun cukup miring bergantung
pada mutu bahan kulit. Di Sukaregang ini wisatawan dapat datang langsung menyaksikan
para perajin membuat barang-barang kerajinan mulai dari bahan mentah
sampai siap dijual dalam bentuk jaket,
topi, sepatu, dompet, topi, tas, sandal, ikat pinggang, sarung tangan,
gantungan kunci dan lain-lain.
Berwisata ke berbagai obejk wisata di kabupaten Garut sangat
menyenangkan dan mengasyikkan. Di berbagai tempat tersebut dapat dipastikan
etrdapat tempat-tempat orang menjual makanan. Tetapi ada yang perlu di catat
yaitu berwisata ke sini kita harus rajin
bertanya-tanya kepada penduduk setempat tentang keberadaan
lokasi wisata yang akan kita tuju karena kota ini miskin dengan papan petunjuk ke tempat-tempat wisata
tersebut. (Didan N. Sardjono)
|