|
Solo merupakan salah satu
kota besar di Indonesia yang memiliki banyak objek wisata. Kota Solo
memang merupakan salah satu tempat
wisata belanja kain batik terkenal di Indonesia. Di sini banyak sekali terdapat
sentra kain batik, yang tersohor antara lain kawasan Kampung Batik Laweyan dan kawasan
Kampung Wisata Batik Kauman. Kedua kawasan ini
dikelola secara baik oleh Pemerintah Kota dan pelaku usaha batik.
Sejak beberapa tahun lalu sejumlah pengusaha batik di kedua
kawasan tersebut mulai menampakkan kegiatan yang lebih progresif. Kerja sama
antara biro perjalanan wisata dengan pengusaha batik setempat pun sudah
berjalan dengan baik. Dewasa ini banyak wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara berkunjung ke kawasan tersebut
dapat menikmati proses pembuatan batik
secara langsung. Bahkan mereka pun juga dapat belajar membatik disana. Demikian
dikatakan oleh Alpha Febela Priyatmono pimpinan
komunitas Kampung Batik Laweyan dan Gunawan Setiawan pimpinan komunitas Kampung
Wisata Batik Kauman.
Batik merupakan hasil karya seni tradisional yang banyak
ditekuni masyarakat Laweyan. Sejak abad ke-19 kampung ini sudah dikenal sebagai
kampung batik. Itulah sebabnya kampung
Laweyan pernah dikenal sebagai kampung juragan batik yang mencapai kejayaannya
di era tahun 70-an. Menurut Alpha yang juga pengelola Batik Mahkota, di kawasan
Laweyan banyak terdapat perkampungan yang penduduknya banyak menjadi produsen batik dan pedagang batik
sejak dulu sampai sekarang. Di sinilah tempat berdirinya Syarekat Dagang Islam,
sebuah asosiasi dagang pertama yang didirikan oleh para produsen dan pedagang
batik pribumi, yang dipimpin oleh KH.Samanhudi, pada tahun 1912. Kalau kita
berkeliling di kawasan Laweyan, terdapat banyak lorong-lorong sempit yang hanya
cukup dilalui oleh sepeda motor saja. Lorong tersebut diapit oleh pagar tembok yang tingginya 3 sampai 5 meter.
Ternyata dibalik tembok tersebut terdapat rumah-rumah mewah dengan arsitektur
yang menawan, bekas kejayaan para pedagang batik pribumi tempo dulu. Menelusuri
lorong-lorong sempit disini merupakan keasyikan tersendiri bagi kaum turis. Kita
seolah-olah berjalan di antara monumen sejarah kejayaan para pedagang batik
tempo dulu.
Banyak juga rumah-rumah bekas saudagar batik yang kini
difungsikan sebagai hotel atau losmen dengan tetap mempertahankan arsitekturnya
aslinya. Sejak Laweyan dicanangkan sebagai kampung wisata batik, banyak rumah
yang membuka diri dengan memajang dan menjual batik untuk para turis. Jenis
batik yang ditawarkan bermacam-macam mulai dari batik, tulis, batik cap,
pakaian jadi, blus, baju tidur, kebaya sampai sarung bantal.
Sama halnya dengan Laweyan, di kawasan Kauman juga banyak
terdapat rumah mewah dengan beragam arsitektur
seperti gaya campuran Eropa, Jawa
dan Cina, dengan ornamen aneka ukiran pada dinding kayunya. Rumah-rumah
tersebut berposisi rapat, dan menyisakan
gang yang sangat sempit bagi pejalan kaki.
Menurut Gunawan yang juga pemilik, Batik Gunawan Setiawan
awalnya, kampung Kauman ini
diperuntukkan bagi tempat tinggal kaum ulama kerajaan dan kerabatnya. Kauman
merupakan tempat saudagar batik merangkap karyawan di keraton yang pada umumnya berstatus abdi
dalam. Dengan demikian produk motif batik mereka dipengaruhi gaya keraton.
Di Kampung Kauman juga banyak terdapat produsen dan pedagang batik yang sukses
seperti di kampung Laweyan. Kampung ini
merupakan pemasok batik ke kota Solo. Produk batik Kauman akhirnya meluas
sampai ke berbagai pelosok tanah air. Produk yang ada di Kauman antara lain batik tulis klasik yang sudah
dimodifikasi, dan batik tulis klasik
motif kuno/pakem dari keraton.
Salah satu tempat lain yang sering dikunjungi oleh wisatawan
adalah pasar Klewer yang merupakan sentra berbagai hasil kerajinan batik. Bagi
masyarakat Jawa pasar Klewer ini sudah sangat dikenal sebagai sumber batik
tulis dan batik cap. Kesinilah para pedagang batik membeli barang dagangannnya.
Solo juga mempunyai tempat wisata
belanja barang kerajinan yang berada di
pasar Triwindu. Pasar ini terkenal sebagai pasar loak yang menjual
pernak-pernik antik dan unik. Disini kita akan menemui barang-barang antik dan
unik seperti porselin dari Cina, lampu teplok, topeng kayu, hiasan wayang dari
kulit.
Tidak lengkap rasanya kalau ke solo kita tidak menyambangi
tempat-tempat makan tradisional. Makanan di Solo terkenal sangat nikmat dan
harganya murah, di antaranya tahu kupat,
pecel ndeso, thengkleng, Ledre intip, gado-gado, tahu acar, gethuk lindri, nasi liwet, sate buntel, timlo, soto sapi, dan serabi.Tempat makan ini misalnya Lesehan
Kota Barat (tempat makan), Lesehan Stadion Manahan (tempat makan dan
nongkrong), Keprabon (tempat makan nasi liwet), Pujasari Sriwedari (tempat makan),
Gudeg Jl. Monginsidi (di buka pukul 01:30), Timlo Solo, Warung Pelem dan Sate Buntel.
Kota Solo memang merupakan gudangnya makanan enak. Hampir semua kawasan di kota
Solo dijumpai tempat-tempat untuk mengisi perut mulai dari pagi hingga dini
hari. (didan) ft : Didan
|