|
Tanaman tropis diaplikasikan dalam komposisi tegas yang
serba bersih menciptakan kesan simpel dan modern melengkapi rumah tropis suasana
resor ini.
Jika biasanya tanaman tropis diaplikasikan dalam komposisi
yang serba natural maka tampilan taman yang menyelimuti bangunan tropis dua
lantai ini memberikan kesan yang berbeda dari biasanya. Secara umum tidak ada pilihan
tanaman yang khusus untuk taman ini, karena jenis-jenis tanamannya sama dengan
yang biasa kita jumpai. Perbedaannya adalah cara penataannya sehingga secara
keseluruhan memberi tampilan yang unik.
Prinsip awal desain untuk ruang luar rumah tinggal ini
ditangani oleh tim arsitek Herwin dan Leoni yang bekerja sama dengan desainer
lanskap Heri Syaefudin. Massa bangunan mendominasi area kaveling sehingga
tersisa area selebar 5 meter saja yang mengelilingi area samping dan muka
bangunan. Dengan tembok pembatas kaveling yang cukup tinggi mengelilingi
bangunan maka praktis hanya sedikit area yang tersisa untuk membuat taman agar
rumah tersebut menjadi lebih bersuasana resor seperti yang direncanakan. Untuk
menyiasatinya, dibuat taman yang kesannya lebih ‘vertikal’ yaitu dengan memilih
tanaman yang karakter tumbuhnya vertikal dengan memanfaatkan bidang vertikal
sepanjang garis pagar.
Jalur pedestrian berbentuk L dibuat mengikuti garis pagar. Bangunan
dimulai dari pintu masuk menuju ke teras samping. Jalur dibuat tegas dan jelas berupa
pengerasan batu andesit yang secara prinsip memisahkan taman menjadi dua area
yaitu area tanaman dan area rumput. Area tanaman berada pada posisi pagar
sedangkan area rumput berada di sekitar bangunan. Komposisi seperti ini memberi
efek luas pada ruangan yang terbatas.
Tanaman yang karakter tumbuhnya vertikal ditanam secara
homogen dalam jumlah massal untuk mengisi satu bidang lahan. Beberapa jenis
tanaman yang bertajuk melebar ditanam pada area-area tertentu untuk menaungi
sekitar area sekaligus untuk keseimbangan bentuk terhadap bangunan.
Variasi dan dinamika dari komposisi yang homogen itu
mengikuti dinamika dinding pagar yang dibuat bervariasi. Pagar yang rendah
dilengkapi dengan tanaman yang skalanya kecil seperti tanaman irish
yang melatarbelakangi pagar setinggi satu meter berwarna hitam. Tinggi maksimal
tanaman hanya mencapai 70 cm berada pada skala yang berimbang dengan pagar, sedangkan
untuk pagar yang tinggi menggunakan bambu hijau yang tingginya bergradasi.
Komposisi yang sedikit kompleks dijumpai pada area di sekitar
pintu masuk sebagai penekanan untuk welcome area. Sepasang kamboja kuning
meneduhi area pintu masuk yang letaknya berjenjang semakin tinggi menuju area
foyer. Tanaman hias dari kelompok Bromelia menjadi penutup tanah di seputar
pohon. Komposisi tanaman yang sejenis juga mewarnai area plaza di sekitar teras
samping. Area multifungsi yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan outdoor
keluarga ini menekankan pada aspek keteduhan untuk menunjang kenyamanan saat
beraktivitas. Agar kesan bersih pada area plaza menjadi lebih kentara, maka
area penanaman diatur dalam bak setinggi 60 cm sejajar dengan tinggi lantai di
dalam rumah. Beragam tanaman tahan teduh seperti Costus dan maranta mengisi
komposisi bak tanaman ini.
Elemen hardmaterial juga diaplikasikan pada taman ini. Selain
untuk memberikan aksentuasi juga untuk memberikan dinamika pada taman yang
bentuknya sempit memanjang dan serba geometris ini. Pengolahan dinding dengan
sebuah aksesori gentong gerabah yang diberi hiasan kulit telur menjadi salah
satu contoh pengolahan yang elegan. Penampilannya ibarat sebuah lukisan
berbingkai yang menjadi eye catcher bila dilihat dari arah ruang-ruang dalam.
Untuk menikmati keindahan taman, ditempatkan gazebo Bali tepat di titik sudut
taman. Gazebo yang terbuat dari kayu kelapa beratap ilalang menjadi “jeda“ antara
area depan dan area pribadi ke taman yang lebih masuk dalam.
Lokasi : Rumah tinggal di
Jakarta Utara
Arsitek : Herwin Octavianus dan Leoni Sukandar
Lanskap : Heri Syaefudin dari GONKU Nursery
Lighting : Leni dari Lentera Art Lighting
|