|
Keberadaan taman dapat menjadi media untuk mengekspresikan
sebuah karya seni. Dalam hal ini seni patung dapat menjadi bagian dari
kelengkapan sebuah komposisi taman.
Taman rumah tinggal yang diliput ini terletak di wilayah
Jakarta Selatan dengan menempati kaveling yang luasnya sekitar 6000 m2, suatu
ukuran lahan yang luar biasa untuk sebuah rumah tinggal yang berada di tengah
kota. Koleksi-koleksi unik patung karya seniman ternama yang dimiliki keluarga
serta kebiasaan untuk mengadakan acara di ruang luar, mendasari perancangan
taman rumah ini yang ditangani oleh seorang desainer lanskap, Ir. Yuwono. Ruang
terbuka hijau yang “menyelimuti” rumah tinggal ini diciptakan agar dapat
meningkatkan kualitas udara di sekitar lingkungan rumah.
Konsep taman tropis dekoratif mendasari konsep perancangan
ruang luarnya. Tanaman-tanaman yang memiliki keunikan bentuk dan karakter
tampil menawan. Beberapa benda seni berupa patung karya beberapa seniman ditempatkan
di sudut-sudut tertentu yang dipadu dengan aneka tanaman sehingga menampilkan
komposisi yang cantik. Pada tahap pemilihan jenis tanaman, pemilik dan desainer
sepakat untuk memilih jenis-jenis yang mudah merawatnya seperti tidak perlu
pemangkasan bentuk dan tidak dipilih jenis-jenis yang rontokan daunnya sangat
banyak. Keputusan ini diambil agar memberi kemudahan perawatan dalam jangka
panjang untuk taman yang luas.
Taman yang berbentuk U mengapit massa bangunan dua lantai
yang menempati tapak berbentuk persegi dan berarsitektur modern ini. Sisi bangunan
yang menghadap ke arah taman belakang dirancang transparan sehingga terjadi
interaksi maksimal dengan taman tersebut. Pada tampak depan dilengkapi dengan
taman yang lebih dekoratif dan sekaligus berfungsi sebagai penyangga pemandangan
ke arah bagian yang lebih pribadi.
Area taman depan merupakan area drop off dengan taman di
sisi kiri-kanan jalur mobil. Untuk mengurangi kesan monoton dari area yang
memanjang tersebut, desainer memberi kejutan yang berbeda pada setiap segmennya
Dalam hal ini elemen hardscape dikombinasikan dengan elemen softscape sehingga
menampilkan desain lanskap yang tidak membosankan.
Untuk mencapai taman belakang yang bersifat lebih pribadi,
tamu melewati ‘koridor’ taman yang memanjang. Sepasang patung Bali sebagai
gapura dengan jajaran palem phoenix dan keindahan pohon sawo menjadi area
penerima yang mengantarkan tamu ke area yang lebih masuk ke dalam.
Taman belakang dirancang terbuka karena difungsikan sebagai
taman interaktif untuk berbagai aktivitas. Itulah sebabnya taman dibiarkan
terbuka dengan halaman rumput yang mengisi bidang tengah dan komposisi tanaman yang
ditarik ke arah tepi. Komposisi tinggi tanaman tersebut sengaja dirancang untuk
menyamarkan dog way dan pagar pembatas kaveling. Beberapa area duduk
ditempatkan pada taman belakang. Sebagian ada yang beratap pergola transparan,
tetapi ada pula yang berupa plaza terbuka tanpa atap.
Komposisi yang padat dan dekoratif berada di seputar
bangunan utama dari arah ruang keluarga. Dinding kaca sangat lebar yang
menghadap ke taman mempermudah orang untuk menikmati keindahan taman tersebut. Pada
area ini unsur air dihadirkan dengan membuat kolam hias untuk pemeliharaan ikan
koi koleksi keluarga. Efek mikro yang muncul karena kehadiran air ini secara
langsung menciptakan kesejukan di sekitarnya.
Phoenix roebelini dengan batangnya yang meliuk eksotik
menjadi eye catcher pada area di seputar kolam. Tanaman-tanaman filler yang
tahan teduh seperti Aglaonema dan Philodendron mengisi area yang sebagian besar
ternaungi oleh kanopi pohon sikat botol (Callistemon) yang sudah tumbuh tinggi.
Warna bunganya yang cantik seperti sikat pembersih botol, menjadi elemen
dekoratif yang menarik.
Lokasi : Kebayoran Baru – Jakarta Selatan
Desainer Lanskap: Ir. Yuwono
|