Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Taman arrow Taman Sebagai Ekspresi Seni
Taman Sebagai Ekspresi Seni PDF Print E-mail
Sunday, 11 November 2007

img_1220 Keberadaan taman dapat menjadi media untuk mengekspresikan sebuah karya seni. Dalam hal ini seni patung dapat menjadi bagian dari kelengkapan sebuah komposisi taman.

Taman rumah tinggal yang diliput ini terletak di wilayah Jakarta Selatan dengan menempati kaveling yang luasnya sekitar 6000 m2, suatu ukuran lahan yang luar biasa untuk sebuah rumah tinggal yang berada di tengah kota. Koleksi-koleksi unik patung karya seniman ternama yang dimiliki keluarga serta kebiasaan untuk mengadakan acara di ruang luar, mendasari perancangan taman rumah ini yang ditangani oleh seorang desainer lanskap, Ir. Yuwono. Ruang terbuka hijau yang “menyelimuti” rumah tinggal ini diciptakan agar dapat meningkatkan kualitas udara di sekitar lingkungan rumah.

dsc_0112Konsep taman tropis dekoratif mendasari konsep perancangan ruang luarnya. Tanaman-tanaman yang memiliki keunikan bentuk dan karakter tampil menawan. Beberapa benda seni berupa patung karya beberapa seniman ditempatkan di sudut-sudut tertentu yang dipadu dengan aneka tanaman sehingga menampilkan komposisi yang cantik. Pada tahap pemilihan jenis tanaman, pemilik dan desainer sepakat untuk memilih jenis-jenis yang mudah merawatnya seperti tidak perlu pemangkasan bentuk dan tidak dipilih jenis-jenis yang rontokan daunnya sangat banyak. Keputusan ini diambil agar memberi kemudahan perawatan dalam jangka panjang untuk taman yang luas. 

dsc_0051 Taman yang berbentuk U mengapit massa bangunan dua lantai yang menempati tapak berbentuk persegi dan berarsitektur modern ini. Sisi bangunan yang menghadap ke arah taman belakang dirancang transparan sehingga terjadi interaksi maksimal dengan taman tersebut. Pada tampak depan dilengkapi dengan taman yang lebih dekoratif dan sekaligus berfungsi sebagai penyangga pemandangan ke arah bagian yang lebih pribadi. 

Area taman depan merupakan area drop off dengan taman di sisi kiri-kanan jalur mobil. Untuk mengurangi kesan monoton dari area yang memanjang tersebut, desainer memberi kejutan yang berbeda pada setiap segmennya Dalam hal ini elemen hardscape dikombinasikan dengan elemen softscape sehingga menampilkan desain lanskap yang tidak membosankan.

dsc_0056 Untuk mencapai taman belakang yang bersifat lebih pribadi, tamu melewati ‘koridor’ taman yang memanjang. Sepasang patung Bali sebagai gapura dengan jajaran palem phoenix dan keindahan pohon sawo menjadi area penerima yang mengantarkan tamu ke area yang lebih masuk ke dalam.

Taman belakang dirancang terbuka karena difungsikan sebagai taman interaktif untuk berbagai aktivitas. Itulah sebabnya taman dibiarkan terbuka dengan halaman rumput yang mengisi bidang tengah dan komposisi tanaman yang ditarik ke arah tepi. Komposisi tinggi tanaman tersebut sengaja dirancang untuk menyamarkan dog way dan pagar pembatas kaveling. Beberapa area duduk ditempatkan pada taman belakang. Sebagian ada yang beratap pergola transparan, tetapi ada pula yang berupa plaza terbuka tanpa atap. 

dsc_0067 Komposisi yang padat dan dekoratif berada di seputar bangunan utama dari arah ruang keluarga. Dinding kaca sangat lebar yang menghadap ke taman mempermudah orang untuk menikmati keindahan taman tersebut. Pada area ini unsur air dihadirkan dengan membuat kolam hias untuk pemeliharaan ikan koi koleksi keluarga. Efek mikro yang muncul karena kehadiran air ini secara langsung menciptakan kesejukan di sekitarnya.

Phoenix roebelini dengan batangnya yang meliuk eksotik menjadi eye catcher pada area di seputar kolam. Tanaman-tanaman filler yang tahan teduh seperti Aglaonema dan Philodendron mengisi area yang sebagian besar ternaungi oleh kanopi pohon sikat botol (Callistemon) yang sudah tumbuh tinggi. Warna bunganya yang cantik seperti sikat pembersih botol, menjadi elemen dekoratif yang menarik.

 

Lokasi : Kebayoran Baru – Jakarta Selatan
Desainer Lanskap: Ir. Yuwono

 
< Prev   Next >