Melihat taman ini mengingatkan kita pada gaya formal taman di Italia. Karakternya yang serba simetris, geometris dan berliku-liku bagaikan labirin. Taman seperti ini jarang sekali kita temui.
Taman yang melengkapi sebuah vila pribadi ini terletak di daerah terpencil di kaki gunung Arjuna – Jawa Timur. Lokasi setiap segmenya berada pada tanah seluas 5000 m2 ini terbagi dalam beberapa segmen yang dirancang berbeda. Pada salah satu segmen yaitu pada area pintu masuk dirancang taman gaya formal agar dapat disesuaikan dengan bangunan vila klasik renaisans dari Eropa. Dalam hal ini pemandangan ke arah gunung dan matahari terbit menjadi bagian dari konsep pegembangan yang ingin ditampilkan.
Kolam rendam (pond) berpola memanjang merupakan poros dari komposisi tanaman pangkas (topiary) yang mengelilinginya. Selain itu, kolam juga berfungsi sebagai poros yang merefleksikan pola di sisi yang saling berseberangan, sehingga saling simetris antara Utara dan Selatan serta antara Barat dan Timur. Pada ujung-ujung kolam yang berbentuk bundar, ditempatkan sebuah gazebo yang berfungsi sebagai tempat beristirahat sambil menikmati keindahan taman ini. Atap gazebo ditutup dengan tanaman merambat blue jade ( Strongylodon macrophylus) yang bunganya menggantung berwarna biru batu jade.
Topiary merupakan tanaman yang dipangkas secara dekoratif dan bersegi membentuk tepi (hedges) pada pola labirin setinggi 50 cm. Pada bidang tengah diisi dengan tanaman yang berbeda jenisnya tetapi masih tetap dibentuk dengan pemangkasan. Komposisi topiary inilah yang menjadi pusat perhatian dari taman formal ini. Ada tiga jenis tanaman yang dipakai untuk topiary. Setiap jenis tanaman memiliki karakter yang berbeda dalam hal kecepatan tumbuh dan gradasi warna hijaunya. Antarpola topiary diberi jarak sekitar 50 cm sehingga terdapat celah yang memungkinkan orang dapat lewat disela-selanya. Permukaan tanah disela-sela tersebut ditutup dengan batu kerikil koral. Pada jalan kecil (pathway) di jalur utama ditutup dengan conblock sehingga memberi kenyamanan pada saat digunakan. Pola labirin dan kolam berada pada posisi yang lebih rendah dari plaza yang sejajar dengan bangunan. Dengan cara ini pola dan dimensinya lebih terlihat dibandingkan dengan bila kita melihat dari posisi pandang yang sejajar.
Komposisi yang serba hijau diimbangi dengan komposisi yang lebih berwarna dari bugenvil yang ditanam sebagai pagar selebar bidang taman formal ini. Pada musim kemarau seperti pada waktu tim Griya Asri melakukan pemotretan di sana, bugenvil sedang mengalami masa berbunga yang maksimal. Beragam warna bunga bugenvil memperkuat karakter yang kuat dari taman formal ini. Warna-warna cerah dari bugenvil seakan-akan menghangatkan cuaca dingin pegunungan di sekitar vila.
Selanjutnya untuk taman formal yang berada di belakang vila dibuat agak sedikit berbeda, tidak lagi menyerupai labirin tetapi lebih variatif karena dikombinasikan dengan tanaman herba subtropis. Topiary disini hanya sebagai tepi (hedges) yang memagari sebidang area penanaman. Di bagian tengah ditanami dengan beragam tanaman hias bunga subtropis yang dapat tumbuh di dataran tinggi, seperti mawar dan beragam jenis bokor yang dapat dipotong untuk memperindah vas bunga.
Berjalan-jalan di antara taman bunga dan labirin di vila ini dapat memberi sensasi yang mengesankan. Hawa pegunungan yang sejuk, pemandangan sekitar yang memukau dan arsitektur bangunan yang sangat berkarakter seolah-olah membawa kita bertualang di tempat yang ideal.
Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : Ahkamul Hakim & Viva Rahwidhiyasa
Lokasi : Taman Vila Leduk Prigen – Jawa Timur
|