Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Taman arrow Taman Hijau Monokromatik
Taman Hijau Monokromatik PDF Print E-mail
Thursday, 21 February 2008

img_87548756Bangunan berarsitektur klasik tanpa pagar tersebut terlihat asri dalam lingkungan taman bernuansa hijau monokromatik. Permainan tekstur hijau aneka tanaman mengisi halaman sempit rumah real estat tersebut.

Sebagian besar tanaman yang mengisi halaman rumah ini sudah tumbuh besar  sehingga menyerupai hutan yang menutupi sebagian besar tampak muka bangunan dua lantai tersebut. Pada jajaran depan ditanam Callistemon prolific, kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) dan Philodendron selloum  berfungsi sebagai pagar di bagian depan rumah. Adapun Podocarpus dan Callistemon menyelimuti fasada bangunan dan dinding yang berbatasan dengan kaveling sebelah. Dengan demikian terbentuk komposisi tanaman berbentuk tapal kuda yang mengelilingi taman depan, dengan sedikit area terbuka berupa rumput di bagian tengah serta terdapat akses menuju ke area entrance.

img_8818Teras menjadi focal point dari area entrance yang terlihat berdimensi dan tidak datar. Tampak muka teras ditutup dengan tembok dengan lubang berbentuk lengkung sebagai bentuk pengulangan dari bingkai kusen-kusen pintu dan jendela dan sebagai gerbang menuju ke arah dalam. Pola lengkung ini didesain unik dengan detail profil di bagian tepi sebagaimana karakter bangunan klasik serta dilengkapi dengan sepasang patung perunggu tipikal anak-anak sebagai pedestal lampu taman di sisi kiri dan sisi kanan. Sebongkah batu kali yang bentuknya artistik dan berukuran sangat besar menjadi artwork yang melengkapi keindahan area entrance tersebut. Keberadaan batu disamarkan dengan tanaman cemara melata (Juniperus conferta) yang tumbuhnya agak melata, sehingga terlihat lebih alami dan menyatu dengan vegetasi di sekitarnya. Tanaman monstera tumbuh merambati dinding di sisi kanan sampai ke lantai balkon di atas sehingga tampak lebih ‘liar’ dan ornamental.

img_8866Taman belakang lebih diperuntukkan sebagai area pribadi untuk aktivitas keluarga di ruang luar. Beberapa sudut taman belakang “dikemas” menjadi ruangan duduk untuk bersantai bersuasana berbeda. Misalnya pada teras belakang yang menghubungkan ruangan keluarga dan kolam renang, ditempatkan kursi taman yang simpel untuk duduk bersantai sambil membaca dan menikmati keindahan koleksi tanaman hias Anthurium keris. Di sudut yang lain, outdoor sitting area dikemas lebih kompleks dengan menempatkan sebuah gazebo di sisi kolam renang. Bangunan gazebo ini merupakan bangunan antik dengan karakter atap bangunan kudus dan pola ukiran Jepara yang merupakan bongkaran asli dari bangunan yang usianya sudah cukup lama. Permukaan lantai gazebo ditinggikan sekitar 50 cm, sehingga terbentuk ketinggian yang sejajar dengan pancuran kolam dengan cara duduk lesehan.

Dinding tinggi yang membatasi kaveling dengan rumah tetangga disamarkan dengan jajaran pohon tinggi seperti Podocarpus sandiago, Tabebuia rosea dan jati Belanda (cordia sebestina). Tanaman semak rendah seperti Irish,  Malalueca quinquinnervia dan Philodendron mengisi bidang di bawah pohon jika nanti tumbuh meninggi. Beberapa batu sebagai elemen artwork ditempatkan diantara kerimbunan semak tersebut. Komposisi padat tanaman pada area ini selain untuk menyamarkan dinding juga untuk mengurangi silau karena sorotan matahari pagi.

Sesuai dengan gaya arsitektur bangunan klasik, dinding yang bersiku-an dengan kolam renang diolah lebih spesifik dengan ornamen patung dan kolom-kolom yang ditutup dengan kombinasi batu andesit dan semen acian dengan teknik kamprot. Bila kita duduk di gazebo, dinding berornamen ini menjadi eye catcher karena berada persis di depannya.


Lokasi : Rumah Tinggal di Alam Sutera – Serpong
Desainer Lanskap: Ita Burhan dari Indra Tata Adilaras.

 
< Prev   Next >