Salvia splendens merupakan tanaman semak rendah dengan
bunganya yang berwarna merah api untuk pengisi lanskap. Tanaman yang berumur
pendek ini memiliki keragaman bunga seperti warna-warna pelangi.
Forum Florikultura Indonesia (FFI) di kebun percobaannya di
Megamendung memperkenalkan keragaman Salvia ini pada saat open house yang
berlangsung di kebunnya. Salvia ini merupakan hasil budidaya dari benih yang
khusus didatangkan dari Amerika, Jerman dan negeri Belanda. Di kebun yang berada
pada ketinggian 650 meter di atas permukaan laut tersebut, jajaran Salvia berwarna-warni
secara acak menutupi permukaan tanah. Adapun Varian baru Salvia antara lain Top
mix, Marbella mix dan Vista mix. Warna mix nya terdiri dari merah, putih, maroon
yaitu merah keunguan, pink tua, ungu dan peach. Diantara daunnya yang hijau
tua, warna-warna bunga Salvia menjadi terlihat kontras dan menjadi daya pikat .
Salvia splendens atau yang sering disebut dengan scarlet
sage merupakan tanaman asli dari Brazil. Dalam penerapannya di lapangan,
tanaman semak rendah ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman border dan edging
bila ditanam dalam komposisi massal. Tanaman ini jarang sekali ditanam secara
soliter. Namun, jika Anda ingin menanamnya secara sendiri-sendiri (soliter)
dapat ditanam sebagai tanaman hias pot. Komposisi tanaman vertikal berbentuk
semak dengan pola (bentuk perbungaan) yang tegak atau vertikal. Dengan demikian
dalam komposisi massal bunga akan menutupi hampir seluruh permukaan pada
komposisi tanamannya.
Tanaman ini menyukai cahaya matahari penuh untuk pertumbuhan
dan perangsang pembungaannya. Penanaman di dataran rendah yang panas perlu
diberi sedikit naungan untuk menghindari efek negatif dari sinar matahari yang
terik. Kebutuhan air tergolong sedang tetapi harus disertai dengan drainase
tanah yang baik. Bunga dapat di produksi sepanjang masa tumbuh tanaman.
Untuk penanaman di daerah tropis seperti Indonesia,
perbungaan Salvia tidak tergantung kepada musim karena Salvia dapat dijadwalkan
untuk berbunga kapan saja, baik musim hujan maupun kering. Pada kondisi
pertumbuhan maksimal setiap percabangan dapat membentuk tunas bunga di setiap
ujungnya. Bunga tersusun dalam cluster yang tegak bentuknya. Bunga yang sudah
tua, dapat dibuang dengan cara dipangkas untuk mendorong munculnya tunas bunga
baru. Produktivitas bunga semakin lama akan semakin mengalami penurunan
kualitas. Bila saatnya tiba, maka sudah waktunya dilakukan regenerasi secara
menyeluruh dengan menggantinya dengan bibit yang baru.
Kesuburan tanah mempengaruhi ukuran panjang pendeknya cluster
bunga dan jumlah tunas bunga per tanaman. Hal yang utama untuk merangsang
pembungaannya adalahkesuburan tanah dan suplai air. Salvia sangat responsive terhadap
pemupukan. Makin subur tanahnya maka tumbuhan akan semakin rimbun dan penuh
bunga. Sedangkan kualitas cahaya akan mempengaruhi kualitas warna bunganya.
Dengan potensi seperti ini Salvia plendens dapat diterapkan sebagai
tanaman lanskap. Area penanaman yang luas baik di dataran rendah maupun di dataran
tinggi memungkinkan pemakaian Salvia splendens untuk menjadi pelengkap sebuah
taman. Apalagi dalam mengingat perawatannya yang mudah.
Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : Viva
Lokasi : Kebun Percobaan FFI – Megamendung – Bogor
Nara Sumber : Benny Tjia dari MJ Flora
|