Fungsi taman pada sebuah rumah selain memberi keteduhan
terhadap
lingkungan sekitarnya juga membantu menonjolkan
tampilan rumah secara keseluruhan.
Fungsi inilah
yang hendak dicapai oleh Nasution ketika merancang taman rumah milik rekannya
di Jakarta Timur. Rumah berarsitektur Jawa ini kelihatan berbeda dengan
rumah-rumah di sekitarnya. Ibarat magnet, setiap orang yang melewati rumah ini
akan selalu berhenti untuk melihat sejenak tampilannya yang mencolok.
Sosok bangunan joglo yang berada di
bagian depan rumah menjadi acuan Nasution ketika merancang taman untuk
melengkapi fasade rumahnya. Sebagai
langkah awal ada beberapa hal yang dilakukan Nasution agar tampilan rumah
kelihatan lebih sempurna. Langkah pertama yaitu “mengangkat” permukaan lantai
bangunan agar berkesan lebih tinggi dari permukaan jalan. Karena dia memulai
pekerjaan ketika bangunan sudah jadi, maka untuk dapat meninggikan bangunan
hanya dapat dilakukan dengan cara mengupas permukaan tanah di sekitarnya yang akan
dimanfaatkan untuk taman. Dengan demikian untuk melangkah masuk ke lantai teras
dari arah taman perlu menaiki beberapa anak tangga lebih dahulu.
Langkah
kedua dengan “membuka” area pagar yaitu dengan menggunakan bahan yang berkesan
lebih transparan. Sebagai pembatas kaveling di sisi muka digunakan pagar jeruji
bergaris vertikal yang “terbuka” sehingga menyentuh tanah, sehingga fasade
bangunan terlihat utuh tanpa halangan. Kiat ini selain menonjolkan fasade
bangunan juga berefek memberi kesan lapang pada taman depan yang lebarnya hanya
berkisar 1,5 meter saja. Dari arah taman dalam yang dibuat menyatu dengan area
di luar pagar, permukaan tanah dibuat menurun bergradasi ke arah bahu jalan
yang telah dimodifikasi menjadi bagian dari taman.
Selain dirancang berorientasi dari
arah luar, taman juga dirancang berorientasi ke dalam. Bangunan Jawa menjadi
bangunan entrance yang memiliki orientasi bukaan ke arah empat sisi
yaitu ke taman depan, ke taman samping kiri dan kanan serta ke arah innercourt
yang menghubungkan bangunan Jawa dengan bangunan privat di belakang. Setiap
bukaan berorientasi pada pemandangan (view) yang dirancang berbeda.
Ruang
yang mengelilingi bangunan joglo sengaja dibiarkan terbuka. Komposisi tanaman
ditarik ke arah tepi sehingga berkesan lebih terbuka dan lapang. Dinding tembok
yang membatasi dengan kaveling tetangga “disamarkan” dengan komposisi tanaman
tropis seperti Heliconia ‘sexy pink’, tanaman kembang sepatu dan palem.
Komposisi tanaman tinggi sebagai latar belakang ditutup dengan semak rendah
tanaman bakung. Pohon-pohon tropis yang menutup dinding ini memberi vista
dilihat dari arah dalam.
Arah
bangunan joglo dan bangunan induk sebagai area privat, dipisahkan oleh sebuah innercourt.
Semua ruang-ruang di dalam bangunan privat dengan arsitektur mediterania
tersebut berorientasi ke arah ruang terbuka ini. Innercourt didimonasi
oleh kolam ikan berbentuk oval yang dilengkapi dengan pancuran bertingkat
menciptakan suasana teduh pada ruang-ruang di sekitarnya.
Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : Sjahrial Iqbal dan Viva
Lokasi : Jaka
Permai – Jakarta
Timur
Landscape
desainer : Nasution
|