Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Taman arrow Orientasi Dari Segala Arah
Orientasi Dari Segala Arah PDF Print E-mail
Friday, 07 July 2006
orientasi_aFungsi taman pada sebuah rumah selain memberi keteduhan terhadap lingkungan sekitarnya juga membantu menonjolkan tampilan rumah secara keseluruhan.

orientasi_b Fungsi inilah yang hendak dicapai oleh Nasution ketika merancang taman rumah milik rekannya di Jakarta Timur. Rumah berarsitektur Jawa ini kelihatan berbeda dengan rumah-rumah di sekitarnya. Ibarat magnet, setiap orang yang melewati rumah ini akan selalu berhenti untuk melihat sejenak tampilannya yang mencolok.

Sosok bangunan joglo yang berada di bagian depan rumah menjadi acuan Nasution ketika merancang taman untuk melengkapi fasade rumahnya.  Sebagai langkah awal ada beberapa hal yang dilakukan Nasution agar tampilan rumah kelihatan lebih sempurna. Langkah pertama yaitu “mengangkat” permukaan lantai bangunan agar berkesan lebih tinggi dari permukaan jalan. Karena dia memulai pekerjaan ketika bangunan sudah jadi, maka untuk dapat meninggikan bangunan hanya dapat dilakukan dengan cara mengupas permukaan tanah di sekitarnya yang akan dimanfaatkan untuk taman. Dengan demikian untuk melangkah masuk ke lantai teras dari arah taman perlu menaiki beberapa anak tangga lebih dahulu.

orientasi_c Langkah kedua dengan “membuka” area pagar yaitu dengan menggunakan bahan yang berkesan lebih transparan. Sebagai pembatas kaveling di sisi muka digunakan pagar jeruji bergaris vertikal yang “terbuka” sehingga menyentuh tanah, sehingga fasade bangunan terlihat utuh tanpa halangan. Kiat ini selain menonjolkan fasade bangunan juga berefek memberi kesan lapang pada taman depan yang lebarnya hanya berkisar 1,5 meter saja. Dari arah taman dalam yang dibuat menyatu dengan area di luar pagar, permukaan tanah dibuat menurun bergradasi ke arah bahu jalan yang telah dimodifikasi menjadi bagian dari taman.

Selain dirancang berorientasi dari arah luar, taman juga dirancang berorientasi ke dalam. Bangunan Jawa menjadi bangunan entrance yang memiliki orientasi bukaan ke arah empat sisi yaitu ke taman depan, ke taman samping kiri dan kanan serta ke arah innercourt yang menghubungkan bangunan Jawa dengan bangunan privat di belakang. Setiap bukaan berorientasi pada pemandangan (view) yang dirancang berbeda.

orientasi_d
orientasi_e
orientasi_f orientasi_g

Ruang yang mengelilingi bangunan joglo sengaja dibiarkan terbuka. Komposisi tanaman ditarik ke arah tepi sehingga berkesan lebih terbuka dan lapang. Dinding tembok yang membatasi dengan kaveling tetangga “disamarkan” dengan komposisi tanaman tropis seperti Heliconia ‘sexy pink’, tanaman kembang sepatu dan palem. Komposisi tanaman tinggi sebagai latar belakang ditutup dengan semak rendah tanaman bakung. Pohon-pohon tropis yang menutup dinding ini memberi vista dilihat dari arah dalam.

Arah bangunan joglo dan bangunan induk sebagai area privat, dipisahkan oleh sebuah innercourt. Semua ruang-ruang di dalam bangunan privat dengan arsitektur mediterania tersebut berorientasi ke arah ruang terbuka ini. Innercourt didimonasi oleh kolam ikan berbentuk oval yang dilengkapi dengan pancuran bertingkat menciptakan suasana teduh pada ruang-ruang di sekitarnya.

Viva Rahwidhiyasa
Fotografer  : Sjahrial Iqbal dan Viva
Lokasi : Jaka Permai – Jakarta Timur
Landscape desainer : Nasution

 
< Prev