|
Tuesday, 30 January 2007 |
Bosan dengan taman lama ? Salah satu solusi yang tepat
adalah dengan jalan mengubah taman lama dengan cara mendesain ulang taman
tersebut. Meskipun jarang dilakukan, usaha ini ternyata efektif dan bermanfaat
di samping pasti hemat.
Upaya seperti ini dilakukan oleh Ita Burhan, seorang desainer
lanskap ketika memenuhi keinginan pemilik rumah untuk menata kembali taman
rumahnya seiring dengan renovasi bangunan. Penambahan beberapa fasilitas
bangunan seperti kolam renang mau tak mau harus mengorbankan sebagian area
taman belakangnya. Hal inilah yang ingin dihindari pemilik rumah. Merasa sayang
dengan tanaman yang telah ditanam sekian lama tersebut, maka diupayakan untuk
tetap mempertahankan aset yang berharga itu menjadi bagian dari konsep taman
barunya.
Tanaman besar yang
berupa pohon tetap dipertahankan keberadaannya. Pohon mangga di halaman depan misalnya, tetap
dijaga untuk memberi keteduhan area di seputar pintu masuk. Namun, di taman
belakang terpaksa “mengorbankan” sebatang pohon buah-buahan yang besar dan
tinggi karena tergusur oleh pembuatan kolam renang sehingga secara teknis sukar
untuk dipindahkan. Adapun tanaman pohon lainnya seperti rambutan, jambu Jamaica dan
belimbing yang ditanam lebih merapat ke tepi menjadi sangat bermanfaat sehingga
tetap dipertahankan. Bahkan untuk lebih memberi keseimbangan komposisi, ditambahkan
penanaman beberapa pohon kelapa gading.
Semak-semak rendah dipindahtanamkan ke polybag supaya tidak
mengalami stres saat masa transisi. Bila tanaman semak sudah terlalu tua, hanya
disisakan umbi atau rimpangnya saja dan ditanam ke polybag dengan media tanam
baru supaya muncul tunas dan perakaran baru yang lebih sehat.
Kolam renang berbentuk standar (persegi panjang). Ukurannya
cukup besar karena kolam ini dimaksudkan untuk tempat berlatih bukan hanya
sekadar estetika. Berseberangan dengan teras belakang yang juga menjadi tempat
duduk-duduk bersantai, dibuat shelter berupa plaza terbuka. Plaza yang
dilengkapi dengan kursi selonjor menjadi tempat istirahat yang nyaman karena
berada di bawah kerimbunan pohon rambutan. Antara teras dan tempat beristirahat
ini dihubungkan dengan jalan setapak yang mengikuti pola formal kolam renang.
Pola formal batu setapak yang dibuat dari batu kali ini semakin menegaskan pola
formal dari kolam renang ini.
Semak-semak rendah ditanam kembali untuk mengisi bidang
diantara pepohonan yang dibiarkan tumbuh. Jenis-jenis tanaman yang cocok dengan
suasana teduh seperti keladi hijau ditanam pada area yang teduh. Hanjuang pink
yang telah diregenerasi kembali akan memunculkan daun-daun yang lebih segar
yang pada tempat setengah teduh akan menghasilkan kualitas warna daun yang
lebih mencolok. Heliconia sexy pink dengan bunganya yang menjuntai ke bawah
mengisi area yang lebih sempit, karena komposisinya yang vertikal memungkinkan mengisi area tersebut.
Selanjutnya komposisi ditutup dengan kucai dengan daunnya yang hijau halus dan tumbuh
menjuntai.
Sebagian
besar area di seputar penanaman ternaungi oleh pepohonan yang tumbuh rindang.
Permainan warna yang terbentuk dari daun membuat komposisi tanaman terlihat
lebih kompak. Selanjutnya permukaan bidang antara komposisi tanaman dan bibir
kolam, ditutup dengan kerikil putih. Selain menggantikan fungsi rumput yang
sudah tidak mungkin tumbuh di tempat teduh seperti ini, pantulan warna putih
batu kerikil menjadi penyeimbang terhadap suasana teduh di sekitarnya.
Beberapa aksesori berupa gentong tembikar memberi aksentuasi
untuk mengurangi kesan formal yang terbentuk pada taman belakang. Beberapa
gentong merupakan koleksi gentong antik milik keluarga yang dengan sedikit
polesan menjadi aksesori taman. Upaya mendesain ulang taman lama dengan memanfaatkan
tanaman lama pada desain yang baru merupakan cara praktis dan ekonomis untuk
mengubah suasana sebuah taman seperti halnya pada rumah tinggal yang diliput
ini.
Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : Ahkamul Hakim
Lokasi : Rumah Tinggal di Vila Duta – Bogor
Lanskap Desainer : Ita Burhan dari Indra Tata Adilaras
|