|
Semua ruangan sengaja dibuat pada hunian ini berorientasi ke
arah bukaan berupa sebuah taman. Nuansa hijau yang menyelimuti massa bangunan
yang berdiri di atas lahan berbentuk trapesium ini merupakan solusi terbaik
hunian di wilayah urban.
Membuat konsep hunian pada kaveling berbentuk trapesium bukan
merupakan hal yang mudah. Biasanya desainer harus mengorbankan area yang
meruncing itu untuk fasilitas terbuka seperti taman Pengembangan konsep seperti
ini dapat diterapkan pada taman yang lahannya tak beraturan. Konsep inilah yang
diterapkan pada ruang luar sebuah rumah di Jakarta Selatan.
Massa bangunan satu lantai ditempatkan pada area yang
menyiku pada salah satu bidang yang lurus. Dengan demikian terbentuklah ruang terbuka
yang meliputi tiga sisinya yaitu sisi
muka, sisi samping dan sisi belakang. Sistem ini dapat menghubungkan
sebagian besar ruangan dengan ruang-ruang terbuka tersebut sehingga ‘aura’
keteduhan di luar ruangan juga dapat dirasakan di dalam ruangan. Teras-teras
lebar yang fungsinya dioptimalkan, dan bidang dinding berupa kaca-kaca
transparan menjadi pelengkap sebagian besar ruang yang berhubungan dengan taman. Bahkan ada salah
satu bidang dinding kamar mandi yang menghadap ke arah taman, terbuat dari kaca
tanpa bingkai sehingga pemandangan taman yang ada di baliknya dapat terlihat optimal.
Taman yang terdapat pada bagian depan berfungsi juga sebagai
area transisi dengan area publik di luar ruangan. Komposisi tanaman diposisikan
ke arah dinding sebagai upaya untuk menyelimuti pagar masif tinggi di kaveling
tersebut. Apabila kita berada pada teras foyer maka orientasi ruang terletak
pada bidang yang berseberangan dengan teras tersebut. Tanaman pohon yang
merupakan pohon lama (existing plant) dipertahankan karena kanopi daunnya dapat
memberi naungan pada radius yang cukup luas di sekitarnya. Sepasang miniatur
candi Hindu yang terbuat dari bahan tembikar melengkapi komposisi semak yang menutupi
dinding.
Koridor memanjang dan miring pada sisi samping merupakan
akses yang menghubungkan taman depan dengan area pribadi di taman belakang.
Lorong yang lebarnya hanya berkisar antara 2 – 3 meter tersebut terasa sempit karena
berada di antara pagar tembok yang tinggi dan massa bangunan yang berlekuk
menyiku. Untuk menghilangkan kesan monoton dan sempit tersebut, komposisi
tanaman di sepanjang lorong tinggi rendahnya dibuat variatif dan berliku
sehingga memberikan keasyikan tersendiri ketika melaluinya. Tanaman pohon
semak, perdu dan ground cover ditata sepanjang pagar sebagai penutup dinding
masif pagar.
Kolam renang yang mendominasi sebagian area taman belakang
merupakan “primadona” dari taman ini. Kolam berbentuk persegi panjang dengan airnya
yang memantulkan warna biru keramik mozaik dari dasar kolam menjadi terlihat
kontras diantara penutup lantai plaza dari batu paras Yogya yang berwarna putih
bersih. Tepian kolam yang menghadap ke arah tanaman rumput dibuat dengan sistem
overflow sehingga terlihat menyatu tanpa batas dengan taman. Sebagai aksesori
ditempatkan sepasang kursi santai yang dilengkapi dengan payung dari bahan
terpal warna merah yang trelihat kontras dan menarik perhatian.
Selanjutnya permukaan tanah pada bagian taman belakang
dibuat meninggi ke arah belakang. kondisi ini memudahkan pemilik rumah dalam mengkomposisikan
tanaman agar terasa lebih dinamis menutupi dinding pagar yang melebar di bagian
belakang. Bidang yang berhadapan langsung dengan teras belakang menjadi focal
point pada taman belakang dengan sebuah patung Ganesha sebagai titik berhenti.
Untuk menciptakan efek yang lebih “dramatis” patung tersebut disangga dengan
pedestal rendah yang mengalirkan air secara halus. Suara gemericik air ini ikut
mendukung suasana teduh dan suasana tenang di sekitar taman.
Teras belakang yang paling dekat dengan taman menjadi tempat
yang nyaman untuk bersantai. Seperangkat sofa dan amben yang bernuansa tropis
menjadi pelengkap taman yang indah dan teduh ini.
Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : Ahkamul Hakim
Lokasi : Kediaman di Antasari – Jakarta Selatan
Arsitek Lanskap : Widjatmiko Heru dari Agla Pradipta Tama
|