Alam dipercaya oleh sebagian orang memiliki
kekuatan gaib yang sangat dalam maknanya. Sampai-sampai ada sebuah rumah yang
dirancang dengan menerapkan pemakaian kaca transparan, karena pemilik rumah
yakin kekuatan magis alam di sekitarnya dapat menjadi daya tarik yang memberi
kenyamanan untuk dinikmati penghuni rumah.
Taman rumah tinggal yang berlokasi di wilayah
teduh di jantung kota Bogor ini memang istimewa. Keistimewaan taman ini bukan
saja terletak pada luasnya yang sangat memadai untuk ukuran sebuah rumah
tinggal tetapi juga pada proses pembangunannya yang berbeda dari taman-taman
yang lain. Perancangan taman ini justru dimulai sebelum proses perancangan
bangunan dibuat. Dengan demikian pada tahap perancangan bangunan dibuat sudah
dimiliki gambaran yang jelas ke arah mana saja bagian ruang dalam yang berorientasi ke arah taman.
Dalam hal ini dinding sengaja dibuat tembus pandang sehingga memungkinkan
pandangan tidak terhalang.
Alam pegunungan merupakan daya tarik utama bagi
pemilik untuk membuat taman di rumahnya. Hamparan rumput dibukit-bukit dengan
tanaman dataran tinggi yang daunnya berwarna hijau monokromatis baginya sangat
menyejukkan mata. Gemericik air yang mengalir dari celah-celah bebatuan dapat menenteramkan
hati. Sejauh mata memandang yang dilihat adalah hijauan dedaunan. Gambaran
suasana seperti inilah yang ingin selalu dinikmati oleh pemilik ketika
menyampaikan obsesinya kepada Ita Burhan, desainer lanskap dari Indra Tata
Adilaras, rekanannya.
Tanaman pegunungan mulai ditanam secara acak sejak
6 tahun yang lalu, karena untuk menghasilkan pohon yang bentuk batang dan
percabangannya ideal hanya dapat dihasilkan dari tanaman kecil. Selain itu
pohon yang sudah besar juga sukar didapat di samping proses pemindahan pada
saat tanaman sudah besar terlalu berisiko.
Kaveling seluas 2000 m2 ini diapit oleh
dua jalan, dengan massa bangunan seluas 600 m2 yang memisahkan
bagian taman yang peruntukannya berbeda. Lahan yang berada di depan muka
bangunan dipakai sebagai area penerima. Adapun taman belakang lebih ditujukan
sebagai area privat. Luas area privat ini hampir 3 kali luas area taman depan.
Bagian inilah yang diolah secara intensif seperti lanskap alam pegunungan.
Susunan batu kali yang ukuran dan bentuknya
beragam diibaratkan sebagai sungai yang mengalir dari tempat yang tinggi turun
ke arah hilir. Dalam ha ini permukaan tanah dibuat menurun mulai dari bangunan
ke arah ujung kaveling. Pohon-pohon dataran tinggi yang sudah tumbuh rapat mengisi area di bagian sisi
sepanjang “aliran sungai” seperti pinus, cemara (Juniperus), damar, Podocarpus
dan Araucaria. Umumnya tanaman yang
berfungsi sebagai penyangga ini berupa pohon berdaun dof berwarna hijau tua. Beberapa jenis memiliki bunga seperti Tabebuia rosea yang berbunga pink serta semak rendah yang menjuntai
untuk menyempurnakan susunan bebatuan sehingga terkesan lebih natural dan
memberi sentuhan warna diantara warna monokromatis hijau. Air yang mengalir
hanya berupa riak halus untuk mencari efek suara yang lebih menggelitik.
Ketapang kencana (Terminalia muelleri) dengan bentuk percabangan daunnya yang khas
dalam susunan horisontal menjadi eye
catcher pada area taman belakang. Percabangannya yang menggelayut
seolah-olah melindungi massa bangunan yang seakan-akan menyembul dari permukaan
tanah. Bangunan ini menuju ke service
area yang berada pada lantai basement.
Suasana yang berbeda terasa pada taman dalam yang
berhubungan dengan ruang duduk pada area tamu. Upaya untuk memaksimalkan
interaksi antara ruang dalam dan taman diperoleh melalui dinding kaca tanpa
bingkai. Dengan cara ini suasana vegetasi hutan pinus pada innercourt ini dapat tertangkap juga dari dalam. Bila dilihat dari dalam yang terlihat
hanyalah pokok-pokok pohon pinus dengan tekstur kulit batangnya yang khas
serta efek keteduhan di seputarnya. Bila
dilihat dari sisi luar, tampak kanopi pinus yang sudah meninggi menjadi
pelindung visual bangunan. Jajaran pinus ini dilengkapi dengan jajaran tanaman Podocarpus yang sudah tumbuh rapat
menjadi pagar vertikal untuk menjaga privasi keluarga.
Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : Ahkamul Hakim
Lokasi : Vila Duta – Bogor
Desainer lanskap : Ita Burhan dari INDRA TATA ADILARAS
|