Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Taman arrow Memanfaatkan Daya Tarik Alam
Memanfaatkan Daya Tarik Alam PDF Print E-mail
Tuesday, 26 September 2006
tmn1Alam dipercaya oleh sebagian orang memiliki kekuatan gaib yang sangat dalam maknanya. Sampai-sampai ada sebuah rumah yang dirancang dengan menerapkan pemakaian kaca transparan, karena pemilik rumah yakin kekuatan magis alam di sekitarnya dapat menjadi daya tarik yang memberi kenyamanan untuk dinikmati penghuni rumah.

tmn4Taman rumah tinggal yang berlokasi di wilayah teduh di jantung kota Bogor ini memang istimewa. Keistimewaan taman ini bukan saja terletak pada luasnya yang sangat memadai untuk ukuran sebuah rumah tinggal tetapi juga pada proses pembangunannya yang berbeda dari taman-taman yang lain. Perancangan taman ini justru dimulai sebelum proses perancangan bangunan dibuat. Dengan demikian pada tahap perancangan bangunan dibuat sudah dimiliki gambaran yang jelas ke arah mana saja bagian  ruang dalam yang berorientasi ke arah taman. Dalam hal ini dinding sengaja dibuat tembus pandang sehingga memungkinkan pandangan tidak terhalang. 

tmn5Alam pegunungan merupakan daya tarik utama bagi pemilik untuk membuat taman di rumahnya. Hamparan rumput dibukit-bukit dengan tanaman dataran tinggi yang daunnya berwarna hijau monokromatis baginya sangat menyejukkan mata. Gemericik air yang mengalir dari celah-celah bebatuan dapat menenteramkan hati. Sejauh mata memandang yang dilihat adalah hijauan dedaunan. Gambaran suasana seperti inilah yang ingin selalu dinikmati oleh pemilik ketika menyampaikan obsesinya kepada Ita Burhan, desainer lanskap dari Indra Tata Adilaras, rekanannya. 

Tanaman pegunungan mulai ditanam secara acak sejak 6 tahun yang lalu, karena untuk menghasilkan pohon yang bentuk batang dan percabangannya ideal hanya dapat dihasilkan dari tanaman kecil. Selain itu pohon yang sudah besar juga sukar didapat di samping proses pemindahan pada saat tanaman sudah besar terlalu berisiko. 

tmn6Kaveling seluas 2000 m2 ini diapit oleh dua jalan, dengan massa bangunan seluas 600 m2 yang memisahkan bagian taman yang peruntukannya berbeda. Lahan yang berada di depan muka bangunan dipakai sebagai area penerima. Adapun taman belakang lebih ditujukan sebagai area privat. Luas area privat ini hampir 3 kali luas area taman depan. Bagian inilah yang diolah secara intensif seperti lanskap alam pegunungan. 

tmn8Susunan batu kali yang ukuran dan bentuknya beragam diibaratkan sebagai sungai yang mengalir dari tempat yang tinggi turun ke arah hilir. Dalam ha ini permukaan tanah dibuat menurun mulai dari bangunan ke arah ujung kaveling. Pohon-pohon dataran tinggi yang sudah tumbuh rapat mengisi area di bagian sisi sepanjang “aliran sungai” seperti pinus, cemara (Juniperus), damar, Podocarpus dan Araucaria. Umumnya tanaman yang berfungsi sebagai penyangga ini berupa pohon berdaun dof berwarna hijau tua. Beberapa jenis memiliki bunga seperti Tabebuia rosea yang berbunga pink serta semak rendah yang menjuntai untuk menyempurnakan susunan bebatuan sehingga terkesan lebih natural dan memberi sentuhan warna diantara warna monokromatis hijau. Air yang mengalir hanya berupa riak halus untuk mencari efek suara yang lebih menggelitik. 

tmn9Ketapang kencana (Terminalia muelleri) dengan bentuk percabangan daunnya yang khas dalam susunan horisontal menjadi eye catcher pada area taman belakang. Percabangannya yang menggelayut seolah-olah melindungi massa bangunan yang seakan-akan menyembul dari permukaan tanah. Bangunan ini menuju ke service area yang berada pada lantai basement.

Suasana yang berbeda terasa pada taman dalam yang berhubungan dengan ruang duduk pada area tamu. Upaya untuk memaksimalkan interaksi antara ruang dalam dan taman diperoleh melalui dinding kaca tanpa bingkai. Dengan cara ini suasana vegetasi hutan pinus pada innercourt ini dapat tertangkap juga dari dalam.  Bila dilihat dari dalam yang terlihat hanyalah pokok-pokok pohon pinus dengan tekstur kulit batangnya yang khas serta  efek keteduhan di seputarnya. Bila dilihat dari sisi luar, tampak kanopi pinus yang sudah meninggi menjadi pelindung visual bangunan. Jajaran pinus ini dilengkapi dengan jajaran tanaman Podocarpus yang sudah tumbuh rapat menjadi pagar vertikal untuk menjaga privasi keluarga.


Viva Rahwidhiyasa
Fotografer             : Ahkamul Hakim
Lokasi                   : Vila Duta – Bogor
Desainer lanskap   : Ita Burhan dari INDRA TATA ADILARAS

 
< Prev   Next >