|
Menciptakan sebuah taman yang “dinamis” dapat dilakukan
dengan membuat pola yang lebih bervariasi untuk setiap segmen. Hal inilah yang diterapkan
pada taman rumah tinggal di kawasan Jakarta Barat yang berada pada kaveling berkelok
sebuah permukiman.
Kebijakan untuk membuat konsep bersegmen ini awalnya
disebabkan oleh bentuk kaveling yang tidak “persegi” sebagaimana layaknya
sebuah kaveling rumah tinggal. Setelah diambil untuk tempat massa bangunan yang
berbentuk L, maka kaveling yang berada di lahan lengkung tikungan jalan itu
menyisakan area terbuka yang tak beraturan. Widjatmiko Heru dari Agla Pradipta
Tama sebagai desainer lanskap, memanfaatkan keunikan tersebut menjadi ciri yang
membedakan taman ini dengan taman-taman lain pada umumnya. Penerapan konsep
taman bersegmen seperti ini menjadi lebih dinamis karena setiap bagian taman
didesain berbeda untuk melengkapi satu area aktivitas yang berbeda dari ruang-ruang
dalamnya.
Taman depan ditempatkan di kaveling yang meruncing berbentuk
trapesium. Pada segmen ini keberadaan taman justru digunakan untuk menyamarkan
bentuk massa bangunan yang sangat dominan sehingga ketidakteraturan lahan terasa
tidak menjadi masalah. Skala bangunan yang tinggi dilengkapi oleh beberapa
jenis tanaman palem seperti palem sadeng dan Wouditia. Sepasang kamboja bunga
kuning menjadi pelengkap area welcome dan memberikan kanopi pada area drop off yang
sangat terbuka tersebut.
Pancuran air menjadi elemen dekoratif sekaligus menjadi pada
taman depan dengan memanfaatkan dinding vertikal pada tampak bangunan. Kepala
pancuran berbentuk kepala ikan ditempatkan pada bidang mozaik warna biru
bergradasi yang dibingkai dengan latar belakang bidang marmer.
Penerapan konsep segmen ini sangat terasa pada taman
belakang yang seluruh bidangnya menghadap ke ruang-ruang komunal di bagian
dalam. Area taman belakang ini terbagi dalam beberapa segmen yang masing-masing
berhadapan dengan teras ruangan tidur, teras ruangan keluarga, selasar kolam
renang dan ruangan gym. Pola kaveling yang sempit memanjang seakan-akan terbagi menjadi beberapa segmen yang masing-masing didesain
berbeda yang disesuaikan dengan fungsi ruangan di sekitarnya.
Innercourtyard yang berada di antara area servis dan garasi
didesain unik menyerupai plaza untuk aktivitas di luar seperti party di ruang
luar. Ada pula sedikit sentuhan mediterania pada ruangan yang berukuran 10 x 10
m2 ini yang tampak dari cara pengolahan elemen hardscape nya serta konsep softscape
nya. Salah satu dinding yang menghadap
ke arah luar menjadi eye catcher, dikemas unik dengan membuat ornamen berupa
lubang-lubang vertikal dan “permainan” batu paras kuning sebagai aksen. Lantai
ditutup dengan pengerasan batu alam yang dikombinasi dengan rumput untuk nat-nya,
sehingga aman untuk diinjak pada saat beraktivitas.
Kesan “liar” terasa pada taman belakang. Komposisi tanaman
tropis dalam ditata lebih “liar” yang mengisi sebagian ruang di area ini sampai
menyisakan sedikit ruangan datar di seputar jalur pedestrian yang menghubungkan
sudut-sudut taman. Dinding pagar yang tinggi dan masif menjadi latar belakang yang
disamarkan oleh komposisi padat tanaman tersebut untuk mengurangi kesan silau pada
siang hari sehingga terasa lebih teduh bila dilihat dari ruang-ruang dalam.
Beberapa elemen air hadir dalam beragam penampakan yang
berbeda. Kolam air terjun yang berkesan alami bermula dari air terjun
bertingkat yang berada di sisi gazebo di sudut terjauh dari taman. Jatuhnya aliran
air diubah menjadi “sungai” yang alirannya dibuat ‘menyeberang’ taman dan
berakhir di kolam yang letaknya berdampingan dengan selasar kolam renang.
Konsep ‘sungai yang menyeberang’ ini sengaja diciptakan untuk memberikan sensasi
petualangan alam pada saat menyusuri
jalan setapak yang membelah taman.
Kolam yang berhadapan dengan ruangan duduk keluarga
dirancang dengan konsep yang berbeda. Tidak hanya dengan konsep pancuran tetapi
juga dengan gaya yang lebih berkesan modern frontal menghadap ke arah teras. Selain
itu, kolam air terjun yang terletak di sisi samping berhadapan dengan ruangan
makan utama juga didesain cantik dengan sentuhan etnik sesuai dengan situasi di
sekitarnya. Hasilnya kesegaran air dan efek gerakannya serta suara yang
ditimbulkan dari gerakan air itu memberikan ketenangan yang nyaman.
Lokasi : Rumah Tinggal di Kebon Jeruk Intercon – Jakarta
Barat
Landskap desainer : Widjatmiko Heru dari Agla Pradipta Tama
Arsitek : Irwan Sumarlin dan Suhandi Sutardi
|