Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Taman arrow Konsep Segmen Taman Tropis
Konsep Segmen Taman Tropis PDF Print E-mail
Wednesday, 26 March 2008

_mg_8262 Menciptakan sebuah taman yang “dinamis” dapat dilakukan dengan membuat pola yang lebih bervariasi untuk setiap segmen. Hal inilah yang diterapkan pada taman rumah tinggal di kawasan Jakarta Barat yang berada pada kaveling berkelok sebuah permukiman.

Kebijakan untuk membuat konsep bersegmen ini awalnya disebabkan oleh bentuk kaveling yang tidak “persegi” sebagaimana layaknya sebuah kaveling rumah tinggal. Setelah diambil untuk tempat massa bangunan yang berbentuk L, maka kaveling yang berada di lahan lengkung tikungan jalan itu menyisakan area terbuka yang tak beraturan. Widjatmiko Heru dari Agla Pradipta Tama sebagai desainer lanskap, memanfaatkan keunikan tersebut menjadi ciri yang membedakan taman ini dengan taman-taman lain pada umumnya. Penerapan konsep taman bersegmen seperti ini menjadi lebih dinamis karena setiap bagian taman didesain berbeda untuk melengkapi satu area aktivitas yang berbeda dari ruang-ruang dalamnya.

_mg_8234 Taman depan ditempatkan di kaveling yang meruncing berbentuk trapesium. Pada segmen ini keberadaan taman justru digunakan untuk menyamarkan bentuk massa bangunan yang sangat dominan sehingga ketidakteraturan lahan terasa tidak menjadi masalah. Skala bangunan yang tinggi dilengkapi oleh beberapa jenis tanaman palem seperti palem sadeng dan Wouditia. Sepasang kamboja bunga kuning menjadi pelengkap area welcome dan memberikan kanopi pada area drop off yang sangat terbuka tersebut.

Pancuran air menjadi elemen dekoratif sekaligus menjadi pada taman depan dengan memanfaatkan dinding vertikal pada tampak bangunan. Kepala pancuran berbentuk kepala ikan ditempatkan pada bidang mozaik warna biru bergradasi yang dibingkai dengan latar belakang bidang marmer.

_mg_8324 Penerapan konsep segmen ini sangat terasa pada taman belakang yang seluruh bidangnya menghadap ke ruang-ruang komunal di bagian dalam. Area taman belakang ini terbagi dalam beberapa segmen yang masing-masing berhadapan dengan teras ruangan tidur, teras ruangan keluarga, selasar kolam renang dan ruangan gym. Pola kaveling yang sempit memanjang seakan-akan terbagi menjadi beberapa segmen yang masing-masing didesain berbeda yang disesuaikan dengan fungsi ruangan di sekitarnya.

Innercourtyard yang berada di antara area servis dan garasi didesain unik menyerupai plaza untuk aktivitas di luar seperti party di ruang luar. Ada pula sedikit sentuhan mediterania pada ruangan yang berukuran 10 x 10 m2 ini yang tampak dari cara pengolahan elemen hardscape nya serta konsep softscape nya.  Salah satu dinding yang menghadap ke arah luar menjadi eye catcher, dikemas unik dengan membuat ornamen berupa lubang-lubang vertikal dan “permainan” batu paras kuning sebagai aksen. Lantai ditutup dengan pengerasan batu alam yang dikombinasi dengan rumput untuk nat-nya, sehingga aman untuk diinjak pada saat beraktivitas.

_mg_8309 Kesan “liar” terasa pada taman belakang. Komposisi tanaman tropis dalam ditata lebih “liar” yang mengisi sebagian ruang di area ini sampai menyisakan sedikit ruangan datar di seputar jalur pedestrian yang menghubungkan sudut-sudut taman. Dinding pagar yang tinggi dan masif menjadi latar belakang yang disamarkan oleh komposisi padat tanaman tersebut untuk mengurangi kesan silau pada siang hari sehingga terasa lebih teduh bila dilihat dari ruang-ruang dalam.

Beberapa elemen air hadir dalam beragam penampakan yang berbeda. Kolam air terjun yang berkesan alami bermula dari air terjun bertingkat yang berada di sisi gazebo di sudut terjauh dari taman. Jatuhnya aliran air diubah menjadi “sungai” yang alirannya dibuat ‘menyeberang’ taman dan berakhir di kolam yang letaknya berdampingan dengan selasar kolam renang. Konsep ‘sungai yang menyeberang’ ini sengaja diciptakan untuk memberikan sensasi petualangan  alam pada saat menyusuri jalan setapak yang membelah taman.

_mg_8351 Kolam yang berhadapan dengan ruangan duduk keluarga dirancang dengan konsep yang berbeda. Tidak hanya dengan konsep pancuran tetapi juga dengan gaya yang lebih berkesan modern frontal menghadap ke arah teras. Selain itu, kolam air terjun yang terletak di sisi samping berhadapan dengan ruangan makan utama juga didesain cantik dengan sentuhan etnik sesuai dengan situasi di sekitarnya. Hasilnya kesegaran air dan efek gerakannya serta suara yang ditimbulkan dari gerakan air itu memberikan ketenangan yang nyaman.

 

Lokasi : Rumah Tinggal di Kebon Jeruk Intercon – Jakarta Barat
Landskap desainer : Widjatmiko Heru dari Agla Pradipta Tama
Arsitek : Irwan Sumarlin dan Suhandi Sutardi

 
< Prev   Next >