|
Permainan detail taman gaya klasik identik dengan karakter bangunan
berarsitektur klasik yang di antaranya dicirikan dengan karakter yang lebih menekankan
pada aspek dekoratif yang kaya akan warna, kaya tekstur dan bentuk.
Keinginan untuk memiliki taman yang tertata rapi dan apik
menjadi obsesi pemilik ketika memulai rencana penataan eksterior bagi rumahnya
yang bergaya klasik di sebuah kompleks pemukiman di Jakarta Barat. Bagi pemilik
gaya taman dan gaya bangunan seperti inilah yang sesuai dengan gaya hidupnya
saat ini. Karena itu, Hanny Tjandra, desainer lanskap yang menangani konsep
perancangan ruang luarnya, memberikan solusi berupa taman dekoratif yang penuh
detail dan warna agar serasi dengan gaya arsitektur bangunan.
Konsep Tanpa Pagar
Selain sebagai penyempurna fasada bangunan, taman depan juga
menjadi pembatas area karena bangunan dua kavling tersebut dirancang tanpa
pagar. Batasan yang jelas ini diwujudkan dengan cara meninggikan struktur
fondasi yang disamarkan dengan komposisi tanaman yang menyatu dari arah luar dan
arah dalam. Konsep ini secara tidak langsung memanfaatkan badan jalan yang
menutupi saluran pembuangan air di tepi jalan.
Kesan formal dan dekoratif sangat kuat tecermin dari taman
depan yang berada pada area di luar ‘pagar’. Komposisi tanaman sengaja
dikelompokkan dan diatur tumbuhnya dengan cara dipangkas. Ada yang dipangkas
berbentuk kerucut yang tinggi dari tanaman pucuk merah (Syzigium oleana), dan ada
pula yang dipangkas bulat dan melebar dari tanaman cemara udang. Komposisi ini disempurnakan
lagi dengan tanaman penutup tanah dan semak yang kaya warna melalui bunganya
seperti Landep (Arachis pitoi) , Ruelia ungu (Ruelia mauve), lantana (Lantana camara)
dan Crossandra bunga peach. Untuk keseimbangan ruang desainer menempatkan
beberapa jenis palem yang tinggi seperti palem sadeng dan kurma.
Saat berada di dalam kaveling, komposisi ini akan terlihat
datar dan terbuka sehingga fasada bangunan tampak sangat jelas dan terbuka.
Pada beberapa sudut yang menuju ke taman samping, komposisi tanaman lebih
natural dengan tanaman tropis yang lebih liar tumbuhnya. Agar tetap
menunjukkan keteraturan maka pada setiap komposisi ditutup dengan penutup tanah
(ground cover) dan diberi taburan kerikil putih yang melingkari sekelilingnya.
Kolam Natural
Konsep taman belakang pada hunian ini diperuntukkan sebagai taman
pribadi keluarga. Itulah sebabnya hampir semua bidang bangunan yang menghadap
ke arah taman belakang ini didesain transparan. Permukaan tanah pada area ini
sengaja dibuat berkontur sehingga ada gradasi yang lebih memberi dinamika. Di area
ini terdapat kolam ikan yang ditempatkan pada sudut yang terletak di posisi
tertinggi dan agak menyerong menghadap ke arah ruang keluarga. Desain kolam
dirancang natural menyerupai aliran sungai yang berkelok dan menurun ke arah
teras.
Komposisi tanaman difokuskan pada area di seputar kolam dan
di sekeliling dinding pembatas yang didesain sangat tinggi. Tanaman-tanaman yang tinggi ditempatkan
sebagai latar belakang yang menempel pada dinding, dan selebihnya bergradasi
turun semakin landai ke arah teras. Bonsai serut yang di pangkas cantik
menempati sudut yang bersisian dengan teras dan menjadi pusat perhatian flora
di sekitar kolam. Diantara bebatuan yang menjadi struktur kolam dan aliran
sungainya, menyembul tanaman-tanaman yang sengaja dibiarkan tumbuh natural agar
menyerupai pemandangan alam aslinya.
Pada bidang dinding lainnya komposisi tanaman lebih dimaksudkan
untuk mengurangi kesan masif dari dinding yang sangat tinggi dan dominan.
Beberapa sentuhan formal dari tanaman pangkas tetap dimunculkan, meskipun
cenderung lebih minim bila dibandingkan dengan halaman depan. Hal ini karena
fungsi taman belakang tidak hanya sebagai penunjang estetika tetapi juga memberikan
keteduhan dan kehijauan alami di seputar ruangan keluarga.
Lokasi : Rumah Tinggal di Jakarta Barat
Desainer Lanskap : Hanny Tjandra dari Cendrawasih Landscape
|