|
Friday, 29 December 2006 |
Tebing-tebing pegunungan atau bukit kerap ditumbuhi tanaman pakis tiang yang menutup rapat permukaan tebing. Paku tiang (Cyathea) merupakan salah satu jenis tanaman hias potensial yang memperkaya khazanah florikultura dari hutan tropis.
Ada yang menyebutnya bagedor, pakis monyet, pakis pohon dan sederet istilah nama lokal lainnya bagi tanaman yang termasuk dalam keluarga paku-pakuan ini. Berbeda dari kebanyakan kelompok paku lainnya, paku tiang batangnya berserat, dapat tumbuh meninggi dan kokoh menyerupai tanaman pohon. Bahkan di beberapa tempat tingginya dapat mencapai 10 hingga 15 meter.
Dengan karakter tumbuh seperti ini pemakaian Cyathea sebagai tanaman lanskap menjadi lebih bervariasi. Pada saat tanaman kecil dapat berfungsi sebagai pengisi (filler), sedangkan setelah tanaman tumbuh tinggi, maka dapat dimanfaatkan menjadi tanaman peneduh. Dalam komposisi masal yang berderet-deret, jajaran pohon pakis seperti ini sering ditujukan sebagai pengarah jalan menuju ke suatu tempat. Batangnya yang sudah tua bila dikeringkan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk tanaman anggrek yang sering disebut media pakis.
Cyathea secara alami banyak tumbuh di dataran tinggi, ditandai dengan lingkungan tumbuh yang lembap serta perbedaan suhu siang dan malam yang besar. Pada tanah yang gembur dan banyak mengandung bahan organik, Cyathea akan tumbuh lebih baik dan lebih cepat. Penanaman Cyathea di dataran rendah sering kurang berhasil baik, karena suhu yang terlalu panas dan kering menjadi kendala utama. Meskipun begitu penanaman di tempat teduh atau ternaungi dapat juga tumbuh baik apalagi bila media tumbuhnya ditunjang dengan pemberian bahan organik dalam porsi yang lebih banyak.
Daunnya tumbuh berkarakter rosset dengan satu titik tumbuh di bagian porosnya. Daunnya yang majemuk cenderung mencari arah matahari, sehingga dalam komposisi massal kanopi daunnya akan tumbuh ke arah yang sama. Tunas daun muda Cyathea menjadi pembeda yang mencirikan karakteristik uniknya. Tangkai batangnya yang berbulu halus warna cokelat dan menggulung menyerupai ekor kera. Itulah sebabnya kelompok ini diberi nama lokal pakis tura dari pakis monyet.
Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : Viva
Lokasi : Kebun Raya Cibodas – Bogor dan PPAB Kaliandra – Jawa Timur
|