Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Seni arrow Warna Kontras pada Lukisan Sam Bimbo
Warna Kontras pada Lukisan Sam Bimbo PDF Print E-mail
Wednesday, 04 July 2007
_mg_0977Ada warna oranye di dekat warna hijau, ada warna biru dipadu warna merah dan kuning, ada juga warna jambon dikombinasikan dengan warna hijau. Semua warna tersebut berada dalam posisi yang berseberangan atau menurut istilah awam disebut warna bertabrakan. Di tangan Sam Bimbo warna-warna bertabrakan tersebut menjadi harmonis karena kepekaannya dalam memilih setiap gradasi warna yang dipadukan.

Kita mengenal Sam Bimbo sebagai seorang penggubah lagu, penyanyi dan pemimpin kelompok musik Bimbo, yang terdiri dari Sam, Acil, Jaka dan Iin Parlina. Kelompok yang berdiri akhir tahun 60-an ini telah  merilis berbagai gaya lagu dan tema “gado-gado” yang enak di dengar. Ternyata Sam Bimbo yang nama lengkapnya Raden Lukmansyah Kameswara Muhamad Samsudin Dayat Harjakusumah juga piawai dalam melukis. _mg_0992Sam kuliah di Institut Teknologi Bandung jurusan seni lukis yang diselesaikannya pada tahun 1968. Dua orang pembimbingnya yaitu Prof Ahmad Sadali (almarhum) dan Prof Srihadi Sudarsono, dua orang maestro seni lukis Indonesia, telah memberikan ilmunya kepada Sam secara intens.  

Sam berhasil menuangkan ekspresi jiwanya secara murni lewat kanvas setelah proses merenung dan berkontemplasi. Namun, kadang-kadang di menjumpai kegagalan atau ketidakpuasan. Sebaliknya membuat rencana dulu secara matang dapat mengendalikan gejolak emosinya.

Dalam karya musik Bimbo terdapat beragam tema seperti lagu-lagu bertemakan kehidupan sehari-hari, lagu cinta, balada alam semesta, jenaka dan main-main, dan adapula yang bertema religius. Dalam bidang melukis Sam tidak berfalsafah rumit dan panjang, tetapi menurut kata hati sesaat. Ada tema alam semesta dalam bentuk abstrak, ada tema sosial dan peristiwa alam yang dahsyat seperti tsunami dan banjir dengan gaya realisme, ada tema wayang yang dekoratif, ada sindiran politik dan yang mengesankannya adalah tema religius berupa kaligrafi. Karya kaligrafi Sam memang unik, tetap dengan gaya perpaduan warna yang berani namun dekoratif dengan garis  dan bentuk yang lugas.

_mg_0986Gambaran menyindir (sarkastis) tampak pada lukisan Jakarta Banjir. Dengan jenaka digambarkan seorang gadis ( model), yang tinggal di kota metropolitan naik gerobak yang didorong rakyat kecil. Banjir adalah juga kesempatan untuk mencari nafkah. Ada ikan arwana, ada penyu ada ikan hiu kecil. “Kalau banjirnya besar seperti lautan tentu yang datang hiu yang besar” demikian kelakar Sam.

Pemandangan alam digambarkannay secara abstrak dengan permainan warna ceria yang kontras tetapi harmonis, seperti dalam Landscape dan Bukit Cipatat, Bandungku panas, dan Bunga. Dalam gaya abstrak ini Sam “bermain” dengan warna melalui lapis lapis media yang ditumpuk menciptakanbarik-barik melalui goresan dan sapuan kuas atau pisau palet serta mempermainkan komposisi bentuk dan warna yang seimbang.

Suatu waktu Sam tertarik akan bentuk burung garuda, yang sebenarnya bukan hanya lambang dari Indonesia saja tetapi juga merupakan lambang perdamaian dari beberapa negara lain. Falsafah burung perkasa yang kuat dan gigih mempertahankan prinsip bahkan rela mati demi perjuangan yang suci, menarik untuk dilukiskan. Contohnya Jatayu dalam epos Ramayana yang membela kesucian dewi Shinta serta garuda dalam gaya pewayangan atau versi Bali digambarkan dengan beraneka gaya.

_mg_0991Kadang-kadang Sam ingin meninggalkan media akrilik yang biasa digunakannya. Dia ingin bermain dengan media grafis dipadu dengan mounting foto dan teknik cetak peperti dalam Diplomasi Ping Pong RRC dan Amerika, 1971, atau dalam karya kaligrafi Surat Al Ashr,2005.

Berbincang tentang lukisan kaligrafinya, Sam paling bersemangat karena jiwa lukisannya sesuai dengan kehidupan keseharian yang dijalaninya. Dia merasa bangga dengan menuliskan huruf Arab melalui garis dan bentuk yang disederhanakan sehingga jelas dan lugas sehingga menjadi media berkomposisi yang sangat dinikmatinya. Temanya sederhana seperti Salam, Inna Sholati dan Surat Al Ashr. Lukisan kaligrafinya yang dekoratif, sesuai untuk pajangan interior rumah atau pajangan musala bergaya modern kontemporer.

Pameran tunggalnya yang digelar di Bentara Budaya Jakarta awal Mei 2007 adalah Pameran tunggalnya yang  ketiga. Konsentrasi mempersiapkan pameran tersebut memberinya semangat baru dalam melukis. Dia berjanji  tahun depan akan berpameran lagi dengan tema yang lain.

Pameran lukisan Sam Bimbo tersebut mengawali peringatan 40 tahun Kelompok Bimbo berkarya yang pada acara puncaknya berupa Konser 40 tahun Bimbo bagi Bangsa  yang akan digelar di Tennis Indoor Senayan, 22 Agustus 2007.

 
< Prev   Next >