Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Seni arrow Seni Stainless Steel Kontemporer
Seni Stainless Steel Kontemporer PDF Print E-mail
Friday, 29 December 2006
st1Tidak banyak seniman yang menggunakan stainless steel sebagai media ekspresinya. Selain sangat keras, bahan ini juga sulit dibentuk dan sukar di-finishing menjadi benda seni yang dikehendaki. Namun demikian terdapat keindahan dan kekuatan dalam penampilannya, jika kita dapat mengolahnya menjadi benda seni seperti yang dilakukan oleh seniman muda Chen.

Ketertarikan Chen pada bahan stainless steel ini telah terdapat ketika ia menjadi kontraktor interior di Bali. Saat itu Chen yang pernah kuliah di jurusan interior Undip ini menyadari bahwa salah satu kebutuhan dalam menata interior atau menata eksterior sebuah hunian adalah benda seni, baik berupa benda pakai maupun sebagai benda dekorasi.

st2Stainless steel dalam sentuhan tangan Chen dapat menjadi berbagai wujud benda seni yang indah dan berkesan dekoratif. Ada kalanya karya seni Chen menampilkan figur perempuan dengan anatomi yang menurutnya indah.

Konsep seni Chen ini bermula dari kebiasaannya untuk bereksperimen. Dia telah mencoba berbagai jenis media sebagai bahan eksperimennya sampai akhirnya dia menetapkan pilihan pada stainless steel. Alasan utama memilih media tersebut ialah karena hasil karyanya dapat ditempatkan baik untuk ruang luar maupun ruang dalam dengan kualitas yang tidak berubah.

st3Bagi Chen tidak ada kesulitan dalam mengembangkan idenya, karena secara intuitif  Chen menggambarkan bentuk-bentuk yang diinginkan secara sederhana, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan bentuk. Demikian pula dalam menentukan motif struktur, kombinasi bentuk dan bentuk base seni stainless steel, dibuat berdasarkan feeling Chen yang semakin terasah berkat sering melakukan berbagai eksperimen. Selain mengerjakan berbagai karya seni, ia juga membuat benda fungsional seperti lampu, handel pintu dan aksesori ruang lainnya.

st4Kegiatan seperti inilah yang membawa karya Chen semakin dikenal di kalangan pengelola artshop mancanegara, antara lain Australia, Jepang, Rusia dan beberapa negara Eropa lainnya. Peminat patung karya Chen adalah pengusaha besar, pemilik hotel dan pemilik showroom automotif. Bahkan beberapa karyanya telah menjadi eye catcher di ruang luar dan dalam ruang beberapa bangunan.

Proses pembuatan seni patung Chen memang termasuk rumit karena membutuhkan tenaga bantu yang terampil dalam bidang pengelasan (welding), dan pemolesan (finishing). Bahan bakunya berupa potongan kecil stainless steel yang massif dan keras perlu dirangkai (proses pengelasan) dan di-finishing dengan baik agar dapat menampilkan karakter keindahan  stainless steel.

st5Bentuk-bentuk dinamis seni patung Chen merupakan perpaduan bentuk alami, geometrik, struktural yang imajiner. Detail setiap karya seninya mencerminkan ketelitian, ketekunan sekaligus sosok struktural patung. Pada detail-detail karyanya terdapat variasi yang berefek estetis pada sosok keseluruhan, karena melalui penampilan detail tersebut kesan halus, bergelombang, kasar atau kokoh pada setiap karyanya sehingga menampilkan keindahan materinya.

Karya seninya tidak terbatas hanya untuk kebutuhan ruang berskala kecil. Melalui rangkaian potongan stainless steel, maka ukuran bukan menjadi masalah baginya, mengingat kekuatan sambungan stainless steel  dapat menampilkan kesan struktural yang kokoh.

Beberapa karyanya terbukti sangat cocok untuk “mengisi” ruang luar secara proporsional. Dengan demikian kalau ada kesempatan ia pun akan “bersemangat” mengerjakan pembuatan sebuah patung kota.  (Ade Latief)          

 
< Prev   Next >