Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Seni arrow Seni Populer Metropolitan
Seni Populer Metropolitan PDF Print E-mail
Friday, 18 January 2008

the-untitled-four-120x120-cSalah satu cirri kota metropolitan yang ada di dunia adalah adanya beragam budaya, berpenduduk padat dan dihuni oleh berbagai bangsa dan beragam etnis.  Adanya sistem komunikasi yang modern menyebabkan budaya asing menyebar dengan sangat cepat. Perpaduan budaya yang beragam tersebut menjadikan gaya hidup orang-orang di kota metropolitan menjadi unik.

Kelas sosial yang berbeda, jenis pekerjaan yang sangat bervariasi, bercampur baur dengan tata kehidupan beragam dari kemajemukan budaya tadi mengakibatkan gaya berpakaian, gaya berbicara, gaya menikmati hidup dari beberapa golongan masyarakat metropolitan menjadi menarik dan khas. Biasanya yang paling menarik dan khas bahkan aneh adalah gaya hidup kaum mudanya. Gaya hidup kaum muda metropolitan yang khas inilah yang direkam oleh seorang seniman Eko Priharseno, melalui seni populer metropolitan.

6dy05Dengan gaya bebas, karya yang diciptakan dengan menggunakan aneka media yaitu cat akrilik, tinta cina, dengan teknik air brush, sablon dan teknik cetak ini membantu kita melihat gaya hidup metropolitan menurut kaca mata Eko. Sindiran tak langsung secara jenaka terhadap gaya hidup warga metropolitan digambarkan melalui  tarikan garis yang kuat dan tegas dengan penguasaan teknis menggambar bentuk yang prima. Lukisan bergaya poster ini berkesan modern.

Sebenarnya seni poster ini sudah dianggap sebagai karya seni rupa sejak awal abad ke-20. Biasanya seni poster ini berupa poster promosi produk atau event yang dibuat oleh seorang seniman lukis. Ternyata karya poster unik tersebut saat ini sering diburu para kolektor karena keindahan dan keunikannya.

Eko yang berlatar belakang desainer produk yang juga desainer interior ini  menyajikan gaya lukisan  seperti poster yang ekspresif dalam gaya modern kontemporer.

addictKebiasaan mengolah komposisi warna dalam interior, diterapkannya pada selembar kanvas sehingga aksen warna lembut atau warna kontras di antara permainan garis-garis tegasnya dalam lukisan menjadi enak untuk dilihat.

Beberapa contoh lukisan menggambarkan kritik sosial seperti dalam The Hands speak louder than words. Masa kini tangan besi, kekerasan atau main kakinya sendiri lebih ampuh dan lebih dominan dari kata-kata indah.

Atau dalam Living in Crossroad yang menggambarkan bahwa saat ini peraturan banyak dilanggar. Bukankah bagian jalan ini hanya diperuntukkan bagi untuk pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan?  Ekspresi kaum muda metropolitan digambarkan dalam The Untitled Four. Lukisan yang lain silakan pembaca untuk menafsirkannya.

Karier Eko sebagai pelukis dipicu oleh terdapatnya kesulitan kendala seorang desainer interior untuk mendapatkan hiasan dinding atau lukisan yang ukuran, warna , bentuk dan  objeknya pas dengan gaya ruang yang didesainnya.

anatomy-100-x-100-cm-Kemudian si desainer interior ini mencoba mendesain lukisan secara serius. Bahkan dia sempat berguru ke berbagai seniman dan menetap di Bali beberapa tahun. Ternyata Eko yang dari kecil sudah gemar menggambar ini sangat menikmati proses belajar melukis ini. Dia dengan bebas dapat mengekspresikan apa yang dipikirkannya dan apa yang dirasakannya.

Tujuannya melukis adalah untuk mendapatkan lukisan yang sesuai  dengan dinding-dinding ruangan yang didesainnya. Namun si pemilik rumah yang interiornya didesain Eko bebas untuk memasang lukisan gaya pop ini atau memilih lukisan lain. Hal tersebut  tidak menjadi masalah bagi pelukis ini , karena lukisannya yang berupa karya seni utuh itu juga dimaksudkan untuk dapat dimiliki oleh para kolektor yang berminat.

Beberapa pameran digelar dan yang terakhir diselenggarakan di Four Season Hotel, Jakarta. Sambutan masyarakat terhadap gaya lukisan  yang bergaya muda modern kontemporer  ini sangat baik. Beberapa lukisan yang dipamerkan di Philo Art Space, Kemang, Jakarta ditampilkan pada halaman Griya Asri ini.

 
Next >