Issues
-
April, 2008
-
March, 2008
-
February, 2008
-
January, 2008
-
December, 2007
-
November, 2007
-
October, 2007
-
September, 2007
-
August, 2007
-
July, 2007
|
|
Modern Eklektik Masih Diminati |
|
|
|
|
Tuesday, 10 October 2006 |
Dalam membuat suasana rumah tinggal yang nyaman diperlukan
adanya aksesori atau pernak-pernik interior yang sesuai dengan gaya yang
dikehendaki pemilik rumah. Pemilihan
lukisan, lampu duduk, soft furnishing berupa tirai atau bantal kursi serta
benda-benda koleksi dapat menghasilkan tampilan dan suasana yang mencerminkan
gaya hidup penghuninya.
Benda kerajinan rakyat pada masa lalu masih banyak diminati
oleh masyarakat modern. Sekarang ini ada
tren untuk mengangkat kembali benda kerajinan antik atau replikanya yang
dikemas lebih modern dengan memberi sentuhan desain baru, misalnya dengan
memberikan bingkai atau base polos pada benda kerajinan antik dengan warna yang
sesuai dengan suasana sekitarnya. Cara lain untuk mengangkat seni kuno tersebut
adalah dengan menempatkannya diantara benda-benda modern, sehingga menghasilkan
gaya campuran atau biasa disebut dengan gaya eklektik.
Ruangan di rumah-rumah di perkotaan dewasa ini cenderung
diusahakan terbuka dan transparan untuk mendapatkan kesan lebih lega. Karena
itu ruangan keluarga, ruangan makan bersama pantry sering dijadikan satu. Dalam hal ini pemilihan aksesori interior
diusahakan tidak terlalu banyak.
Biasanya desainer interior atau pemilik rumah memilih
pernak-pernik yang sesuai dengan seleranya. Karena itu, pertimbangan
peletakannya sudah ditentukan menurut bentuk, warna dan ukuran benda tersebut
yang harus disesuaikan dengan benda-benda di sekitarnya di dalam ruang. Berbagai gaya dapat dipadupadankan dengan
manis, asalkan perpaduannya tepat. Misalnya, meja makan yang permukaannya
diberi mozaik keramik geometris dengan motif hias gaya khas Maroko,
pernak-perniknya berupa kotak anyam bambu berhias dari Yogya untuk tempat buah,
mangkuk berwarna hijau polos dan vas kaca dengan beberapa tangkai daun papirus.
Kami mengajak pembaca mengunjungi sebuah tempat yang
menerapkan konsep eklektik ini. Pada
ruang keluarga ada sofa berbentuk L dan furnitur berbentuk persegi dengan
tekstur yang menarik dilengkapi aksesori gaya oriental. Lampu duduk warna merah
dipilih dengan salah satu unsur warna pada lukisan karya Gigih Wiyono yang
tergantung di dinding.
Pada satu sisi ruang terdapat lemari berlaci untuk menyimpan
peralatan makan. Disampingnya ada sebuah
gawangan dari besi tempa untuk dekorasi sekaligus tempat menyampirkan taplak
meja dan kain-kain yang warnanya juga diambil dari salah satu warna pada
lukisan di dinding.
Dahulu orang sering menempatkan lukisan buah, lukisan bunga
atau lukisan makanan di ruang makan. Namun,
sebenarnya tidak harus demikian. Tema apapun, abstrak, figuratif atau
naturalistik boleh saja ditempatkan di ruangan makan.
Ada kalanya penghuni rumah masih menyukai furnitur antik. Biasanya
pilihan tuan rumah jatuh pada kursi, meja teh dan hiasan dinding dari kayu jati
antik. Untuk menghindari kesan kusam dipilih jok dan bantal kursi warna ceria
dan dipermanis dengan jambangan dari beling bergaya modern.
Untuk kamar anak-anak, si ibu dapat memanfaatkan koleksi
perabotan berupa meja untuk bermain ceki. Kini meja rendah yang lebar itu
dipakai sebagai tempat anak-anak duduk bermain boneka atau main ular tangga
bersama teman dan keluarganya. Aksesori di sekitar sudut tempat bermain ini
dapat berupa boneka warna-warni sehingga membangkitkan kegembiraan dan semangat
anak-anak.
Dalam hal ini tidak ada batasan yang pasti dalam menciptakan
ruang yang indah, yang penting adalah ada selera yang baik dan kepekaan dalam
memadupadankan berbagai materi modern dan benda antic. (Anur Mulhadiono)
Lokasi : Koi Galeri
Kafe, Saberro House, Kemang.
Desainer interior : Amalia Wirjono
Lukisan : Gigih
Wiyono
Foto : Ahkamul Hakim
Lokasi : Temple
Trees, kebayoran Baru
Desainer interior : Veronika
Foto : Sjahrial Iqbal
|

|