Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Seni arrow Modern Eklektik Masih Diminati
Modern Eklektik Masih Diminati PDF Print E-mail
Tuesday, 10 October 2006
modern-eklektik-1Dalam membuat suasana rumah tinggal yang nyaman diperlukan adanya aksesori atau pernak-pernik interior yang sesuai dengan gaya yang dikehendaki pemilik rumah.  Pemilihan lukisan, lampu duduk, soft furnishing berupa tirai atau bantal kursi serta benda-benda koleksi dapat menghasilkan tampilan dan suasana yang mencerminkan gaya hidup penghuninya.

Benda kerajinan rakyat pada masa lalu masih banyak diminati oleh masyarakat modern.  Sekarang ini ada tren untuk mengangkat kembali benda kerajinan antik atau replikanya yang dikemas lebih modern dengan memberi sentuhan desain baru, misalnya dengan memberikan bingkai atau base polos pada benda kerajinan antik dengan warna yang sesuai dengan suasana sekitarnya. Cara lain untuk mengangkat seni kuno tersebut adalah dengan menempatkannya diantara benda-benda modern, sehingga menghasilkan gaya campuran atau biasa disebut dengan gaya eklektik.

modern-eklektik-2Ruangan di rumah-rumah di perkotaan dewasa ini cenderung diusahakan terbuka dan transparan untuk mendapatkan kesan lebih lega. Karena itu ruangan keluarga, ruangan makan bersama pantry sering dijadikan satu.  Dalam hal ini pemilihan aksesori interior diusahakan tidak terlalu banyak.

Biasanya desainer interior atau pemilik rumah memilih pernak-pernik yang sesuai dengan seleranya. Karena itu, pertimbangan peletakannya sudah ditentukan menurut bentuk, warna dan ukuran benda tersebut yang harus disesuaikan dengan benda-benda di sekitarnya di dalam ruang.  Berbagai gaya dapat dipadupadankan dengan manis, asalkan perpaduannya tepat. Misalnya, meja makan yang permukaannya diberi mozaik keramik geometris dengan motif hias gaya khas Maroko, pernak-perniknya berupa kotak anyam bambu berhias dari Yogya untuk tempat buah, mangkuk berwarna hijau polos dan vas kaca dengan beberapa tangkai daun papirus.

modern-eklektik-3 Kami mengajak pembaca mengunjungi sebuah tempat yang menerapkan konsep eklektik ini.  Pada ruang keluarga ada sofa berbentuk L dan furnitur berbentuk persegi dengan tekstur yang menarik dilengkapi aksesori gaya oriental. Lampu duduk warna merah dipilih dengan salah satu unsur warna pada lukisan karya Gigih Wiyono yang tergantung di dinding.

Pada satu sisi ruang terdapat lemari berlaci untuk menyimpan peralatan makan.  Disampingnya ada sebuah gawangan dari besi tempa untuk dekorasi sekaligus tempat menyampirkan taplak meja dan kain-kain yang warnanya juga diambil dari salah satu warna pada lukisan di dinding.

Dahulu orang sering menempatkan lukisan buah, lukisan bunga atau lukisan makanan di ruang makan.  Namun, sebenarnya tidak harus demikian. Tema apapun, abstrak, figuratif atau naturalistik boleh saja ditempatkan di ruangan makan.

modern-eklektik-4 Ada kalanya penghuni rumah masih menyukai furnitur antik. Biasanya pilihan tuan rumah jatuh pada kursi, meja teh dan hiasan dinding dari kayu jati antik. Untuk menghindari kesan kusam dipilih jok dan bantal kursi warna ceria dan dipermanis dengan jambangan dari beling bergaya modern.

Untuk kamar anak-anak, si ibu dapat memanfaatkan koleksi perabotan berupa meja untuk bermain ceki. Kini meja rendah yang lebar itu dipakai sebagai tempat anak-anak duduk bermain boneka atau main ular tangga bersama teman dan keluarganya. Aksesori di sekitar sudut tempat bermain ini dapat berupa boneka warna-warni sehingga membangkitkan kegembiraan dan semangat anak-anak.

Dalam hal ini tidak ada batasan yang pasti dalam menciptakan ruang yang indah, yang penting adalah ada selera yang baik dan kepekaan dalam memadupadankan berbagai materi modern dan benda antic. (Anur Mulhadiono)

Lokasi  : Koi Galeri Kafe, Saberro House, Kemang.
Desainer interior : Amalia Wirjono
Lukisan  : Gigih Wiyono
Foto : Ahkamul Hakim
Lokasi  : Temple Trees, kebayoran Baru
Desainer interior : Veronika
Foto : Sjahrial Iqbal


 
< Prev   Next >