Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Seni arrow Lukisan Pada Latar Belakang Furnitur
Lukisan Pada Latar Belakang Furnitur PDF Print E-mail
Tuesday, 01 August 2006
7-8Setiap rumah tentulah mempunyai aneka perabot untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Untuk menjadikan rumah tinggal bersuasana nyaman, penghuni sering menambahkan pada perabotnya dengan pernak-pernik atau aksesori interior. Salah satu upaya mencapai kenyamanan tersebut adalah mengisi dinding dengan aneka lukisan.

Dahulu lukisan merupakan benda koleksi yang ditempatkan di dalam ruang rumah tinggal untuk menunjukkan bahwa penghuni rumah adalah orang terhormat. Lukisan menaikkan gengsi si pemilik rumah sebagai tanda bahwa ia menghargai seni lukisan dan dapat membeli lukisan  yang mahal. 

9-10Setiap lukisan zaman dahulu selalu berbingkai. Tanpa bingkai lukisan terasa masih telanjang atau kurang lengkap.  Bahkan bingkainya juga dihias, berukir bunga dan hiasan lain yang dianggap menyatu, sesuai dengan mebel sekitarnya yang sering pula berukir. Selain itu, penerapan passepartout (pasepartu) juga sering dilakukan untuk memperlengkap pigura. 

Seiring dengan perkembangan zaman, gaya hidup orang telah banyak berubah. Penerapan desain yang canggih sudah mulai merasuk ke dalam kehidupan para eksekutif ataupun kalangan menengah ke atas. Keindahan ruang secara keseluruhan menjadi perhatian mereka. Pemilihan furnitur serta pernak-pernik dan aksesori yang sesuai menjadi pilihan yang mendatangkan kepuasan bagi pemilik rumah. 

11-12Dewasa ini banyak pemilik rumah yang menggunakan lukisan sebagai penghias interior selain sebagai benda koleksi. Dengan demikian warna, bentuk serta garis dalam lukisan baik yang berbingkai maupun yang tidak berbingkai, disesuaikan dengan furnitur di sekitarnya.  Sering pula lukisan tidak digantung di dinding melainkan ditempatkan di atas kursi atau di atas sofa dan mungkin tampak tidak utuh karena meletakkannya hampir setinggi furnitur di depannya. Komposisi antara furnitur dan lukisan menjadi satu kesatuan yang harmonis sehingga dapat membentuk suasana ruang yang diinginkan pemilik rumah. Ada pula lukisan yang dibuat kemudian atas pesanan pemilik rumah setelah furnitur ditata dalam ruang. Karena itu, sering identitas si pelukis tidak dicantumkan dengan jelas. Dalam hal ini hasil karyanya bukanlah murni sebagai cetusan emosi dan isi hati pelukisnya, tetapi merupakan karya yang disesuaikan dengan desain yang sudah ada. 

13-14Contohnya seorang pemilik rumah bernama Rio Prahara sangat menyukai lukisan abstrak hasil cetusan emosi Chandra Johan. Rio menempatkan lukisan Chandra sebagai latar belakang furnitur. Penempatan lukisan sebagai penunjang interior dapat disesuaikan dengan berbagai gaya seperti gaya oriental, gaya modern, gaya klasik dan gaya elektik.  Semuanya dapat diciptakan sesuai dengan selera penghuni rumah. Dengan demikian, gaya interior rumah secara keseluruhan dapat mengekpresikan gaya hidup penghuninya. (Anur Mulhadiono)

 
< Prev   Next >