Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Seni arrow Kulit sebagai Aksesori Furnitur
Kulit sebagai Aksesori Furnitur PDF Print E-mail
Tuesday, 26 September 2006
seni-kulit-1aSejak dahulu kala, kulit binatang telah dimanfaatkan orang untuk berbagai keperluan seperti kulit sapi untuk sepatu dan tas, kulit binatang berbulu tebal untuk mantel pelindung dingin. Pada perkembangan selanjutnya berbagai kulit binatang yang bermotif indah diambil untuk memenuhi kebutuhan mode (fashion).

seni-kulit-2Yang dibahas di bawah ini adalah pemakaian kulit binatang yang biasa dipotong untuk konsumsi manusia, yaitu kulit sapi dan kulit kerbau. Kulit yang telah disamak,  diproses, dan diwarnai, pada umumnya dimanfaatkan untuk pembuatan sepatu, tas atau jaket. Kemudian orang memanfaatkan kulit ini untuk berbagai keperluan yang lebih luas seperti untuk pernak-pernik dan aksesori furnitur.

seni-kulit-7 Dengan kreativitas dan sentuhan desain, perajin furnitur dengan aksesori kulit ini menjadi lebih indah eksklusif. Perangkat sofa berlapis kulit dari Inggris yang dikenal dengan kursi Chippendale dari abad ke-18 masih merupakan koleksi yang membanggakan bagi pemiliknya. Untuk melekatkan kulit ke materi kayu furnitur digunakan paku-paku yang sekaligus digunakan untuk aksesori. Pada kursi Chippendale ini materi kulit merupakan bahan utama disamping kayu mahagony.

Furnitur yang ditampilkan di sini bahan utamanya adalah kayu. Kulit sapi hanya sebagai bahan tambahan untuk mempermanis penampilan furnitur.

seni-kulit-3seni-kulit-5 Kulit sapi yang diembos sehingga bagian permukaannya menonjol  dan dibuat seperti motif kulit buaya , memberikan kesan eksklusif pada furnitur. Tiruan kulit buaya hasil tangan tersebut dipotong berukuran 15x15 cm untuk memperindah penampilan sebuah dressoir kayu yang berbentuk simpel modern. Kulit buaya dengan berbagai teksturnya  yang berwarna antara cokelat tua dan cokelat muda dalam penerapannya disesuaikan dengan bahan baku  kayu yang kadang-kadang lebih gelap, kadang-kadang lebih muda dari motif kulit buayanya. Tombol laci berbentuk persegi berwarna putih dapat membantu memfokuskan pandangan kita pada tiruan kulit buaya tersebut. Untuk meja teh atau meja samping dapat dibuat meja menyerupai koper atau seperti peti dengan motif kulit buaya berpermukaan rata. Motif kulit buaya diambil karena dianggap polanya sangat menarik, sedangkan bahannya diambil dari kulit sapi. Seperti furnitur kulit berpaku dari Inggris, paku-paku pada pangkal kaki meja buatan Spanyol ini dimaksudkan sebagai aksen. Paku paku ini diatur membentuk pola yang unik.

seni-kulit-6_crop Kulit sapi yang diubah seperti kulit buaya ini, memberikan kesan yang alami dan eksklusif serta bernuansa seni. Dengan tambahan aksesori pernak- pernik modern, ruangan menjadi berkesan artistik. 

Tiruan kulit buaya juga dapat dibuat dari bahan plastik yang dibuat oleh pabrik Warna-warninya dapat diatur sesuai dengan selera perajin, namun kesan alami tidak lagi terasa. Yang terasa adalah kesan modern futuristik. Kita dapat menyimpulkan bahwa apapun gaya interior yang dikehendaki, desainer furniturlah yang berperan penting. (Anur Mulhadiono).


Foto : Sjahrial Iqbal      
Koleksi : Combi Furnitur, Gajahmada Plaza
 
< Prev   Next >