|
Peta
pelukis Indonesia,
dewasa ini diperkaya dengan beberapa figur baru yang ikut memberikan sumbangsih
dalam dunia seni rupa nasional. Dalam melukis mereka cenderung tidak terikat
pada pakem tertentu. Mereka secara total bebas berekspresi tanpa meninggalkan
kerangka konsep yang erat kaitannya dengan prinsip seni rupa modern. Hal ini
berlaku pula pada pelukis muda kelahiran Banyuwangi, Fathur Rochman
Nama Fathur
memang jarang kita dengar, pria berambut panjang ini menyukai melukis sejak
usia lima
tahun. Rupanya tidak dunia lukis saja yang ditekuninya, tetapi juga dunia dalang.
Urusan mendalang bagi bapak dua anak ini sudah menjadi suatu kebutuhan rohani yang
sampai saat ini tetap ditekuninya. Dia menuangkan idenya di atas kanvas melalui
cat acrylic dengan “berani” dan menghasilkan karya-karya abstrak yang
ekspresionis.
Keadaan sekitar, suasana hati bahkan alam semesta menjadi objek
utama setiap karyanya, yang menghasilkan bentuk-bentuk yang abstrak namun sarat
makna. “Saya selalu “berdialog” dengan lukisan saya, dan silakan orang yang
melihatnya menilai menurut persepsinya sendiri-sendiri,” ujarnya tentang
karyanya. Lukisan abstrak baginya selalu penuh dengan tantangan, dan aneka
pemahaman muncul bahkan yang kontradiktif sekali pun.
Pengalaman
Fathur dalam melukis memang cukup panjang. Kini ia menemui kepuasan batin tanpa
tekanan apa pun. Ia dapat menuangkan kebebasannya dalam melukis dan menggarapnya melalui sebuah proses
kreatif. Ide-idenya divisualisasikan lewat goresan, permainan garis, bentuk dan
komposisi warna yang cemerlang sehingga menghasilkan bentuk yang unik. Ada yang khas dari karya
pelukis muda ini, yaitu dalam setiap karyanya selalu mengandung bentuk-bentuk segitiga.
Kemudian yang menjadi ciri lainnya adalah selalu terdapat tekstur warna berupa
efek-efek tertentu serta sedikit sentuhan prada.
Warna yang
divisualisasikannya memiliki warna-wana prima, yang segar, dan kontras. Fathur
selalu menerapkan warna ungu sebagai warna identitasnya. Menurutnya, warna ungu
bila dipadukan dalam sebuah komposisi dapat menimbulkan kesan yang menggugah
rasa haru namun “menggigit”. Keberaniannya dalam mengkomposisikan warna menghasilkan
karya yang sangat ekspresif, kadang-kadang karyanya mengantarkan kita kepada
suasana tertentu seperti rasa sejuk, hangat dan emosional.
Uniknya
lagi, pelukis ini membuat kanvas sendiri sebagai media lukisnya. Kanvas yang
diproduksinya ini memang tidak diperjualbelikan, hanya untuk dipakai sendiri.
Beberapa hasil karyanya sangat cocok untuk ditempatkan sebagai dekorasi
interior rumah baik yang bergaya modern minimalis maupun kontemporer. Itulah
sebabnya Fathur banyak mendapat pesanan dari beberapa desainer interior untuk
membuat lukisan khusus.
Fathur berpendapat bahwa seorang pelukis seperti yang
ditekuninya ini merupakan sebuah kehidupan yang dinamis. Kebebasan dalam
menuangkan ide merupakan kepuasan batin yang tiada tara.
Terus berkarya adalah tekad utamanya sampai kapan pun juga.
|