Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Seni arrow Kebebasan Berekspresi dalam Goresan
Kebebasan Berekspresi dalam Goresan PDF Print E-mail
Sunday, 11 November 2007

if_fathur_023 Peta pelukis Indonesia, dewasa ini diperkaya dengan beberapa figur baru yang ikut memberikan sumbangsih dalam dunia seni rupa nasional. Dalam melukis mereka cenderung tidak terikat pada pakem tertentu. Mereka secara total bebas berekspresi tanpa meninggalkan kerangka konsep yang erat kaitannya dengan prinsip seni rupa modern. Hal ini berlaku pula pada pelukis muda kelahiran Banyuwangi, Fathur Rochman

Nama Fathur memang jarang kita dengar, pria berambut panjang ini menyukai melukis sejak usia lima tahun. Rupanya tidak dunia lukis saja yang ditekuninya, tetapi juga dunia dalang. Urusan mendalang bagi bapak dua anak ini sudah menjadi suatu kebutuhan rohani yang sampai saat ini tetap ditekuninya. Dia menuangkan idenya di atas kanvas melalui cat acrylic dengan “berani” dan menghasilkan karya-karya abstrak yang ekspresionis.

if_fathur_086 Keadaan sekitar, suasana hati bahkan alam semesta menjadi objek utama setiap karyanya, yang menghasilkan bentuk-bentuk yang abstrak namun sarat makna. “Saya selalu “berdialog” dengan lukisan saya, dan silakan orang yang melihatnya menilai menurut persepsinya sendiri-sendiri,” ujarnya tentang karyanya. Lukisan abstrak baginya selalu penuh dengan tantangan, dan aneka pemahaman muncul bahkan yang kontradiktif sekali pun.

Pengalaman Fathur dalam melukis memang cukup panjang. Kini ia menemui kepuasan batin tanpa tekanan apa pun. Ia dapat menuangkan kebebasannya dalam melukis  dan menggarapnya melalui sebuah proses kreatif. Ide-idenya divisualisasikan lewat goresan, permainan garis, bentuk dan komposisi warna yang cemerlang sehingga menghasilkan bentuk yang unik. Ada yang khas dari karya pelukis muda ini, yaitu dalam setiap karyanya selalu mengandung bentuk-bentuk segitiga. Kemudian yang menjadi ciri lainnya adalah selalu terdapat tekstur warna berupa efek-efek tertentu serta sedikit sentuhan prada.

if_fathur_013 Warna yang divisualisasikannya memiliki warna-wana prima, yang segar, dan kontras. Fathur selalu menerapkan warna ungu sebagai warna identitasnya. Menurutnya, warna ungu bila dipadukan dalam sebuah komposisi dapat menimbulkan kesan yang menggugah rasa haru namun “menggigit”. Keberaniannya dalam mengkomposisikan warna menghasilkan karya yang sangat ekspresif, kadang-kadang karyanya mengantarkan kita kepada suasana tertentu seperti rasa sejuk, hangat dan emosional.

Uniknya lagi, pelukis ini membuat kanvas sendiri sebagai media lukisnya. Kanvas yang diproduksinya ini memang tidak diperjualbelikan, hanya untuk dipakai sendiri. Beberapa hasil karyanya sangat cocok untuk ditempatkan sebagai dekorasi interior rumah baik yang bergaya modern minimalis maupun kontemporer. Itulah sebabnya Fathur banyak mendapat pesanan dari beberapa desainer interior untuk membuat lukisan khusus.

Fathur berpendapat bahwa seorang pelukis seperti yang ditekuninya ini merupakan sebuah kehidupan yang dinamis. Kebebasan dalam menuangkan ide merupakan kepuasan batin yang tiada tara. Terus berkarya adalah tekad utamanya sampai kapan pun juga.

 
< Prev   Next >