Seni oriental berasal dari negara-negara Timur
seperti India, Pakistan, Thailand,
Indonesia,
Cina dan Jepang. Hasil seni kerajinan
dari negara-negara tersebut terkenal unik dan eksotis. Sampai sekarang disaat
selera interior dan arsitektur modern dan minimalis menjadi tren, benda-benda
seni tradisional dari negara-negara tersebut masih menarik untuk aksen ruang.
Seni oriental ini unik dan eksotis karena dihasilkan oleh
para seniman yang terampil dan inspirasinya bersumber pada kepercayaan dan
agama mereka. Biasanya benda-benda yang dihasilkan mereka ada kaitannya dengan
ritual agama, pemujaan terhadap dewa-dewa sekaligus mengekspesikan keyakinan
yang paling dalam dari senimannya. Seringpula sebelum mereka bekerja harus
didahului oleh ritual dan kontemplasi serius.
Dapat dicatat pada masa lalu seni rupa terpusat di lingkungan
istana. Para seniman dan perajin dihargai
tinggi karena mereka mampu menghasilkan benda indah dan eksotis untuk raja dan
keluarganya. Kehidupan mereka terangkat dengan penghormatan dan fasilitas yang
diberikan oleh kalangan keraton. Hidup mereka hanya mengabdi untuk seni.
Hasil peninggalan benda kerajinan tradisional yang sekarang
disebut benda antik, memang sudah langka, yang mungkin hanya bisa dijumpai di
museum dan di rumah para kolektor.
Namun, benda antik tersebut tetap menjadi inspirasi bagi para
perajin masa kini. Demikianlah kadang-kadang dibuat replikanya dan diperbanyak
dengan teknik cetak dengan materi fiber.
Dengan bantuan pengecatan dan pewarnaan benda tiruan ini tampak
seolah-olah terbuat dari logam atau kayu misalnya. Memang hal ini terasa kurang
“jujur”, namun untuk benda dekorasi atau penunjang interior hal ini dapat
diterima karena penampilannya yang cantik. Para
perajinnya juga mempunyai keterampilan yang tinggi, karena mereka mengerjakan
dengan teliti, mendetail dan dengan rasa seni dan pertimbangan desain yang
baik. Dengan penemuan teknologi logam yang sudah maju, besi misalnya dapat
“disulap” seolah-olah antik dengan bantuan teknik patina.
Untuk fungsi dekorasi mungkin pula dilakukan “alih fungsi”
dari benda-benda unik tersebut. Wadah-wadah bulat terukir yang dahulu dipakai
untuk keperluan ritual agama Budha, sekarang mungkin dimanfaatkan untuk hiasan
sudut ruang. Detail ukiran dari sebuah kuil dipigura menjadi hiasan dinding.
Begitulah seterusnya bergantung pada kreativitas desainernya.
Griya Asrinomor ini menampilkan berbagai benda antik atau benda seni
oriental yang cocok ditempatkan sebagai dekorasi interior. Benda-benda indah
ini dapat dipadu dalam interior bergaya eklektik dan penampilannya cukup
manis.(Anur Erawati M)
|