Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Seni arrow AR. Soedarto Berkarya di atas Kanvas
AR. Soedarto Berkarya di atas Kanvas PDF Print E-mail
Wednesday, 26 March 2008

_mg_0013-copy Kepiawaian melukis bagi AR Soedarto merupakan sebuah anugrah luar biasa dari yang Maha Kuasa. Sebuah talenta olah rasa, olah pikir dan olah teknik yang pantas disyukurinya. Melalui karyanya yang beraliran abstrak, ia turut meramaikan khazanah dunia lukis di tanah air.

Banyaknya pelukis yang beraliran abstrak dewasa ini merupakan berkah bagi para pelukis di tanah air karena mereka dapat menampilkan karya terbaiknya. Griya Asri beberapa waktu yang lalu meliput karya AR.Sudarto, seorang pelukis yang baru kembali  berkarya. Dengan menggunakan alam sebagai inspirasi objek lukisannya, ia menampilkan karya-karya yang berbeda dari karya pelukis lainnya.

_mg_9964-copy-copy Bagi Soedarto, lukisan abstrak merupakan media untuk berdialog yang mengasyikkan dan tidak akan pernah selesai. Ketika berkarya maka muncullah makna-makna baru di dalamnya. Karya-karyanya kadang-kadang lahir dari sebuah ide spontan, yang kadang-kadang membutuhkan jarak waktu dan ruang, serta perenungan yang dalam sehingga diperoleh tingkat kualitas spiritual yang maksimal. Proses pengalaman visual inilah pada akhirnya melahirkan simbol-simbol atau ikon-ikon berupa garis, bidang, tekstur, warna dan titik.

Soedarto yang memulai kariernya sejak awal 1973 ini sempat berhenti melukis selama sepuluh tahun. Berkat dorongan seorang teman, akhirnya ia sadar bahwa bakat yang dimilikinya harus disalurkan kembali. Demikianlah pada tahun 1989 ia pun kembali aktif melukis dan pada tahun 1994 berpameran bersama para seniman asal Kudus di Taman Ismail Marzuki (TIM). Setelah itu ia sering mengadakan berbagai pameran, baik tunggal maupun bersama. Bahkan, alumni Sekolah Tinggi Seni Rupa Nasional Indonesia ini pun membuat seri dengan tema yang selalu berbeda untuk setiap periode lukisannya.

_mg_9959-copy-copy Tahun 2008 ini, ia membuat seri intan (diamond) dengan tema “ dinamika kehidupan”, yang secara visual berwujud frame persegi empat yang posisinya dibuat miring sehingga menyerupai diamond. Sebagai objek lukisannya, ia mengambil tema sebuah delta, bila dilihat dari atas, Itulah sebabnya, pada kanvas bagian atas dan bagian bawah penuh dengan  objek sedangkan bagian tengah sengaja dikosongkan untuk melambangkan area kehidupan. Daerah kosong ini dihubungkan dengan titik-titik emas yang diartikan sebagai simbol dinamika kehidupan. Dari satu titik ke titik lain itulah yang menggambarkan rentetan kehidupan yang kita lalui. Warna emas yang menyertainya  dapat diartikan sebagai rasa syukur kita kepada Yang Maha Kuasa.

_mg_9972-copy-copy Material yang dipakai adalah mixed-media, yaitu bahan limbah seperti karung goni, dan karung plastik. Di sini bahan limbah tersebut ”disulap” menjadi barang seni. Untuk komposisi warna, pelukis asal Kudus ini menerapkan warna-warna alam (natural) jadi barang seni seperti warna tanah, warna laut dan hijau. Yang menjadi ciri khas dari karyanya adalah selalu menerapkan warna oranye sebagai aksen. Warna ini menurutnya dapat memberikan kesegaran dan keceriaan, sehingga komposisi warna yang dihasilkan menjadi cantik. Ukuran bingkai yang dipakai pun hanya dua macam, yaitu berukuran 68cm x 68cm dan 80cm x 80cm. Satu harapannya yang sampai saat ini belum tercapai yaitu, ia ingin membuat semacam buku panduan ( direktori pelukis Indonesia ) baik dalam bentuk buku atau website internet, sehingga para kolektor, galeri, balai lelang, dan mereka yang memerlukan cukup mudah untuk mendapatkan data dan informasi para pelukis.

 
Next >