Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Seni arrow Alam Sebagai Inspirasi
Alam Sebagai Inspirasi PDF Print E-mail
Friday, 10 November 2006
s1Manusia adalah bagian dari alam semesta, tak terpisahkan
Keindahan alam adalah anugerah bagi manusia
Kerusakan alam adalah bencana bagi manusia
Belaian kasih sayang, ataukah perlakuan kasar?
Pada manusialah kelestarian alam bergantung

Namun karena usia, alam pun mengalami perubahan bentuk
Seperti manusia bertambah tua, pohon pun tumbuh tua dan meranggas
Tanah merekah, kayu merapuh, besi pun berkarat
Itulah sifat alam sendiri, alamiah, demikian adanya

s2 Perubahan alamiah pada benda-benda yang berada di sekitar kita telah menjadi inspirasi bagi seorang perupa, Freddy Sofian. Tanah retak, kain koyak, pohon meranggas digambarkan dalam lukisannya yang abstrak. Inspirasi dari sumber alam tersebut diwujudkan menjadi lukisan yang menarik dengan menggunakan aneka media seperti logam dan kawat yang disambung dan direkat dengan teknik las. Paduan aneka media bersama cat akrilik dibuat pada satu karya dalam sehelai kain kanvas. Dalam melukis kaidah komposisi, garis dan warna menjadi pertimbangan utama Freddy agar tercapai kesan artistic. Selain itu ditambahkan tekstur hasil ketokan, lembut dan keras pada logam atau pelat perunggu pada bagian-bagian tertentu di kanvasnya. Kadang-kadang pelat nomor mobil pun bertengger di kanvasnya seperti pada sebuah lukisannya yang terpilih pada Biennale Jakarta 2006 beberapa waktu yang lalu.

s3Penggunaan warna-warna yang ditorehkan pada karya mixed medianya, kebanyakan warna alam seperti warna tanah yang kusam dan warna karat logam yang kecoklat-coklatan yang menyiratkan kuatnya gerusan waktu. Warna-warna alami yang dipakai adalah cokelat, kuning, putih, oranye dan abu-abu. Namun, kadang-kadang warna biru yang cemerlang juga digunakan untuk latar belakang pada kanvasnya sehingga optimis dan segar.

Ketertarikannya pada objek tua dan usang ini bukan berarti dia ingin merusak alam tetapi sebaliknya mengingatkan agar kita menjaga lingkungan hidup kita.

s4 Freddy Sofian, kelahiran Bandung (tahun 1947) dari tahun 1970 s.d. tahun 1975 belajar melukis di Studio Rangga Gempol yang dipimpin oleh pelukis Barli Sasmitawinata. Selanjutnya, selama beberapa tahun ia pergi ke Belanda, Jerman dan pusat kesenian di Paris untuk menambah wawasan keseniannya. Selain itu, ia juga sempat belajar seni grafis di Red Point Bandung. Seni grafis ternyata banyak berpengaruh pada karyanya yang abstrak.

Demikianlah karya Freddy Sofian yang unik, cinta lingkungan dan menjadikan alam sebagai inspirasi.

(Anur Mulhadiono)

 
< Prev   Next >