Issues
-
April, 2008
-
March, 2008
-
February, 2008
-
January, 2008
-
December, 2007
-
November, 2007
-
October, 2007
-
September, 2007
-
August, 2007
-
July, 2007
|
|
Friday, 10 November 2006 |
Manusia adalah bagian dari alam semesta, tak terpisahkan
Keindahan alam adalah anugerah bagi manusia
Kerusakan alam adalah bencana bagi manusia
Belaian kasih sayang, ataukah perlakuan kasar?
Pada manusialah kelestarian alam bergantung
Namun karena usia, alam pun mengalami perubahan bentuk
Seperti manusia bertambah tua, pohon pun tumbuh tua dan
meranggas
Tanah merekah, kayu merapuh, besi pun berkarat
Itulah sifat alam sendiri, alamiah, demikian adanya
Perubahan alamiah pada benda-benda yang berada di sekitar
kita telah menjadi inspirasi bagi seorang perupa, Freddy Sofian. Tanah retak,
kain koyak, pohon meranggas digambarkan dalam lukisannya yang abstrak. Inspirasi
dari sumber alam tersebut diwujudkan menjadi lukisan yang menarik dengan
menggunakan aneka media seperti logam dan kawat yang disambung dan direkat
dengan teknik las. Paduan aneka media bersama cat akrilik dibuat pada satu
karya dalam sehelai kain kanvas. Dalam melukis kaidah komposisi, garis dan
warna menjadi pertimbangan utama Freddy agar tercapai kesan artistic. Selain
itu ditambahkan tekstur hasil ketokan, lembut dan keras pada logam atau pelat
perunggu pada bagian-bagian tertentu di kanvasnya. Kadang-kadang pelat nomor
mobil pun bertengger di kanvasnya seperti pada sebuah lukisannya yang terpilih
pada Biennale Jakarta 2006 beberapa waktu yang lalu.
Penggunaan warna-warna yang ditorehkan pada karya mixed
medianya, kebanyakan warna alam seperti warna tanah yang kusam dan warna karat
logam yang kecoklat-coklatan yang menyiratkan kuatnya gerusan waktu. Warna-warna
alami yang dipakai adalah cokelat, kuning, putih, oranye dan abu-abu. Namun,
kadang-kadang warna biru yang cemerlang juga digunakan untuk latar belakang
pada kanvasnya sehingga optimis dan segar.
Ketertarikannya pada objek tua dan usang ini bukan berarti
dia ingin merusak alam tetapi sebaliknya mengingatkan agar kita menjaga
lingkungan hidup kita.
Freddy Sofian, kelahiran Bandung (tahun 1947) dari tahun
1970 s.d. tahun 1975 belajar melukis di Studio Rangga Gempol yang dipimpin oleh
pelukis Barli Sasmitawinata. Selanjutnya, selama beberapa tahun ia pergi ke
Belanda, Jerman dan pusat kesenian di Paris untuk menambah wawasan keseniannya.
Selain itu, ia juga sempat belajar seni grafis di Red Point Bandung. Seni grafis
ternyata banyak berpengaruh pada karyanya yang abstrak.
Demikianlah karya Freddy Sofian yang unik, cinta
lingkungan dan menjadikan alam sebagai inspirasi.
(Anur Mulhadiono)
|

|