Hutan-hutan di bagian tertinggi pegunungan di Indonesia
kadang-kadang memiliki pemandangan yang unik. Pohon-pohon, baik batang dan
dahan, dibalut oleh suatu lapisan tebal berwarna hijau. Begitu pula tanah dan
bebatuan seolah-olah tertutup oleh
karpet hijau. Semuanya diselimuti tumbuhan lumut sehingga sering disebut hutan
lumut.
Lumut yang bahasa ilmiahnya disebut Bryophyta merupakan
tumbuhan hijau berukuran kecil, tidak berbunga dan tidak memiliki jaringan
pembuluh. Dengan bantuan organ mirip
akar, bernama rhizoid, tumbuhan ini dapat hidup menempel pada batang dan
dahan kayu, batu, tanah, kayu mati atau serasah. Daerah pegunungan merupakan
tempat yang paling banyak ditumbuhi lumut. Namun ada beberapa beberapa jenis
lumut yang mampu hidup di lokasi yang “tidak bersahabat” seperti di tempat
panas dan kering. Kemampuan lumut untuk mengatur metabolisme tubuhnya
menyesuaikan diri dengan tingkat kelembapan yang ada, memungkinkan hal itu
terjadi. Lumut mempunyai struktur yang sederhana. Perkembangbiakannya secara
vegetatif melalui potongan tubuhnya yang menyebar terbawa oleh angin atau dipungut oleh burung untuk membuat
sarang. Di seluruh Indonesia sedikitnya terdapat 1.500 jenis lumut dengan
bentuk, ukuran dan warna yang
beranekaragam.
Untuk mempelajari potensi lumut serta melindungi dan
mengembangbiakkan beberapa jenis tertentu, Kebun Raya Cibodas-LIPI di
Cipanas-Cianjur mendirikan Taman Lumut taman yang terhampar di lahan seluas
2.300 m2 ini dibuat dengan rancangan cultivated landscape yaitu pembentukan
terasering atau petak-petak dibatasi jalan. Lanskap taman lumut ini ditata
sedemikian rupa hingga berbentuk miniatur Gunung Gede Pangrango, peta Kebun
Raya Cibodas, lantai hutan dan sungai yang seluruhnya ditutupi oleh lumut. Penanaman
berbagai jenis lumut dilakukan berdasarkan habitat dan cara tumbuhnya. Ada yang
ditempelkan ke batang, dahan kayu atau batu, ada pula yang ditanam ke tanah. Di
Taman ini terdapat 235 jenis lumut yang sebagian besar (80%) diambil dari
sekitar kawasan kebun raya dan sisanya berasal dari hasil eksplorasi di tempat
lain. Keberadaan taman lumut ini membuat
Indonesia menjadi negara pertama di daerah tropis di dunia yang memiliki
koleksi lumut dalam bentuk taman.
Saat ini pengunjung di Taman Lumut dapat melihat berbagai macam lumut yang
menarik dengan beragam bentuknya yang unik. Di sini akan tergambar cukup jelas
bagaimana indahnya lumut sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai
tanaman hias. Akan tetapi bukan hanya keindahannya saja, lumut juga memiliki
banyak manfaat lainnya. Sebagai tumbuhan perintis yang mampu hidup ditempat
tidak menyenangkan, beberapa macam lumut dapat menciptakan lingkungan yang
akhirnya akan dihuni oleh berbagai tumbuhan lain dan hewan-hewan kecil seperti
serangga. Tumbuhan ini juga memiliki peran penting dalam mengatur kelembapan di
suatu tempat karena kemampuannya menahan dan menyerap air. Di alam, lumut
merupakan bahan penting bagi burung dalam membuat sarangnya, dan juga menjadi
media tumbuh bagi beberapa jenis anggrek. Ada pula jenis-jenis lumut tertentu
yang memiliki kandungan antibiotik sehingga sangat berpotensi untuk
dikembangkan menjadi bahan obat.
Rencananya taman lumut ini akan terus dikembangkan dengan
menambah jumlah koleksinya. Sayangnya
saat ini keberadaan banyak jenis lumut di alam sedang terancam. Dapat dicatat
bahwa sebagian besar lumut hidupnya bergantung pada hutan. Dengan demikian
rusaknya hutan dapat menyebabkan kepunahan lumut tersebut. Jika perusakan hutan
ini berjalan terus, pengelola Taman Lumut harus berpacu dengan waktu untuk
mengoleksi berbagai jenis lumut sebelum punah tanpa sempat diketahui.
-Rifki Sungkar-
|