Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Situ PDF Print E-mail
Monday, 04 June 2007

wisataPulau Jawa tidaklah memiliki danau-danau besar seperti danau Toba, Maninjau dan Singkarak di Sumatra, danau Sentarum di Kalimantan dan danau Sentani di Papua. Namun. di pulau ini tersebar danau-danau berukuran kecil berpenampilan indah dan menarik. Danau kecil ini di daerah Jawa Barat biasa disebut situ. Kadang-kadang lokasi situ ini terletak di daerah tersembunyi di lereng gunung.

reservoar2Situ tidak memiliki batasan ukuran tetapi biasanya dianggap badan air kecil yang memiliki luas antara puluhan hectare sampai ratusan hektare, tidak sampai ribuan hektare seperti danau-danau besar. Situ dapat terbentuk secara alami dari suatu cekungan di tanah atau dapat  berasal dari bekas kawah gunung berapi. Cekungan ini terisi oleh air yang bersumber dari sungai kecil atau aliran air yang terdapat di sekelilingnya. Kadang-kadang sumber air ini juga dapat muncul di dasar situ dalam bentuk mata air. Situ seperti ini biasanya terdapat di lereng-lereng gunung berhutan lebat, tempat sumber air masih melimpah. Di samping itu, terdapat juga situ yang merupakan hasil karya manusia, dibuat untuk fungsi tertentu dengan cara membendung aliran sungai atau memperdalam permukaan tanahnya.  Jadi baik situ alami maupun situ buatan memiliki manfaat tak ternilai baik bagi manusia maupun bagi makhluk hidup lainnya. 

situ3Situ merupakan sumber air minum bagi berbagai jenis binatang baik besar maupun kecil yang tinggal di sekitarnya. Aliran air dari situ sering dimanfaatkan untuk mengairi lahan-lahan pertanian milik penduduk desa dapat pula atau digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci. Saat kemarau panjang terjadi, biasanya situ menjadi harapan terakhir dalam upaya mendapatkan air. Selain sebagai penyedia dan penyimpan air, situ juga memiliki fungsi untuk menanggulangi banjir. Situ-situ yang terdapat di kawasan Jakarta, Tangerang, Bogor dan Depok- Jawa Barat, misalnya menjadi tempat untuk menampung curahan air saat musim hujan, untuk mencegah meluapnya air sungai. Selain itu banyak situ yang berlokasi di tempat-tempat indah seperti di dataran tinggi atau pegunungan sehingga dapat dijadikan sebagai tempat untuk berekreasi, sekadar melepas penat atau bahkan mencari inspirasi.   

situWalaupun manfaat situ ini sudah terlihat jelas tetapi banyak orang yang masih belum menghargai keberadaannya. Banyak diantara mereka yang membiarkan situ-situ ini lenyap. Bahkan menurut data dari Direktorat Jenderal sumber Daya Air -Departemen Pekerjaan Umum, situ yang tersisa di Jakarta saat ini hanya tinggal 30% saja. Faktor penyebabnya antara lain terjadinya penimbunan situ yang dialih fungsikan sebagai kawasan permukiman, untuk industri dan tanah garapan. Selain itu, pendangkalan dan penyempitan juga merupakan masalah utama yang harus pula diperhatikan. Rusaknya vegetasi pada daerah aliran sungai menyebabkan air hujan tidak dapat diserap oleh tumbuhan, membuat tanah terkikis dan air mengalir menuju situ dengan membawa lumpur. Tidak sedikit  pula pendangkalan yang disebabkan oleh pembuangan limbah atau sampah langsung ke situ.  Minimnya pasokan air dari sungai dan mata air juga menyebabkan banyak situ mulai kekurangan air. Hutan yang berfungsi untuk menyerap air hujan kini semakin berkurang. Hal ini menjadikan debit air sungai dan mata air mengecil atau bahkan mengering. Selain itu, terbatasnya upaya pengelolaan situ oleh pemerintah akibat minimnya anggaran juga turut memperparah keadaan. Di sisi lain kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam melestarikan situ, juga dirasakan masih kurang. Kondisi demikian jika terus dibiarkan akan mengakibatkan banyak situ yang lenyap dalam ebberapa tahun mendatang. Ini berarti hilang pula cadangan air bagi kita semua.

 

-Rifki Sungkar-

 
< Prev   Next >