Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Lingkungan Hidup arrow Pengelolaan Sempadan Situ
Pengelolaan Sempadan Situ PDF Print E-mail
Monday, 07 April 2008

img_1342Danau atau situ secara alami menjadi penampung air untuk kawasan yang berada di sekitarnya.  Keberadaan situ menjadi sangat bermanfaat terutama di wilayah urban dan suburban yang tingkat polusi udaranya tinggi serta ketersediaan sumber airnya terbatas.

Jakarta memiliki daerah penyangga seperti Bekasi, Bogor dan Tangerang. Selain sebagai wilayah permukiman bagi masyarakat yang beraktivitas di Jakarta, keberadaan area di seputar kota tersebut juga sebagai penyedia air dan pemberi udara segar.

Kota Administratif (Kotif) Depok yang berada di wilayah kabupaten Bogor memiliki 22 buah situ di wilayah administrasinya. Sebagian dari situ tersebut kini sudah beralih fungsi sehingga mengurangi efektivitas situ sebagai penampung air. Menyikapi hal ini Pemda Depok sedang gencar mengembangkan aturan dan kebijakan untuk meningkatkan fungsi situ dengan mengikutsertakan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi situ berada. Dengan menjaga area seputar situ yaitu sempadan situ, masyarakat dapat turut  mengelola lingkungan agar lebih berperan sebagaimana mestinya.

img_1384 Heri Syaefudin misalnya adalah salah satu warga yang tinggal di daerah Sawangan – Depok yang peduli terhadap pengelolaan sempadan situ. Pada kaveling miliknya seluas 6000m2 yang terletak di tepi danau Pengasinan, Sawangan – Depok, diterapkan sebuah konsep yang bersinergi antara pengelolaan berwawasan lingkungan sempadan situ dan nurseri dalam penataan taman yang bernilai estetis.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan situ disebutkan bahwa, radius 50 meter dari danau merupakan area penyangga. Peruntukan pada area penyangga ini lebih ditujukan sebagai penyangga ekosistem seputar danau. Dengan demikian tidak boleh didirikan bangunan yang sifatnya permanen melainkan diupayakan pengelolaan ke pemanfaatan yang lebih ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem situ.

Berdasarkan peraturan ini Heri mengelola area penyangga tersebut dengan menerapkan konsep estetika dan konsep fungsional yaitu dengan membuat cekungan-cekungan yang difungsikan sebagai daerah tangkapan air (water catchment). Cekungan-cekungan tersebut berfungsi sebagai “kantung” untuk menampung kelebihan air pada saat volume air danau meningkat. 

img_1377 Antara cekungan dan danau dihubungkan dengan saluran air yang berada di dalam tanah, yang berfungsi untuk menyeimbangkan tinggi permukaan air seperti hukum bejana berhubungan. Agar lebih bermanfaat, air pada cekungan itu digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan tanaman hias air.

Pada tahap awal proses pembuatan taman situ ini, Heri melakukan pengerukan pada beberapa titik yang rencananya akan digunakan untuk water catchment. Tanah hasil kerukan dimanfaatkan untuk meninggikan permukaan tanah di sekelilingnya dan ditata kontur tanahnya agar terlihat lebih dinamis, sehingga tidak terjadi pembuangan lapisan tanah asli. Pada radius yang ditentukan, digunakan untuk penanaman koleksi tanaman hias milik Heri dalam penataan yang artistik. Karena tanah aslinya merupakan tanah rawa yang berlumpur, pada area penanaman ini diberi selapis tanah kebun agar dapat lebih menyuburkan tanah sehingga kualitasnya lebih baik untuk habitat tanaman hias.

img_1362 Dengan konsep seperti ini pengelolaan area di sekitar situ tetap dipertahankan sesuai dengan ekosistem alami di seputar danau. Tanaman hias air dan tanaman rawa asli dibiarkan tumbuh pada area-area cekungan. Beberapa tanaman lama seperti duku dan rambutan tetap dipertahankan (existing) untuk meneduhi area di seputar bangunan utama yang dibangun di luar areal sempadan situ. Di samping itu dibuat pula pondokan untuk rumah tinggal sangat sederhana yang dibuat dari bahan-bahan alam yang murah dan mudah didapat. Pada salah satu sudut taman dibangun saung dari kayu bambu yang terdiri dari dua lantai dan dindingnya setengah terbuka agar dapat menikmati udara segar dan pemandangan indah ke arah situ.

Konsep pengelolaan situ seperti ini menjadi pilot project yang ramah lingkungan dan berdaya guna serta dapat diaplikasikan untuk situ-situ lainnya. Jakarta secara alami memiliki beberapa buah situ yang belum dioptimalkan pemanfaatannya sesuai dengan konsep green design. Bahkan beberapa buah situ menyimpang peruntukannya karena sudah dikelola oleh pihak swasta untuk bangunan komersial. Situ-situ yang dimiliki oleh Jakarta seperti ini perlu dikelola secara bijak sehingga dalam jangka panjang dapat mengatasi permasalahan banjir yang seringkali melanda kota Jakarta setiap tahunnya.

 

Lokasi : Rumah tinggal Heri Syaefudin
Situ Pengasinan – Sawangan, Bogor

 
< Prev   Next >