|
Danau atau situ secara alami menjadi penampung air untuk kawasan
yang berada di sekitarnya. Keberadaan situ
menjadi sangat bermanfaat terutama di wilayah urban dan suburban yang tingkat
polusi udaranya tinggi serta ketersediaan sumber airnya terbatas.
Jakarta memiliki daerah penyangga seperti Bekasi, Bogor dan
Tangerang. Selain sebagai wilayah permukiman bagi masyarakat yang beraktivitas
di Jakarta, keberadaan area di seputar kota tersebut juga sebagai penyedia air
dan pemberi udara segar.
Kota Administratif (Kotif) Depok yang berada di wilayah
kabupaten Bogor memiliki 22 buah situ di wilayah administrasinya. Sebagian dari situ tersebut
kini sudah beralih fungsi sehingga mengurangi efektivitas situ sebagai penampung
air. Menyikapi hal ini Pemda Depok sedang gencar mengembangkan aturan dan kebijakan
untuk meningkatkan fungsi situ dengan mengikutsertakan masyarakat yang tinggal
di sekitar lokasi situ berada. Dengan menjaga area seputar situ yaitu sempadan
situ, masyarakat dapat turut mengelola
lingkungan agar lebih berperan sebagaimana mestinya.
Heri Syaefudin misalnya adalah salah satu warga yang tinggal
di daerah Sawangan – Depok yang peduli terhadap pengelolaan sempadan situ. Pada
kaveling miliknya seluas 6000m2 yang terletak di tepi danau Pengasinan,
Sawangan – Depok, diterapkan sebuah konsep yang bersinergi antara pengelolaan berwawasan
lingkungan sempadan situ dan nurseri dalam penataan taman yang bernilai
estetis.
Dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan situ
disebutkan bahwa, radius 50 meter dari danau merupakan area penyangga.
Peruntukan pada area penyangga ini lebih ditujukan sebagai penyangga ekosistem
seputar danau. Dengan demikian tidak boleh didirikan bangunan yang sifatnya permanen
melainkan diupayakan pengelolaan ke pemanfaatan yang lebih ramah lingkungan dan
tidak merusak ekosistem situ.
Berdasarkan peraturan ini Heri mengelola area penyangga
tersebut dengan menerapkan konsep estetika dan konsep fungsional yaitu dengan
membuat cekungan-cekungan yang difungsikan sebagai daerah tangkapan air (water
catchment). Cekungan-cekungan tersebut berfungsi sebagai “kantung” untuk
menampung kelebihan air pada saat volume air danau meningkat.
Antara cekungan dan danau dihubungkan dengan saluran air
yang berada di dalam tanah, yang berfungsi untuk menyeimbangkan tinggi
permukaan air seperti hukum bejana berhubungan. Agar lebih bermanfaat, air pada
cekungan itu digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan tanaman hias
air.
Pada tahap awal proses pembuatan taman situ ini, Heri
melakukan pengerukan pada beberapa titik yang rencananya akan digunakan untuk water
catchment. Tanah hasil kerukan dimanfaatkan untuk meninggikan permukaan tanah
di sekelilingnya dan ditata kontur tanahnya agar terlihat lebih dinamis,
sehingga tidak terjadi pembuangan lapisan tanah asli. Pada radius yang
ditentukan, digunakan untuk penanaman koleksi tanaman hias milik Heri dalam
penataan yang artistik. Karena tanah aslinya merupakan tanah rawa yang
berlumpur, pada area penanaman ini diberi selapis tanah kebun agar dapat lebih
menyuburkan tanah sehingga kualitasnya lebih baik untuk habitat tanaman hias.
Dengan konsep seperti ini pengelolaan area di sekitar situ
tetap dipertahankan sesuai dengan ekosistem alami di seputar danau. Tanaman
hias air dan tanaman rawa asli dibiarkan tumbuh pada area-area cekungan.
Beberapa tanaman lama seperti duku dan rambutan tetap dipertahankan (existing) untuk
meneduhi area di seputar bangunan utama yang dibangun di luar areal sempadan situ.
Di samping itu dibuat pula pondokan untuk rumah tinggal sangat sederhana yang dibuat
dari bahan-bahan alam yang murah dan mudah didapat. Pada salah satu sudut taman
dibangun saung dari kayu bambu yang terdiri dari dua lantai dan dindingnya setengah
terbuka agar dapat menikmati udara segar dan pemandangan indah ke arah situ.
Konsep pengelolaan situ seperti ini menjadi pilot project
yang ramah lingkungan dan berdaya guna serta dapat diaplikasikan untuk situ-situ
lainnya. Jakarta secara alami memiliki beberapa buah situ yang belum dioptimalkan
pemanfaatannya sesuai dengan konsep green design. Bahkan beberapa buah situ menyimpang
peruntukannya karena sudah dikelola oleh pihak swasta untuk bangunan komersial.
Situ-situ yang dimiliki oleh Jakarta seperti ini perlu dikelola secara bijak
sehingga dalam jangka panjang dapat mengatasi permasalahan banjir yang
seringkali melanda kota Jakarta setiap tahunnya.
Lokasi : Rumah tinggal Heri Syaefudin
Situ Pengasinan –
Sawangan, Bogor
|