Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Lingkungan Hidup arrow Menikmati Budaya Betawi di Setu Babakan
Menikmati Budaya Betawi di Setu Babakan PDF Print E-mail
Tuesday, 10 October 2006
l1Mungkin masih banyak orang yang tidak mengetahui bahwa Jakarta mempunyai kawasan yang bertujuan melestarikan budaya Betawi sekaligus sebagai objek wisata yang tidak kalah menariknya. Kawasan tersebut adalah Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan yang berada di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Di kawasan ini kita dapat menikmati berbagai karya budaya Betawi seperti kesenian, adat istiadat dan hal-hal lain yang berhubungan dengan budaya Betawi seperti makanan khas Betawi dan rumah Betawi. Di sini kita dapat berbaur dengan masyarakat Betawi yang masih teguh memegang tradisi budaya Betawi yang tinggal di sekitar kompleks.

l2 Menurut Indra, salah seorang pengelola kampung Betawi, tujuan dibangunnya Perkampungan Budaya Betawi adalah untuk membina dan melindungi secara terus menerus tata kehidupan serta nilai-nilai budaya Betawi. Selain itu pengelola juga menata dan memanfaatkan potensi lingkungan fisik baik lingkungan alami maupun lingkungan buatan agar menarik sebagai objek wisata. Perkampungan ini pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat ibadah, panggung seni budaya, tempat bermain anak-anak dan berbagai keperluan para pengunjung.

l3 Lingkungan seluas 289 ha ini cukup ideal sebagai tempat pelepas penat warga kota yang telah jenuh dengan kesibukan pekerjaan sehari-hari. Di kawasan ini terdapat Setu (danau) Mangga Bolong dan Setu Babakan. Setu Babakan ini merupakan tempat yang menarik sehingga keberadaannya dimanfaatkan oleh pengelola perkampungan Setu Babakan. Di sepanjang tepi danau berjejer warung-warung yang menyediakan aneka makanan. Para pengunjung dapat duduk berjejer di bangku panjang sambil menikmati minuman atau makanan ringan. Suasana di tepi danau ini sangat nyaman dan terasa sejuk dengan adanya pohon-pohon rindang yang berjejer di sekitar danau. Selain itu kita juga bisa melakukan kegiatan memancing dan berperahu mengelilingi danau. Saat ini kawasan yang telah diresmikan Pemda DKI sebagai Perkampungan Budaya Betawi ini setiap hari selalu dipadati pengunjung terutama pada hari Sabtu, Minggu dan hari-hari libur lainnya.

l4 Untuk dapat masuk ke Setu Babakan kita harus melewati pintu gerbang I Bang Pitung.  Selanjutnya pengunjung akan melewati lingkungan pemukiman penduduk yang mayoritas Betawi asli dan perkebunan rakyat. Rumah-rumah Betawi tampak dimana-mana dengan ciri khasnya yaitu teras yang luas dengan bentuk atap yang unik.

Rumah-rumah berarsitektur tradisional Betawi ini juga diharapkan dapat dilestarikan dan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Di kawasan Setu Babakan terdapat sebuah bangunan panggung yang luasnya 60 meter persegi yang dijadikan tempat pertunjukan seni budaya Betawi. Panggung ini berada di halaman yang cukup luas dan teduh oleh kerindangan pepohonan.

l5 Pohon-pohon besar dan sejumlah bangku berjejer mengelilingi panggung. Dari bangku-bangku ini pengunjung dapat menikmati berbagai tontonan kesenian Betawi mulai dari kasidah, marawis, keroncong, gambang keromong, lenong. Gambus sampai tari khas Betawi.

Perkampungan ini sering dikunjungi oleh wisatawan asing dari India, Pakistan, Belanda, Australia, Thailand dan Jepang. Kebanyakan dari mereka tertarik dengan budaya Betawi yang masih terpelihara dengan baik di Perkampungan Budaya Betawi. Karena itu, sebagai pemilik dari keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia ini sudah sepatutnya kita memelihara dan melestarikan keanekaragaman ini termasuk budaya Betawi di Setu Babakan.  (Didan)

 
< Prev   Next >