Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Lingkungan Hidup arrow Mengungkapkan Peranan Rawa Singkil
Mengungkapkan Peranan Rawa Singkil PDF Print E-mail
Friday, 18 January 2008
burung2Rawa masih dianggap sebagai tempat yang misterius, tempat beragam binatang hidup. Rawa memang merupakan tempat tinggal beberapa binatang ’menakutkan’ seperti buaya dan ular sanca. Masih banyak rahasia tersembunyi di rawa dan sangat sulit untuk memecahkan rahasia tersebut. Namun, banyak orang mengetahui bahwa rawa memiliki peran penting bagi kehidupan berbagai mahluk termasuk manusia.

flower2Pesisir pantai barat Sumatera merupakan tempat rawa-rawa yang sangat luas masih dapat dijumpai. Rawa Singkil misalnya, terletak di daerah Aceh bagian selatan, adalah salah satu diantaranya. Hamparan rawa ini begitu luas, mencapai sekitar 110.000 hektare. Samudra Hindia menjadi batas sisi barat Rawa Singkil, sedangkan Sungai Alas mengalir dari jantung kawasan Leuser- memagari bagian timur. Rawa ini terbentuk menyusul letusan gunung Toba 75.000  tahun lalu, salah satu letusan terdahsyat yang pernah terjadi di dunia. Abu letusan ini membendung sungai Alas, membentuk suatu danau besar untuk selanjutnya terbelah oleh munculnya Bukit Barisan. Limpahan endapannya lalu menyapu daerah lain melalui aliran sungai, menciptakan kawasan rawa.

Kawasan rawa sering dianggap lahan tidak bermanfaat dan tidak produktif. Oleh karena itu dalam pandangan banyak pihak termasuk pemerintah, rawa lebih baik dikeringkan melalui pembuatan saluran-saluran air, agar dapat dimanfaatkan untuk lokasi perkebunan atau tempat menampung transmigran. Jika di dalamnya banyak terdapat pohon-pohon besar maka dapat diserahkah dulu ke pengusaha untuk diambil kayunya. Rawa Singkil juga tidak terlepas dari perlakuan seperti itu. Pada tahun 1980-an mulai dilakukan ekspedisi ilmiah ke tempat ini. Para peneliti menemukan kekayaan alam luar bisa di sini. Harimau sering muncul, buaya dan ular sanca terdapat dimana-mana demikian pula halnya beruang madu. Burung-burung langka ternyata didapatkan hidup sehat di sini, sedangkan ikan-ikan sangat melimpah.

village2Ketika musim panas datang, binatang-binatang dari hutan dataran rendah di sebelah utara, bermigrasi ke rawa ini. Diketahui juga sebagian besar rawa didominasi oleh rawa gambut dengan beberapa bagian lainnya dapat dijumpai rawa air tawar dan rawa bakau. Pada tahun 1990-an para peneliti mengungkapkan bahwa Rawa Singkil memiliki populasi orang utan tertinggi di dunia. Tidak hanya itu, orang utan di rawa ini telah berkembang ”teknologinya” dalam mencari makan yaitu menggunakan alat bantu berupa batang kayu untuk membuka buah-buahan, mengorek sarang rayap atau mengambil madu di dalam batang pohon. Suatu fenomena yang jarang dijumpai di lokasi lainnya. Temuan-temuan ini membuat pemerintah akhirnya pada tahun 1998 menetapkan Rawa Singkil menjadi kawasan lindung berupa suaka margasatwa.

padang Sekalipun demikian bukan berarti keutuhan Rawa Singkil sudah terjamin. Seiring dengan era otonomi daerah, desakan untuk mengkonversi rawa menjadi peruntukan tertentu, tetaplah mengemuka. Padahal menjaga kelestarian Rawa Singkil, tidak berarti hanya melindungi berbagai binatang melainkan juga melindungi manusia juga. Sekarang ini telah diketahui bahwa rawa gambut merupakan tempat penyimpan karbon yang sangat besar. Menghancurkan rawa berarti akan melepas jutaan ton karbon ke udara, memperparah terjadinya perubahan iklim. Rawa ini merupakan pengatur iklim lokal dan kelembapan regional bagi daerah  sekitarnya. Disamping itu dengan pori-pori alamiahnya, Rawa Singkil menghambat perembesan air laut ke dalam tanah dan lahan pertanian. Rawa ini juga tempat bagi jutaan ikan dan udang untuk bertelur dan berkembang biak di sini. Merusaknya berarti sama saja akan menghancurkan industri perikanan lepas pantai di sekitar rawa.
 
< Prev   Next >