|
Keunikan Alam Pulau Satonda |
|
|
|
|
Friday, 10 November 2006 |
Puluhan ribu tahun yang lalu sebuah gunung api
di Semenanjung Sanggar pada bagian utara pulau Sumbawa, meletus. Gunung yang
muncul dari kedalaman 1.000 meter di bawah permukaan laut ini, akhirnya membentuk
pulau kecil dengan sebuah danau seluas 0,8 km2 di dalamnya. Uniknya air danau ini tidak tawar melainkan
asin, bahkan lebih asin dari air laut.
Pada awalnya danau dengan kedalaman mencapai 68 meter ini,
merupakan danau air tawar. Namun, letusan maha dahsyat Gunung Tambora tahun
1815 yang menyebabkan perubahan iklim global dunia pada saat itu, mengirim gelombang tsunami hebat ke pulau ini
dan membuat air danau menjadi asin. Setelah terisolasi dalam jangka waktu yang
lama, karena sama sekali tidak ada saluran-saluran penghubung dengan laut di
dekatnya, menyebabkan kehidupan disini berkembang dengan unik. Misalnya jenis ikan penghuni
danau yang juga mengandung kadar garam cukup tinggi, hanya berukuran kecil
tidak dapat tumbuh menjadi besar. Lain halnya dengan alga merah, kondisi air
seperti ini membuatnya berkembang dengan subur di permukaan karang-karang di
danau. Para ilmuwan beranggapan bahwa danau di Satonda memiliki kemiripan
dengan kondisi laut di zaman purba melalui penelitian terhadap fosil-fosil alga
tersebut.
Sekeliling danau merupakan daerah perbukitan yang tertutup hutan
dengan dinding-dinding terjal. Pepohonan beringin dengan sistem perakarannya yang
khas banyak dijumpai di sini. Kesunyian di sini kadang-kadang terpecahkan oleh
suara kicauan burung dan belibis yang bermain di danau sedangkan kawanan kalong dalam jumlah besar sering
terlihat beterbangan. Begitu pula dengan kupu-kupu, keanekaragaman jenisnya dapat
kita temukan di hutan. Perairan laut di sekitar Pulau Satonda juga masih
memiliki terumbu karang yang bagus dan penuh dengan berbagai jenis ikan.
Satonda juga menyajikan pemandangan yang sangat indah,
berpadu dengan keheningan alam. Karena itu, tidak mengherankan jika pulau ini
cukup sering dikunjungi oleh wisatawan asing. Biasanya mereka menggunakan kapal
wisata dan mampir ke Satonda dalam perjalanan dari Bali atau Lombok menuju
Pulau Komodo. Selain menikmati keindahan alam, biasanya para wisatawan ini
selalu menyempatkan diri untuk berenang di danau. Sementara bagi wisatawan yang
pandai menyelam, dapat melihat keindahan terumbu karang di dekat pulau ini. Di daerah
ini juga terdapat pohon-pohon berbuah batu. Di sini terdapat suatu kepercayaan
yang mengatakan jika ada turis yang
datang ke Satonda, lalu dia menggantungkan batu ke pohon sambil mengharapkan sesuatu
maka keinginannya akan terkabul. Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris
termasuk salah seorang yang melakukannya ketika mengunjungi tempat ini pada tahun
1990-an.
Satonda hanyalah sebuah pulau kecil seluas 4,8 km2
yang sangat rentan terhadap perubahan. Status pulau ini merupakan kawasan
konservasi berupa Taman Wisata Alam. Tanpa adanya kegiatan pengelolaan yang
memadai dikhawatirkan keunikan Satonda ini terancam hilang. Selain itu, pengembangan
pariwisata yang tidak terkontrol seperti jumlah pengunjung yang berlebihan dan
tanpa pengaturan atau pengembangan fasilitas yang tidak tepat dapat merusak
lingkungan pulau, sehingga menjadi ancaman utama di masa depan.
-Rifki Sungkar-
|
|
Last Updated ( Monday, 04 December 2006 )
|