|
Memanfaatkan tanaman air sebagai bagian dari sistem filter
biologi terbukti efektif menjaga kejernihan kualitas air. Teknologi sederhana
ini selain ekonomis, juga mudah merawatnya dan yang pasti ramah lingkungan.
Di alam sistem biofilter dapat terjadi dengan sendirinya.
Kualitas air danau yang menampung berbagai bahan racun dari limbah buangan
rumah tangga tersaring secara alami oleh tumbuhan air yang banyak tumbuh di
tepian danau. Tanaman air ini terbukti dapat menyerap zat racun yang
dikeluarkan oleh kotoran dan urine ikan. Zat racun juga bisa berasal dari
limbah seperti logam berat dan bahan polutan lainnya. Dalam hal ini tanaman air
dapat sangat efektif untuk mengontrol pertumbuhan lumut sehingga serapan hara untuk
ikan dapat maksimal. Tanaman air juga efektif meningkatkan kadar oksigen dalam
air melalui proses fotosintesis. Dalam hal ini karbondioksida dalam air diserap
dan digantikan oleh oksigen. Kita mengetahui bahwa kadar karbondioksida yang
berlebihan mengganggu kestabilan pertumbuhan ikan di dalam air.
Proses fotosisntesis dari tanaman air seperti inilah yang
diterapkan pada sistem biofilter melalui tanaman. Teknologi sederhana dan ramah
lingkungan dari sistem filter seperti ini telah diterapkan pada sebuah kolam
ikan koi di The Cibodas, sebuah vila di Puncak – Jawa Barat. Kolam utama untuk
memelihara ikan ini berbentuk persegi panjang dan sangat luas dengan sebuah
pendopo ‘mengapung’ di bagian tengahnya. Kolam yang difungsikan untuk filter
selebar 150 cm ini mengelilingi kolam utama yang dibagi lagi menjadi
petak-petak selebar 200 cm. Di dalam petak-petak kecil itulah proses
filterisasi secara biologi terjadi.
Cara kerjanyapun sangat sederhana yaitu pada setiap petak
yang kedalamannya sekitar 20 cm, dilapisi dengan batu zeolit yang fungsinya
melekatkan lumut di seluruh permukaannya. Untuk tanaman air dapat digunakan
eceng gondok (Eichornia crassipes) yang tumbuhnya mengapung di permukaan air. Air
dari kolam masuk ke dalam pipa melalui saluran pralon yang diberi lubang di
seluruh permukaannya. Selanjutnya, air akan tersaring secara alami oleh tanaman
eceng gondok sehingga air menjadi lebih jernih. Kemudian air yang jernih ini
dialirkan kembali ke dalam kolam secara alami melalui proses gravitasi
berdasarkan perbedaan ketinggian tempat.
Selain bermanfaat dalam membantu menjernihkan air kolam,
tanaman eceng gondok yang berbunga juga dapat menjadi elemen dekoratif mempercantik tampilan kolam.
TIPS :
Luasan untuk area filter minimal 10 % dari total luas kolam.
Semakin tinggi persentasenya semakin sempurna pula proses penyaringannya.
Untuk jenis tanaman air yang dapat membantu filterisasi
pilihlah jenis tanaman yang mengapung seperti eceng gondok, jenis tanaman
terendam seperti Hydrilla dan jenis tanaman yang perakarannya tertanam di
bagian dasar seperti lotus.
Pertumbuhan tanaman air harus senantiasa dikontrol
jumlahnya. Jumlah yang terlalu berlebihan dalam setiap petak filter dapat
mengganggu aliran air baik dari kolam maupun ke dalam kolam.
Kejernihan air dengan sistem biofilter melalui tanaman
memang tidak sejernih sistem buatan lainnya. Namun, teknologi sederhana ini merupakan
salah satu upaya dalam menjaga lingkungan.
Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : Viva
Lokasi : The Cibodas – Jawa Barat
|