Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Lingkungan Hidup arrow Belajar Ekosistem laut Di Pulau Pramuka
Belajar Ekosistem laut Di Pulau Pramuka PDF Print E-mail
Friday, 29 December 2006
l1Pulau Pramuka yang berada di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta mempunyai lingkungan yang menarik ditinjau dari sudut pariwisata. Disamping itu, Pulau Pramuka ini dapat dijadikan tempat laboratorium alam, tempat mempelajari ilmu tentang laut, ekosistem dan lingkungan hidup. Kawasan yang berada di Kepulauan Seribu ini sudah dijadikan pusat pendidikan lingkungan laut, tempat masyarakat belajar mengenal kehidupan laut.  Di sini, masyarakat dapat mempelajari tentang kehidupan penghuni laut dan ekosistem laut seperti terumbu karang, mangrove dan penyu laut.

l3Sehubungan dengan itu, pulau ini dilengkapi berbagai fasilitas di antaranya Pusat Informasi Taman Nasional Laut (PITNL). Di tempat ini tersimpan berbagai koleksi hewan-hewan laut yang sudah diawetkan berikut foto-fotonya. Selain itu, di lingkungan PITNL juga terdapat penangkaran penyu laut terutama penyu sisik yang dewasa ini hampir punah. Petugas perlindungan hutan dan pelestarian alam menyelamatkan telur-telur dari pulau-pulau yang ada di kepulauan seribu seperti pulau Peteloran, pulau Penjaliran, pulau Semak Daun, pulau Belanda dan pulau Pramuka sendiri.

l2Selanjutnya, telur-telur tersebut dikumpulkan dan di bawa ke pulau Pramuka. Di tempat ini telur penyu tersebut dilestarikan dan dipendam hingga menetas, kemudian dipelihara hingga beberapa bulan dan akhirnya di lepas kembali ke laut. Menurut Salim, salah seorang ahli penyu yang ada di PITNL, cara mengambil telur penyu adalah dengan memakai ember yang diisi pasir lalu telur tersebut diletakkan dan disusun seperti di habitatnya semula. Setelah itu, dibawa ke lokasi PINTL dengan cara ditutup agar tidak terkena air laut.  Telur penyu tersebut akan menetas mulai dari 55-60 hari.

l4Setelah menetas penyu tersebut disimpan di dalam bak yang besar, lalu diberi pasir agar penyu-penyu ini merasa berada di habitatnya. Kemudian penyu tersebut dimasukkan ke dalam bak-bak besar berisi air jernih. Untuk pertumbuhan penyu, penyu tersebut diberi makan dengan ikan yang sudah dicincang. Jika di laut penyu-penyu tersebut bisa mencari makan sendiri tetapi untuk penyu yang dipelihara kita harus rajin merawatnya termasuk memberi makannya. Setelah besar penyu-penyu tersebut akan dilarung ke laut lepas.

Di Pulau Pramuka ini juga terdapat kegiatan menanam pembibitan mangrove (bakau) di pantai dan di darat. Hutan mangrove ini tumbuh di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air. Hutan mangrove banyak manfaatnya seperti habitat yang ideal bagi beberapa biota laut, tempat memijah udang, dan sebagai pelindung pantai. Perusakan hutan bakau yang tidak terkendali akan membawa dampak buruk terhadap lingkungan, bentuk pantai dan biota laut.

Di lingkungan bawah laut, terdapat keragaman spesies yang tinggi terutama jenis koral.  Kenis koral yang sering kali ditemukan di daerah ini adalah porites lobata (karang daging) yang kebanyakan berwarna ungu, cokelat dan kekuningan. Selain itu, terdapat juga berbagai spesies koral dari genus acropora yang berbentuk seperti tanduk rusa, kipas atau semak. Jenis koral ini juga dibudidayakan dalam skala yang relatif besar untuk konservasi dan perdagangan.  (d)

 
< Prev   Next >