Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Lingkungan Hidup arrow Badak, Diambang Kepunahan
Badak, Diambang Kepunahan PDF Print E-mail
Wednesday, 21 February 2007
bbsDalam menaklukkan puncak  gunung-gunung di Jawa  pada abad ke 19, para penjelajah dari Eropa sering menemukan area hutan yang tidak rapat (lorong-lorong) di antara rapatnya vegetasi hutan, sehingga mempermudah mereka melakukan pendakian. Lorong ini terbentuk oleh terjangan binatang besar dan berat, yaitu badak.

badak-sumatera2 Sejak dulu badak memang tersebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara, mulai dari dataran rendah sampai dengan dataran tinggi. Namun sekarang tersebar luasnya binatang yang telah hidup di bumi lebih dari 50 juta yang tahun lalu ini, sudah sangat berkurang dalam 50 tahun belakangan ini. Kini hanya tersisa lima jenis badak di dunia, dua jenis diantaranya di Indonesia,  yaitu badak Jawa (Rhinoceros sundaicus) dan badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Perburuan liar untuk mendapatkan cula badak yang dipercaya dapat berkhasiat sebagai obat, menyebabkan hewan ini banyak diburu. Selain itu, hilangnya tempat tinggal mereka di hutan akibat kegiatan manusia membuat spesies ini semakin terancam punah.

badak-sumatera3 Populasi Badak Jawa misalnya saat ini hanya tinggal 50 – 60 ekor dan binatang ini, hanya menghuni satu kawasan di Indonesia pada bagian paling barat pulau Jawa, yaitu Ujung Kulon. Populasi lainnya berjumlah tidak lebih dari 10 ekor terdapat di Vietnam. Apabila dibandingkan dengan masa lalu penyebaran saat ini menyusut drastis mulai dari Assam-India, Myanmar terus ke Sumatera sampai Jawa Barat dan Jawa Tengah.  Nasib yang sama terjadi pula pada populasi badak Sumatra. Dahulu badak ini menghuni Assam, Indochina terus sampai Sumatra dan Kalimantan. Sekarang populasinya hanya tersisa dengan populasi 200-300 ekor di Sumatera dan Semenanjung Melayu serta 30-70 ekor di Kalimantan.

badak-sumatera4 Populasi badak ini dapat pulih kembali jika kita dapat mengontrol perburuan liar dan melindungi habitat mereka. Upaya seperti ini berhasil dilakukan di Afrika dalam menambah populasi badak putih yaitu dari jumlah 100 ekor awal tahun 1900-an menjadi 10.000 ekor saat ini. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk menyelamatkan kedua jenis badak yang kita miliki dengan menetapkan binatang badak sebagai jenis binatang yang dilindungi oleh undang-undang. Pemerintah juga telah bekerja sama dengan berbagai organisasi konservasi seperti WWF-Indonesia dalam rangka mengawasi perburuan liar dan mengelola habitat badahk.  Tujuannya adalah agar populasi badak jangan berkurang bahkan hendaknya bertambah.

badak-sumatera Badak merupakan salah satu lambang kekayaan alam. Binatang mamalia besar ini hanya dapat hidup di hutan sehat dan lebat, belum terganggu tangan manusia yang menyediakan berbagai jenis tumbuhan sebagai makanannya. Ketidakberhasilan kita dalam melindungi  badak dari kepunahan berarti merupakan tanda kegagalan kita dalam menjaga kualitas dan kuantitas hutan beserta fungsi-fungsinya. Dapat dicatat bahwa badak bercula satu tidak terdapat di daerah lain kecuali di Ujung Kulon.

-Rifki Sungkar-

 
< Prev   Next >