|
Kafe masa kini tidak hanya untuk tempat makan dan tempat minum
tetapi juga menjadi tempat berkumpul (hang out) berkelas. Jadi dapat dikatakan the
place to see and be seen.
Lamoda Cafe yang berlokasi di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat
sudah tidak asing lagi di kalangan para kawula muda dan para eksekutif muda ibu
kota. Kafe ini di kelilingi oleh butik-butik pakaian dan toko-toko yang menjual
aksesori eksklusif, kafe ini tidak hanya menawarkan hidangan yang menggugah
selera tetapi juga menjadi tempat penyelenggaraan high-fashion parades bermerek
lokal maupun internasional. Belum lama ini, kafe yang dikelola oleh Hotel Grand
Hyatt Jakarta ini mengubah penampilannya menjadi bergaya modern minimalis dengan
sentuhan retro. Kombinasi warna, motif dan permainan cahaya (lighting) juga ditata sesuai dengan perubahan tren mode
masa kini.
Mengingat posisi kafe yang berada di tengah persimpangan
lalu lalang pengunjung plaza dan hotel, maka perubahan pertama yang dilakukan adalah
layout ruang yang lebih terbuka agar menarik perhatian orang untuk datang dan
bersantai setelah lelah berbelanja atau beraktivitas lainnya. Pengelompokan tempat
duduk dan jalur sirkulasi juga ditata lebih efisien terutama saat adanya acara fashion
show yang biasanya berlangsung dua kali seminggu. Caranya, beberapa kelompok
meja, sofa dan armchair sengaja dipisahkan dari furnitur lainnya.
Permukaan lantai area ini dibuat lebih tinggi (raised floor)
dan ditutup oleh kaca susu sehingga suasananya lebih “ringan” dan menarik. Perubahan
kedua adalah upaya untuk menambah kenyamanan dan privasi bagi pelanggan antara
lain dengan menyediakan satu ruangan yang disekat semitransparan dan ditata
menyerupai lounge untuk tempat bertemu (meeting)
delapan orang hingga sepuluh orang. Dinding penyekatnya terbuat dari susunan
batang dan kelopak bunga dari metal serta plafon dari tenda dengan bentuk khusus.
Ruangan ini juga kerap digunakan untuk tempat ganti pakaian
para model saat acara fashion show diselenggarakan. Area pastry counter dan open
bar juga ditata lebih terbuka dengan display makanan yang menerbitkan selera.
Material yang digunakan cukup canggih diantaranya rak display dari kaca bening
dan lemari (kitchen set) dari bahan pressed panel dengan finishing lacquer
gloss sehingga tampil lebih mewah. Selain itu, tersedia pula dapur kotor yang
disekat dinding masif agar bau maupun bising dari aktivitas memasak tidak
mengganggu pelanggan.
Perubahan yang paling menonjol adalah pilihan tempat duduk
yang lebih bervariasi dan lebih empuk sehingga pelanggan lebih nyaman
berlama-lama duduk di kafe ini. Wujud furnitur dan aksesori kafe masih
didominasi oleh bentuk kotak-kotak geometris tetapi diberi aksen bentuk
melengkung (round shapes) yang menjadi ciri gaya tahun 60-an. Kain pelapis (upholstry) dipilih yang sedang trendi
seperti jenis chennyl dengan motif garis-garis dan warna cokelat keunguan
ataupun jenis beledu warna abu-abu dan cokelat tua.
Untuk mengimbangi warna yang cenderung gelap dan tekstur
lembut ini, dipilih meja dan kursi stool
dari aluminium yang mengkilap serta permainan lampu jenis spotlight
dengan cahaya warna-warni seperti ungu, biru dan merah. Interior
baru yang menawan ini juga diimbangi oleh makanan favorit kafe diantaranya lontong
cap gomeh, chili beef tamen, fresh prawn and melon salad, deep-fried crab cakes
dan pasty seperti opera slice, baked New York cheesecake, strawberry short cake
dan summer berry flan.
Imelda Anwar
Fotografer : Ahkamul Hakim
Lokasi : Lamoda Cafe di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat
Pengelola : Hotel Grand Hyatt Jakarta
|