Lahan yang terbatas untuk hunian di tengah kota,
justru menjadi tantangan bagi arsitek untuk mengembangkan kreativitasnya
sekaligus mengakomodasi gaya hidup dan kebutuhan ruang untuk pemilik hunian.
Salah satu konsep rumah urban yang
inspiratif adalah desain kediaman keluarga Tanti dan Mirza Whibowo yang
dirancang oleh arsitek Buki Utama S. Rumah lama pada lahan seluas 248 m2 di
kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini dibongkar total untuk pembangunan
rumah baru. Sesuai dengan keinginan pemilik, arsitek merancang hunian dengan
konsep arsitektur modern kontemporer yang mengombinasikan bentuk kotak
geometris dengan garis-garis, material pabrikasi dengan yang alami serta
warna-warna earth tones.
Sebagai tahap awal,
arsitek merancang fasada rumah yang menonjolkan komposisi blok kubus yang
diatur maju mundur sehingga berkesan dinamis. Blok kubus di lantai atas diolah
berupa kombinasi dinding masif bercat warna putih, jendela lebar, kusen dan
teritis aluminium serta ditutup oleh atap miring sehingga memberi kesan ringan
dan clean look. Blok kubus di lantai
bawah dilapisi oleh batu alam sedangkan garasi dan dinding penyekat di depan
rumah terdiri dari susunan bilah kayu yang memberi citra hangat dan “lunak”.
Tahap berikutnya adalah
merancang susunan / layout ruang
dalam hunian. Dalam hal ini, pemilik rumah punya permintaan khusus berupa ruang
praktek dokter dan area tunggu. Untuk mewujudkannya, arsitek menempatkan ruang
praktek di bagian muka lantai dasar rumah sedangkan ruang tunggu berdampingan
dengan teras depan yang dinaungi oleh dinding penyekat dari kayu dan memiliki
ak-ses terpisah dari pintu masuk utama. Dengan demikian batas area tersebut
jelas tanpa mengganggu privasi pemilik dan penampilan fasada rumah.
Untuk memberi kesan
lapang dan memaksimalkan penggunaan lahan ter-batas, dirancang layout yang terbuka. Paling depan adalah
ruang tamu yang disekat oleh dinding transparan dengan void area tangga dan ruang lainnya sehingga baik penghuni maupun
tamu merasa lega saat masuk ke dalam rumah. Di bagian tengah terdapat ruang
makan, ruang keluarga dan pantry yang
ditata menyatu tanpa dinding penyekat. Di bagian belakang rumah terdapat ruang
tidur tamu dan dapur yang letaknya berseberangan, mengapit teras belakang.
Agar sirkulasi udara
segar dan cahaya alami masuk secara maksimal ke setiap sudut rumah, arsitek
merancang bukaan berupa void kecil
memanjang (slit opening) pada
pertemuan plafon di atas ruang makan dengan dinding belakang yang didesain
berupa jendela kaca transparan yang lebar. Slit
opening serupa juga terlihat pada dinding di lantai atas yang diimbangi
dengan adanya susunan bilah kayu pada plafon lantai atas. Area tangga di tengah
rumah juga dirancang berupa void dua lantai dengan railing dari kaca berlapis film.
Sebagian jendela diberi
kusen kayu jati sedangkan sebagian jendela lain dengan kusen alumunium warna
putih sehingga tampil atraktif. Di lantai atas, dirancang satu ruang home theater.
Selain peralatan audio video yang canggih, ruangan ini dirancang dengan satu
dinding dari kaca yang sengaja dibuat miring dan cocok dengan railing tangga. Untuk menciptakan
suasana interior yang nyaman dan elegan, arsitek bersama dengan pemilik memilih
furnitur bergaya simpel minimalis.
Setiap ruang didesain
dengan tema berbeda misalnya ruang tamu didominasi oleh warna abu-abu pada
dinding penyekat dan meja serta warna broken
white pada cat dinding juga dan kulit
pelapis kursi Barcelona chair karya arsitek ternama Mies Van der
Rohe. Tema yang berbeda terasa di ruang makan dan ruang keluarga yang
didominasi oleh kursi dan sofa berlapis kulit berwarna hitam, wallpaper dan karpet berwarna coklat -
krem serta pencahayaan yang menawan. Aksesori bergaya etnik modern menambah
cantik penampilan ruang.
Dapur yang dirancang
oleh tim Indawo Kitchen juga menampilkan kombinasi warna dark coffee brown dan silver. Secara keseluruhan, arsitek bersama pemilik berhasil
menciptakan hunian yang nyaman dan ekspresif.
( Imelda Anwar )
|