Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Interior arrow Perpaduan Barat dan Timur
Perpaduan Barat dan Timur PDF Print E-mail
Sunday, 06 July 2008
img_2622Di tengah gencarnya tren minimalis yang sedang digandrungi masyarakat kota, ternyata konsep east meet west masih banyak diminati konsumen. Konsep ini umumnya banyak diterapkan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Rumah bukan sekadar tempat tinggal tetapi juga merupakan wujud ekspresi dan kepribadian penghuninya. Hal ini diyakini oleh Toto dan keluarga saat membangun kediaman baru yang menghadap ke lapangan golf di kompleks perumahan CitraRaya Surabaya, Jawa Timur. Pengelola bidang properti ini tidak hanya menyukai hunian bernuansa tropis modern, mewah dan nyaman tetapi juga hunian yang merespons iklim tropis agar rumah terasa teduh. Saat berdiskusi dengan pemilik, arsitek Jonas Mulia mengusulkan agar diterapkan desain bernuansa east meet west yang memadukan antara prinsip rancangan modern dari negara Barat dan penerapan elemen bangunan khas dari negara Timur yang bernuansa tropis.

img_2738Sebagai tahap awal, arsitek berupaya mengolah kondisi lahan. Perbedaan kontur tanah dimanfaatkan untuk lantai semibasemen yang berfungsi sebagai area servis dan garasi. Lokasi rumah dua lantai yang terpisah cukup jauh dari tetangganya ini justru memberikan keuntungan berupa pemandangan lepas ke arah lapangan golf di belakang rumah. Sementara itu, posisi hunian yang berada di sudut jalan dipertegas melalui desain dua sisi fasada yang berbeda. Selanjutnya, arsitek merancang massa bangunan berupa permainan kubus yang disusun maju mundur secara dinamis sehingga membentuk sayap-sayap bangunan. Dimana setiap bagian menaungi ruangan yang berbeda-beda.

Misalnya, satu kubus pada tampak muka “menjorok” ke depan untuk menaungi tempat kendaraan berhenti (drop off) dan tangga yang mengantar tamu mele-wati kolam hias dan taman depan, menuju ke pintu masuk utama yang berada di samping rumah. Pada tampak belakang rumah, terdapat dua sayap bangunan yang membentuk formasi huruf U dan setiap bagian mengakomodasi ruangan keluarga dan ruangan makan di lantai bawah serta kamar tidur utama di lantai atas. Setiap kubus atau sayap bangunan dinaungi oleh atap pelana dan teritis serta didominasi oleh jendela kaca lebar agar dapat menghalangi teriknya panas matahari dan mengotimalkan ventilasi udara segar dan masuknya cahaya alami.

img_2612Arsitek juga mengolah detail arsitektur yang unik dan khas pada hunian ini. Contohnya ornamen dekoratif berupa ukiran (relief) bermotif daun alang-alang. Relief ini ada yang dikerjakan pada papan kayu dan dipasang menghias jendela dan ada pula di plesteran dinding di selasar bahkan ada pada tembaga di ruangan makan. Pada hunian ini banyak juga dipakai material alami seperti batu alam untuk pelapis dinding dan lantai serta anyaman rotan untuk kursi. Bilah kayu juga banyak dipakai dan diekspos baik sebagai kusen dan daun pintu, untuk pagar maupun sebagai hiasan berupa penopang teritis.

Melangkah ke dalam rumah, ditemukan terbuka di tengah hunian (inner courtyard) berukuran 5m x 5m yang dilengkapi oleh void setinggi dua lantai yang sengaja tidak dinaungi oleh atap. Ruang terbuka ini dilengkapi dengan tanaman, kolam hias dan air mancur serta dikelilingi oleh selasar dan ruang-ruang fungsional sehingga memberikan kesan lapang dan segar di dalam rumah. Dalam merancang interior rumah, arsitek berupaya menciptakan suasana yang hangat dan akrab, dengan tetap mengacu pada konsep east meet west atau biasa disebut dengan gaya eklektik.

img_2718Misalnya, desain furnitur mengadopsi bentuk kotak geometris yang menjadi ciri gaya modern dipadu dengan detail melengkung khas gaya klasik Amerika seperti terlihat pada sofa dan kursi berlengan di ruangan tamu yang menghadirkan kesan elegan dan welcoming. Warna yang dipilih adalah warna earth tones yang hangat seperti putih, krem, kuning keemasan, merah marun, cokelat tanah, cokelat tua sampai hitam yang mengisi setiap bidang lantai, dinding dan plafon ruang. Padu padan motif dan tekstur juga hadir melalui wall covering, gorden dan pelapis lantai sehingga setiap ruangan tampil “atraktif”.

Arsitek juga memilih material yang unik untuk furnitur dan aksesori seperti mozaik kerang untuk pelapis meja dan panel kayu berukir motif batik untuk kepala ranjang. Pemilik juga memajang koleksi benda seni dan aksesori bernuansa etnik modern berkelas yang memberikan “jiwa” dan menegaskan kerpibadian pemilik pada hunian. Tata pencahayaan  (lighting) berasal dari aneka lampu meja dan lampu gantung serta lampu tersembunyi  (indirect lighting) di selasar serta plafon gantung. Secara keseluruhan, desain rumah ini benar-benar memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi pemilik serta arsitek.

Lokasi : Kediaman keluarga Toto di CitraRaya Surabaya, Jawa Timur
Arsitek dan interior : Jonas Mulia
 
Next >