|
Kompleks townhouse yang diliput ini bagaikan “oase” di
antara hiruk pikuknya kehidupan kota Jakarta. Desain bangunan yang bergaya
modern kontemporer dipadu dengan tanaman tropis dan kolam menghadirkan kenyamanan
dan ketenangan bagi penghuninya.
Rumah tinggal merupakan tempat untuk melepas segala kepenatan
setelah beraktivitas sehari-hari. Selain suasana yang tenang dan lingkungan yang
alami, kompleks perumahan juga dirancang dengan terobosan desain yang inovatif.
Salah satu kompleks townhouse yang memperkenalkan konsep double deck pada
rancangan bangunan dan kawasannya adalah De Oaze Residence yang berlokasi di
Tomang, Jakarta Barat. Kompleks seluas 8000 m2 ini terdiri dari 45 unit hunian,
merupakan karya arsitek Cosmas D. Gozali dari konsultan PT.Arya Cipta Graha /
Atelier Cosmas Gozali dan pengembang PT Dwimitra Mugi Sentosa.
Konsep
hunian ini terinspirasi oleh oase yang sejuk di tengah padang pasir yang
gersang. Untuk mewujudkan konsep tersebut, arsitek mengelompokkan unit-unit
rumah dalam pola berkelompok / cluster sedangkan fasilitas umum seperti kolam
renang dan area barbeque ditempatkan di bagian tengah kompleks. Ruang terbuka
di tengah setiap cluster diisi dengan berbagai fasilitas seperti jalan pedestrian,
tempat bermain anak, kolam hias, taman tropis, tempat duduk dan air mancur yang
menjadi pusat orientasi rumah dan sekaligus area publik yang dipakai bersama para penghuni kompleks.
Setiap unit rumah ditata berdekatan dan dirancang dengan
bukaan lebar yang menghadap ke arah ruang terbuka agar tercipta suasana akrab
di samping kesan lapang tanpa mengesampingkan privasi penghuni. Setiap unit
rumah juga dilengkapi dengan void menerus dari lantai dasar hingga atap
sehingga dapat memaksimalkan masuknya cahaya alami dan pertukaran udara segar (inner
courtyard) ke dalam hunian. Agar anak-anak dapat bermain aman, ruang terbuka di
tengah cluster dikelilingi oleh jalan setapak sedangkan jalur sirkulasi kendaraan
dan parkir setiap unit hunian dipisahkan hanya di lantai dasar.
Lantai dasarya tidak dipasang per unit rumah tetapi menyatu
dan mencakup seluruh kompleks, seolah-olah membentuk satu lantai basemen
tersendiri yang berada di bawah lantai bangunan. Lantai “basemen” ini dapat
diakses melalui tangga yang berada di tiap unit rumah dan melalui tangga
bersama yang berada di dekat gerbang masuk kompleks. Terobosan seperti
rancangan kompleks hunian ini disebut konsep double deck. Desain yang mengacu
pada konsep promenade architecture ini mengalirkan perjalanan dari satu ruang
ke ruang berikutnya dengan memberikan pengalaman yang berbeda dan tidak monoton
sehingga tidak menjemukan dan mengangkat sisi manusiawi dalam desain.
Desain tersebut didukung oleh konstruksi beton bertulang
yang menjadi platform lantai dasar sedangkan tangga dan kusen setiap unit
hunian menggunakan baja dan aluminium. Material low maintenance dan environment
friendly ini juga mengantisipasi masalah rayap, memudahkan proses pembangunan dan
menegaskan kesan modern. Setiap unit rumah memiliki luas antara 218-270 m2, terdiri
dari tiga lantai dan dirancang bergaya modern kontemporer. Tampak muka hunian menonjolkan
komposisi bukaan berbentuk kotak-kotak geometris sehingga menyatukan ruang luar dan lanskap dengan
ruang dalam hunian. Fasada tersebut “dibingkai” oleh dinding berwarna cokelat
dan aksen balkon berwarna hijau serta penyekat dari metal berbentuk garis-garis
horizontal. Pada setiap unit hunian terdapat lantai basemen yang ditata untuk
parkir, kamar tidur tamu, area servis, tangga dan void menerus.
Lantai satu ditata untuk ruang keluarga, ruang makan dan
dapur sedangkan lantai dua untuk kamar tidur utama dan kamar mandi dalam serta
dua buah kamar anak. Setiap ruang didesain terbuka sedangkan area void hanya
disekat oleh dinding kaca. Material alami seperti veneer, laminate flooring dan
HPL bercorak serat kayu memberi kehangatan bernuansa tropis yang dipadu dengan
material fabrikasi seperti kaca dan kusen aluminium yang berkesan cool. Dinding
dalam rumah didominasi oleh warna putih agar memberi kesan lapang serta adanya interaksi
visual antarruang.
Tiap ruangan diberi tema warna berbeda sekaligus menegaskan
karakter pemilik. Misalnya kamar tidur utama bernuansa warna natural hijau-cokelat
yang tenang sedangkan kamar anak perempuan berwarna ungu-merah muda yang feminin.
Aplikasi soft furnishing seperti kepala ranjang yang dilapisi kain suade juga
memberi kesan lembut dalam kamar tidur. Secara keseluruhan, desain townhouse
ini dapat memenuhi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat urban masa kini. (Imelda Anwar)
Fotografer : Ahkamul Hakim
Lokasi : Showunit De Oaze Tomang Residence, Jakarta Barat
Konsultan arsitektur dan interior: Cosmas D. Gozali dari PT.Arya
Cipta Graha/Atelier Cosmas Gozali.
Pengembang : PT Dwimitra Mugi Sentosa
|