| Nyaman dan Homey |
|
|
|
| Thursday, 01 June 2006 | |
|
Apartemen
merupakan pilihan tempat tinggal yang kian diminati masyarakat kota. Selain
mencerminkan gaya hidup masyarakat kota yang serba praktis, efisien dan modern,
apartemen dapat menjadi solusi hunian terbatas yang inovatif dan inspiratif.
Ketika hendak membeli sebuah apartemen kita kerap dihadapkan pada masalah konvensional seperti ruangan yang sempit, pemandangan yang terhalang oleh dinding atau posisi kolom struktural yang membentuk sudut atau ruang sisa. Solusi atas persoalan tersebut berhasil diterapkan pada desain interior apartemen milik Aldi dan Maisie yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Apartemen seluas 97 m2 dengan tiga kamar tidur dan ruangan luas tanpa dinding penyekat berisi area duduk, area makan serta dapur ini didesain oleh Ignatius Susiadi dari konsultan parthenon. Sesuai dengan selera pemilik yang masih muda, apartemen didominasi oleh gaya modern etnik. Bagaimana tahap-tahap desainnya ? Pertama, ruang duduk dengan jendela kaca lebar yang berfungsi menjadi area menonton TV sekaligus penerima tamu yang ditata dengan furnitur secukupnya yaitu sebuah sofa, meja dan kursi berlengan. Hampir semua dinding apartemen dilapisi oleh wallpaper berwarna off white untuk menghindari kesan ruang yang sumpek. Salah satu dinding ditutup dengan cermin lebar yang dikombinasikan dengan panel kayu yang di-finishing warna cokelat tua / dark coffee brown. TV plasma cukup ditempelkan pada dinding tanpa lemari sehingga memberi kesan luas. Untuk menyediakan tempat simpan barang yang rapi, desainer merancang lemari kaca dan coffee table berfungsi ganda yaitu sebagai built-in storage dengan banyak laci. Furnitur dan aksesori juga didesain efisien, kompak dan clean look serta ditata dengan harmonis. Untuk menghindari kesan monoton, desainer bersama dengan pemilik memadukan warna yang cerah dan motif yang kontras pada elemen interior didukung oleh pencahayaan yang tepat. Langkah kedua adalah menggabungkan dua kegiatan yang berkaitan ke dalam satu ruang. Contohnya dapur berbentuk single line digabungkan dengan meja makan bergaya bar. Caranya, meja sengaja dirancang tinggi agar menutupi pandangan ke arah bak cuci dan kompor sedangkan bagian bawah meja dirancang multifungsi menjadi salah satu lemari simpan dapur. Dinding belakang bak cuci dan kompor ditutup dengan mozaic glass tile dan disorot oleh indirect lighting di bawah lemari sehingga tampil menarik. Salah satu sisi meja dilapisi dengan batu candi yang warnanya senada dengan panel lemari dapur namun teksturnya kasar dan dilengkapi oleh kursi bar sehingga tercipta suasana “kasual”. Tahap selanjutnya adalah mengalihfungsikan ruang yang belum dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan pemilik dalam jangka pendek. Sebagai contoh, kamar tidur pembantu diubah menjadi gudang dimana posisi pintunya berupa tiga pintu geser diubah jadi menghadap ke arah dapur. Permukaan pintu ini juga dilapisi oleh cermin sedangkan kusennya diberi finishing berwarna cokelat tua agar serasi dengan dapur. Contoh lain adalah dua kamar tidur anak dimana satu kamar diubah menjadi walk-in wardrobe yang berhubungan dengan kamar tidur utama sedangkan kamar lainnya diubah jadi ruang kerja dan perpustakaan. Pengerjaan walk- in wardrobe cukup sulit karena bentuk ruangnya bukan empat persegi dengan adanya sudut ruang yang menyiku sedangkan lemari built-in tersebut harus rapi. Solusi desain menarik lainnya adalah salah satu dinding penyekat antara ruang kerja dan selasar dalam dihilangkan sebagian sehingga membentuk “lubang” dan memberi kesan lapang pada ruangan. Lubang jendela ini dihiasi dengan tanaman tiruan yang memberi sedikit kesegaran sedangkan dinding lainnya dilapisi dengan cermin dan ada pula yang dicat warna merah yang eksotik. Salah satu pojok ruang kerja yang merupakan sisa area kolom struktural apartemen disiasati menjadi lemari pajang pernik koleksi pemilik. Tahap terakhir adalah penataan kamar tidur utama. Di sini desainer merancang eye catcher berupa panel dekoratif berwarna merah memikat yang dihiasi dengan indirect lighting pada dinding bagian kepala tempat tidur. Sudut lainnya ditata berupa credenza, karpet serta bantal besar untuk bersantai sehingga suasana apartemen menjadi nyaman dan homey sesuai dengan keinginan pemilik. (Imelda Anwar) |
| < Prev | Next > |
|---|

















